Otak…. O tak pernah lelah dan tua

Otak…. O tak pernah lelah dan tua

Merasa diri sudah tua, lama tidak lagi ada di dunia sekolah atau akademik, ketika masuk kembali belajar ke kampus, merasa lambat dan merasa tidak mampu, ujungnya minta ditoleransi. Hmm… no excuse, come on get up…cemunguud find the best way
Seandainya semua memahami karunia terbesar yang Allah berikan kepada makhluk, yang dapat melebihi dari makhluk lainnya, mempercayai manusia menjadi pemimimpin dan mampu menjadi umat yang terbaik karena manusia memiliki otak luar biasa. Wajah boleh tua, kulit bisa keriput, tapi otak makin tua justru makin cantik. Asal tahu cara merawat dan menjaganya.
Di otak kita ada miliaran neuron, namun seiring waktu ada yang terbakar dan tentu yang berfungsi tidak seluruhnya. Otak terbakar justru oleh kita yang menciptakan kehidupan, membuat rumit masalah yang kita ciptakan sendiri. Stress salah satunya, berapa banyak tak terbakar hanya karena merasa tertekan dengan masalah yang dihadapi. Lainnya bias karena makanan yang terlalu banyak omega 6- makan gaya American style-
Einstein dan Edison tokoh hebat dunia yang membuka cakrawala teknologi saat ini, konon baru mengoptimalkan 25% dari kapasitas otaknya. Artinya semua berpotensi untuk menjadi luarbiasa asal otak tidak cedera, rusak atau kelaianan.
Otak menyukai tantangan, sesuatu yang baru pastinya dan melibatkan emosi. Jika otak saja menyukai tantangan tidak perlu juga merasa takut dengan sesuatu yang baru. Jika berhasil melewati tantangan, banyak hadiah yang diberikan tubuh melalui kerja hormon. Dopamine misalnya dihasilkan ketika kita merasa senang dan berhasil selesaikan masalah. Tambah pengetahuan dan kepandaian sudah tentu dan membuat koneksi antar neuron pastiya makin kuat.
Kehebatan otak bukan karena banyaknya jumlah neuron, massa otak dan atau tengkorak kepala yang besar, tetapi ditentukan oleh koneksi antar neuron yang ada di dalamnya. Melalui stimulasi otak, belajar, latihan, selesaikan masalah dan berbagai aktivitas mengasah otak, tentu membantu meningkatkan hubungan antar neuron. Jika makin tua makin hebat, ada kecenderngan yang terspesialisasi dan itulah yang dikatakan crystal intelligence. Dominan pada satu kecenderungan dan menjadi kekhususnnya. sedangkan waktu masih kecil, anak-anak masih bersifat liquid, ia menyerap kemampuan apa saja yang distimulasi, suatu saat, tunggu ledakan hebat.
Terdapat beberapa cara agar otak tetep terjaga. Nutrisi –memberikan makanan terbaik untuk otak. Tentu salah satunya yang banyak mengandung omega 3, Sewaktu bayi berikan anak ASI, makan ikan- Japan style. Ikan yang disarankan tuna, salmon, menurutku makan ikan apasaja bagus, ikan segar air laut, air tawar Ok. Makan tomat, dan sayur.
Lindungi kepala dari bahaya, jika mengalami cedera dan kerusakan sulit cari gantinya. Genuine product and limited stock. Kalau rusak mau pesan kemana? So, gunakan helm ketika berkendara, atau kegiatan lain yang mengancam keselamatan otak di kepala.
Gerak, olah raga bagus untuk otak. Anak cerdas, anak aktif. Meski sulit hadapi tantangan zaman anak sekarang, yang hobi nongkrong depan layar TV, computer, Gadget, HP, etc tantangan orangtua untuk berkreativitas mengajak anak olahraga.
Ada hadiah dari tubuh untuk yang lakukan aktivitas fisik dengan riang dan ketekunan yaitu dopamine, serotonin, endorfin. …………… continue next time
Shan 1/3/2013. 06.08

