METODE PENELITIAN – BERFIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF

METODE PENELITIAN – BERFIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Berfikir atau nalar deduktif adalah cara berfikir yang berlandaskan kepada teori umum atau kaidah umum. Kadang orang lebih gampangnya mengatakan berfikir dari yang umum ke khusus. Contoh:
Semua mahluk hidup pasti mati
Manusia adalah mahluk hidup
Maka manusia pasti mati.

Bahasan berfikir atau nalar banyak dibahas di filsafat ilmu. Contoh berfikir deduktif di atas merupakan pernyataan yang mengandung premis mayor, premis minor dan konklusi. Contoh;
Semua logam jika dipanaskan akan memuai (premis mayor)
Besi adalah logam (premis minor)
Maka besi akan memuai (konklusi).

Ayo cari lagi ya contoh lainnya… (kirim ke tweet Santi Lisna #contoh berfikir deduktif)

Itulah cara berfikir deduktif. Bagaimana kalau berfikir induktif? Berfikir induktif bersebalikn dengan deduktif. Berfikir induktif berangkat dari temuan fakta yang khusus. Sederhananya berfikir induktif itu berfikir dari yang khusus menuju ke umum. Fakta-fakta yang sifatnya khusus menjadi sebuah pernyataan umum. Contoh:

Empat bilangan genap habis dibagi dua
Enam bilangan genap habis dibagi dua
Delapan bilangan genap habis dibagi dua
Semua bilangan genap habis dibagi dua.

Cari lagi ya contoh lainnya……….(kirim ke tweet Santi Lisna #contoh berfikir deduktif)

Apa kaitannya berfikir deduktif dan induktif dalam sebuah penelitian. Masih ingat apa itu penelitian atau research? Yap, dimulai mencaritemukan masalah dan menyusun langkah penyelesainnya dengan sistematis dan terukur mengikuti kaidah-kaidah penelitian. Karena itu penelitian berangkat dari sebuah masalah, kemudian kita mencaritemukan pemecahannya dengan jalan yang sistematis, terukur, logis, ilmiah dan bermakna. Jadi kalau melakukan penelitian itu bukan dimulai dari mencari judul, tetapi dimulai dari cari masalah. ( Ayo buat masalah…. Supaya bisa untuk judul riset).

Hasil dari penelitian merupakan ilmu. Karena itu dalam ilmu, ada landasan yang mendasari sebuah ilmu. Baca filsafat ilmu, ada istilah ontologi, epistimologi dan aksiologi. Apa artinya istilah tersebut? Ontologi itu hakikat apa yang dikaji, epistimologi adalah cara mendapatkan pengetahuan yang benar, dan ontology adalah nilai guna sebuah ilmu. ( detailnya cari ya di filsafat ilmu Jujun S Suriasumantri).

Metodologi penelitian itu terkait erat dengan epistimologi, yaitu bagaimana cara yang dilalui dalam mendapatkan ilmu / dalam pemecahan masalah sebuah penelitian. Apakah hubungan berfikir deduktif dan induktif dalam metode penelitian? Ini contohnya:

Ketika akan menguji sebuah penelitian yang berjudul “Pengaruh motivasi dan kecerdasan terhadap prestasi belajar siswa SMU XX”. Maka secara teoritis kita sudah mendapatkan bahwa prestasi belajar didukung salah satunya oleh motivasi dan juga kecerdasan. Teori inilah yang mendasari dugaan sementara (hipotesis) dari masalah yang akan diteliti. Artinya kita akan membuktikan pernyataan umum dari teoritis teoritis tentang prestasi belajar yang dipengaruhi banyak faktor, salah satu diantaranya motivasi dan kecerdasan. Tempat yang akan dijadika pengujian mislanya misalnya di SMU XX.

Ingat deduktif yaitu dari berfikir umum ke berfikir yang khusus. Apakah di SMU XX prestasi belajar dipengaruhi kuat oleh motivasi dan kecerdasan. Kejadian di SMU XX inilah yang merupakan kekhususannya. Dari dugaan tersebut maka kita buktikan dengan jalan penelitian, so metodologinya merupakan metode penelitian kuantitatif.
Alurnya bisa dilihat berikut ini:

Gambar 1. Alur Penelitian Kuantitatif – berfikir deduktif
Sumber: Nusa Putra (2012) Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan, h.48.

Cara berfikir deduktif itu berhubungan erat dengan metode penelitian kuantitatif. Penelitan kuantitatif adalah penelitian yang meggunakan cara kerja dedukto-hipotetiko verifikatif. Artinya penelitian kuantitatif dengan menggunakan nalar deduktif, dari nalar itu kemudian membuat dugaan sementara/hipotesis dan akhirnya diverifikasi di lapangan.
Sedangkan berfikir induktif dalam penelitian, ini berkaitan dengan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif tidak mendeduksi teori. Dalam penelitian kualitatif malah bisa melahirkan teori. Seperti yang dikerjakan Charles Darwin tentang teori evolusi. Perjalanan panjang Darwin menelusri setiap makhluk hidup dan perubahannya karena evolusi secara perlahan dari waktu ke waktu sehingga darwin dapat menemukan sebuah simpulan bahwa manusia termasuk jenis primata yang asalnya belum berdiri tegak kemudian berevolusi jadi manusia (walah…# meski sekarang teori ini masih dipertanyakan).
Contoh lain misalnya apa yang dilakukan Jean Piaget yang mengamati perilaku anaknya dari sejak mula bayi. Dan hingga saat ini teori piaget tentang fase kognitif anak belum ada yang membantahkan.
Jadi berfikir induktif dalam penelitian adalah melakukan penelitian dapat dengan tanpa mendasarkan teori terlebih dahulu. (kalau ada teori yang mendahuluinya juga boleh). Peneliti terjun langsung ke lapangan mencari temukan masalah. Contoh:
Bagaiman mengetahui kebudayaan suku asmat di Papua. Tentu untuk mengetahuinya tidak banyak teori yang mendukung, peneliti datang langsung ke lokasi, amati, bicara dengan suku asmat tersebut, maka kita akan mengetahui bagaimana kebudayaan suku asmat itu. Alur penelitian dengan nalar induktif berangkat dari bawah, artinya berangkat dari fakta di lapangan atau hasil grandtour dan minitour di lapangan. Melihat secara keseluruhan lapangan dan melihat secara terfokus. Dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara.
Hasil pengamatan dan wawancara dicatat dengan detail, rinci dan lengkap untuk mendapatkan gambaran yang juga detail, rinci dan lengkap. Data hasil pengamatan dan wawancara merupakan data utama dalam penelitian kualitatif. (Lebih jelas penelitian kualitatif bisa baca buku Nusa Putra (2011) Penelitian Kualitatif)
Adapun alur penelitian dengan berfikir induktif ada dalam metode penelitian kualitatif terdapat pada gambar 2.
Kesimpulannya, berfikir deduktif dalam penelitian itu adalah cara kerja metode penelitian kuantitatif. Sedangkan berfikir induktif adalah ciri dari cara kerja penelitian kualitatif. (san.24.2.13)

Gambar 2. Alur penelitian kualitatif
Sumber: Nusa Putra (2012) Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan, h.47.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s