SEMUA BISA MARAH

SEMUA BISA MARAH
Semua orang bisa marah, tapi tidak semua orang mampu marah pada tempatnya. Mungkin pernah melihat kemarahan orang meluap, luapan itu kadang tidak tepat sasaran. Marah kepada anak, suami imbasnya semua orang yang datang ke rumah terkena aura kemarahannya. Marah kepada sistem kerja, orang yang tidak terkait bias terkena marah juga. Marah yang berasal dari rumah, karena profesi mengajar terbawa juga ke murid di sekolah. Sungguh memang tidak mudah mengelola emosi marah, apalagi selama pikiran negatif bersarang dipikiran.
Ada pesan Nabi bahwa “jangan marah, bagimu surga” (kalau begitu jika kita marah kebalikannya donk) mungkin juga iya. Kita menciptakan suasana panas pada diri sendiri dan lingkungan, apalagi jika marah yang tidak tepat.
Marah adalah emosi yang manusiawi. Orang boleh saja marah, tetapi marah yang bukan ditunjukkan kepada pribadi orang, tetapi pada perilaku. Diluar perilaku yang membuat kita marah, tentu saja kita tidak meyangkutpautkan. Jika itu teman setelah kita merasa marah dengan apa yang dilakukan, maka pertemanan tetap berjalan dengan baik. (bisa ga ya?? Bisa kalee…).
Apakah ada keuntungan setelah marah? Rasanya hampir tidak ada. Kalau pun ada tetapi bukan merupakan win-win solution, karena ada objek kemarahan, yang belum tentu terima dengan cara kita marah. Marah sebenarnya menunjukkan kualitas diri kita di hadapan orang lain. Marah di rumah karena ada masalah menunjukkan bagaimana cara kita menyelesaikan masalah, (mungkin anak di rumah berkata, “O..begitu cara menyelesaikan masalah) refrences unrecomended tentunya.
Jika terlancur marah, banyak cara sebenarnya untuk mengontrol kemarahan itu. Pesan Nabi, jika kamu marah, maka berwudhulah. Sudah wudhu padahal masih marah juga, maka berbaringlah. Kegiatan ini tentu mencoba untuk memberikan ketenangan, sehingga kita dapat berfikir lebih tenang dan jernih. Berfikir tentang mengapa saya marah? Apa yang menyebabkan kemarahan ini? Bagaimana mengelola kemarahan ini menjadi sesuatu yang positif? Menelusuri dan menemukan jawaban atas pertanyaan itu, sejenak membuat kita bisa mengendalikan kemarahan. Jika kita tidak mampu mengendalikan kemarahan dan berbuat diluar kendali diri, inilah kondisi yang dinamakan “pembajakan emosi”.
Pembajakan emosi adalah ketika emosi yang datang kerena ada stimulus luar yang masuk, merespon kita untuk bertindak tanpa berpikir. Dalam kerangka alur kerja di otak kita itu artinya stimulus masuk ke thalamus (pengaturan) masuk ke amigdala tanpa melalui korteks. Inilah yang terjadi ketika kemarahan tidak terkendali dan merugikan diri sendiri pastinya dan juga orang lain. Agar tidak terjadi pembajakan emosi, tentu memberikan kesempatan korteks (otak berpikir) untuk memikirkan emosi apa yang sedang kita rasakan, apa sebabnya, dan apa yang sebaiknya dilakukan. Dengan begitu kita dapat marah pada tempatnya. (jadi ingat adil, menempatkan sesuatu pada tempatnya). Ya begitulah menajdikan marah yang elok.
Mari marah yang elok.

METODE PENELITIAN – BERFIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF

METODE PENELITIAN – BERFIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Berfikir atau nalar deduktif adalah cara berfikir yang berlandaskan kepada teori umum atau kaidah umum. Kadang orang lebih gampangnya mengatakan berfikir dari yang umum ke khusus. Contoh:
Semua mahluk hidup pasti mati
Manusia adalah mahluk hidup
Maka manusia pasti mati.

Bahasan berfikir atau nalar banyak dibahas di filsafat ilmu. Contoh berfikir deduktif di atas merupakan pernyataan yang mengandung premis mayor, premis minor dan konklusi. Contoh;
Semua logam jika dipanaskan akan memuai (premis mayor)
Besi adalah logam (premis minor)
Maka besi akan memuai (konklusi).

Ayo cari lagi ya contoh lainnya… (kirim ke tweet Santi Lisna #contoh berfikir deduktif)

Itulah cara berfikir deduktif. Bagaimana kalau berfikir induktif? Berfikir induktif bersebalikn dengan deduktif. Berfikir induktif berangkat dari temuan fakta yang khusus. Sederhananya berfikir induktif itu berfikir dari yang khusus menuju ke umum. Fakta-fakta yang sifatnya khusus menjadi sebuah pernyataan umum. Contoh:

Empat bilangan genap habis dibagi dua
Enam bilangan genap habis dibagi dua
Delapan bilangan genap habis dibagi dua
Semua bilangan genap habis dibagi dua.

Cari lagi ya contoh lainnya……….(kirim ke tweet Santi Lisna #contoh berfikir deduktif)

Apa kaitannya berfikir deduktif dan induktif dalam sebuah penelitian. Masih ingat apa itu penelitian atau research? Yap, dimulai mencaritemukan masalah dan menyusun langkah penyelesainnya dengan sistematis dan terukur mengikuti kaidah-kaidah penelitian. Karena itu penelitian berangkat dari sebuah masalah, kemudian kita mencaritemukan pemecahannya dengan jalan yang sistematis, terukur, logis, ilmiah dan bermakna. Jadi kalau melakukan penelitian itu bukan dimulai dari mencari judul, tetapi dimulai dari cari masalah. ( Ayo buat masalah…. Supaya bisa untuk judul riset).

Hasil dari penelitian merupakan ilmu. Karena itu dalam ilmu, ada landasan yang mendasari sebuah ilmu. Baca filsafat ilmu, ada istilah ontologi, epistimologi dan aksiologi. Apa artinya istilah tersebut? Ontologi itu hakikat apa yang dikaji, epistimologi adalah cara mendapatkan pengetahuan yang benar, dan ontology adalah nilai guna sebuah ilmu. ( detailnya cari ya di filsafat ilmu Jujun S Suriasumantri).

Metodologi penelitian itu terkait erat dengan epistimologi, yaitu bagaimana cara yang dilalui dalam mendapatkan ilmu / dalam pemecahan masalah sebuah penelitian. Apakah hubungan berfikir deduktif dan induktif dalam metode penelitian? Ini contohnya:

Ketika akan menguji sebuah penelitian yang berjudul “Pengaruh motivasi dan kecerdasan terhadap prestasi belajar siswa SMU XX”. Maka secara teoritis kita sudah mendapatkan bahwa prestasi belajar didukung salah satunya oleh motivasi dan juga kecerdasan. Teori inilah yang mendasari dugaan sementara (hipotesis) dari masalah yang akan diteliti. Artinya kita akan membuktikan pernyataan umum dari teoritis teoritis tentang prestasi belajar yang dipengaruhi banyak faktor, salah satu diantaranya motivasi dan kecerdasan. Tempat yang akan dijadika pengujian mislanya misalnya di SMU XX.

Ingat deduktif yaitu dari berfikir umum ke berfikir yang khusus. Apakah di SMU XX prestasi belajar dipengaruhi kuat oleh motivasi dan kecerdasan. Kejadian di SMU XX inilah yang merupakan kekhususannya. Dari dugaan tersebut maka kita buktikan dengan jalan penelitian, so metodologinya merupakan metode penelitian kuantitatif.
Alurnya bisa dilihat berikut ini:

Gambar 1. Alur Penelitian Kuantitatif – berfikir deduktif
Sumber: Nusa Putra (2012) Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan, h.48.

Cara berfikir deduktif itu berhubungan erat dengan metode penelitian kuantitatif. Penelitan kuantitatif adalah penelitian yang meggunakan cara kerja dedukto-hipotetiko verifikatif. Artinya penelitian kuantitatif dengan menggunakan nalar deduktif, dari nalar itu kemudian membuat dugaan sementara/hipotesis dan akhirnya diverifikasi di lapangan.
Sedangkan berfikir induktif dalam penelitian, ini berkaitan dengan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif tidak mendeduksi teori. Dalam penelitian kualitatif malah bisa melahirkan teori. Seperti yang dikerjakan Charles Darwin tentang teori evolusi. Perjalanan panjang Darwin menelusri setiap makhluk hidup dan perubahannya karena evolusi secara perlahan dari waktu ke waktu sehingga darwin dapat menemukan sebuah simpulan bahwa manusia termasuk jenis primata yang asalnya belum berdiri tegak kemudian berevolusi jadi manusia (walah…# meski sekarang teori ini masih dipertanyakan).
Contoh lain misalnya apa yang dilakukan Jean Piaget yang mengamati perilaku anaknya dari sejak mula bayi. Dan hingga saat ini teori piaget tentang fase kognitif anak belum ada yang membantahkan.
Jadi berfikir induktif dalam penelitian adalah melakukan penelitian dapat dengan tanpa mendasarkan teori terlebih dahulu. (kalau ada teori yang mendahuluinya juga boleh). Peneliti terjun langsung ke lapangan mencari temukan masalah. Contoh:
Bagaiman mengetahui kebudayaan suku asmat di Papua. Tentu untuk mengetahuinya tidak banyak teori yang mendukung, peneliti datang langsung ke lokasi, amati, bicara dengan suku asmat tersebut, maka kita akan mengetahui bagaimana kebudayaan suku asmat itu. Alur penelitian dengan nalar induktif berangkat dari bawah, artinya berangkat dari fakta di lapangan atau hasil grandtour dan minitour di lapangan. Melihat secara keseluruhan lapangan dan melihat secara terfokus. Dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara.
Hasil pengamatan dan wawancara dicatat dengan detail, rinci dan lengkap untuk mendapatkan gambaran yang juga detail, rinci dan lengkap. Data hasil pengamatan dan wawancara merupakan data utama dalam penelitian kualitatif. (Lebih jelas penelitian kualitatif bisa baca buku Nusa Putra (2011) Penelitian Kualitatif)
Adapun alur penelitian dengan berfikir induktif ada dalam metode penelitian kualitatif terdapat pada gambar 2.
Kesimpulannya, berfikir deduktif dalam penelitian itu adalah cara kerja metode penelitian kuantitatif. Sedangkan berfikir induktif adalah ciri dari cara kerja penelitian kualitatif. (san.24.2.13)

Gambar 2. Alur penelitian kualitatif
Sumber: Nusa Putra (2012) Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan, h.47.