MENAWARKAN JASA ILMU SANTET, HITAM, DAN ILMU GHAIB

MENAWARKAN JASA ILMU SANTET, HITAM, DAN ILMU GHAIB

Para politisi, public figure, dan kadang orang awam menjadi sasaran pengguna jasa ilmu hitam, santet dan ilmu ghaib. Orang yang memiliki kemampuan tersebut kerap disebut orang pintar. Politisi, public figure mencari penyelesaian atas masalah yang dihadapi dengan menggunakan cara instan dengan bertanya kepada orang pintar. Ilmu ghaib, santet, atau yang disebut ilmu hitam digunakan untuk memperdaya lawan, musuh, saingan, atau pengganggu yang bersangkutan untuk mencapai tujuan.
Kini pemerintah mengatur Undang-undang sanksi bagi orang yang menawarkan, dan menggunakan cara ilmu hitam, ilmu ghaib. Meski tentu penuh polemik. Ilmu ghaib, dari nama saja sudah mengandung ketidakjelasan. Sesuatu yang ghaib, sulit untuk dilihat secara nyata, bahkan irasional. Bagaimana mungkin untuk dapat dengan mudah dan jelas mendapat pembuktian. Meski asumsi-asumsi masyarakat dan main hakim sendiri terjadi kepada orang pintar yang juga meresahkan masyarakat. Orang pintar meresahkan orang lain, membantu orang dengan cara-cara yang jahat. Dimana ya pintarnya?
Memang aneh, mental yang melanda bangsa ini. Ingin mencapai kesuksesan tidak sabar menikmati proses. Tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, bahkan tidak percaya akan kekuatan yang Maha penguasa alam ghaib dan alam semesta. Semua masalah hidup tanya orang pintar. Jika bertanya kepada orang pintar berarti yang bertanya tidak pintar kali ya..
Padahal bagi orang muslim, siapa yang bertanya kepada orang pintar, yang dimaksud di atas, maka kebaikan/shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Bisa dibayangkan jika sering bertanya, mungkin bisa punya hutang waktu, jatah hidup dengan hitungan shalat yang tidak diterima tekor waktu.. itu juga kalau shalat, kalau tidak? Tentu kerumitan hidup, gersang, panas, tidak tenang, tidak mersakan bahagia dan kesejukkan hati. Artinya orang ini telah menciptakan suasana panas di dunia sebelum masuk panasnya tempat yang disediakan di akhir nanti. Na’uzubillah min dzalik….
Hidup tidak akan selamanya di dunia ini. Dunia hanya permainan, jangan terlena dengan permainan dunia, yang membuat kita serasa hidup selamanya. Mesti juga melihat hidup ini perjalanan menuju keabadian.. perbekalan apa yang sudah disiapkan untuk hidup yang kekal nanti. Tidak ada satu pun kebaikan dan kejahatan yang tidak diberi balasan. Selama orang yang berbuat jahat, dosa, memohon ampun kepada Allah, tentu Allah Maha Pengampun dan Maha Luas Rahmat-Nya.

Salam menikmati proses

Advertisements

MUDAHNYA BERBUAT BAIK

Islam agama yang Indah. Mengerti betul persoalan dan kebutuhan individu dan orang lain. Fokus melihat ke dalam diri manusia, tetapi juga sangat berorientasi sosial. Bagaimana kita bisa bahagia sementara bagian dari kita menderita. Kebahagiaan diri sesungguhnya adalah kebahagian orang lain. Berbagi adalah sumber kebahagiaan abadi. Memberi dengan hati dan ketulusan. Ketika seseorang bersedekah, membantu orang lain, bagus tentunya, tapi jika dibarengi cacian, memberi tapi tidak mengenakkan hati, tidak ada nilainya. Mungkin masih lebih baik yang berkata santun dan hormat tidak menyakiti. Bukankah dalam agama berkata baik lebih utama daripada shadaqoh yang diikuti dengan cacian.
Berbuat baik tidak mesti ada di dalam mesjid, bangun tengah malam hingga bestempel di jidat bekas sujud lho.. jika semua itu tidak berdampak kepada kesolehan sosial tentu menjadi kurang bernilai. Bagaimana bisa mungkin shalat subuh berjama’ah, sementara pulang dari mesjid orang sakit, tidak pernah dijenguk, tetangga kelaparan tidak pernah tahu. Padahal Allah ada pada orang yang sakit, ada pada orang yang kelaparan. Begitu kuatnya dimensi sosial dalam agama. Kesholehan pribadi mestinya berdampak kepada kesholehan sosial.
Dalam agama hal yang mudah dilakukan, diapresiasi tinggi. Rasul SAW mengatakan, bahwa menampakkan senyum kepada saudaramu adalah shadaqoh. Karena senyum memberi warna bahagia untuk diri dan orang lain. Sebenarnya bukan saja warna kelembutan, kasih sayang dan bahagia terpancar dalam senyum, tetapi juga terdapat penjelasan anatomi, struktur otot yang bekerja ketika senyum itu lebih mudah ketimbang cemberut.
Ketika senyum otot yang bekerja berjumlah 17 otot. Sedangkan saat kita cemberut jauh lebih banyak otot yang bekerja, terdapat 43. Itu penjelasan umum yang banyak kita tangkap.
“it takes something like 43 muscles to frown but only 17 muscles to smile, ergo, we should just smile because it’s easier.” (http:/anatomynotes.blogspot.com/2006/01/muscles-to-smile-muscles-to-frwn)
Analogi lain ketika tersenyum adalah Y dan cemberut itu X. “it takes X muscles to frown, but only Y muscles to smile” Artinya tersenyum lebih mudah ketimbang cemberut.
Sebenarnya ada penjelasan baru untuk yang peduli dengan otot yang bekerja saat senyum dan saat cemberut. Meskipun sebenrnya masih belum pasti berapa banyak jumlah otot yang bekerja saat ekspresi senyum yang pasti ada 6 pasang otot yang bekerja secara berpasangan jadi total ada 12. Sedangkan saat cemberut itu ada 11 otot yang digunkan. Sialnya ketika cemberut itu ada otot yang tidak dapat berbagi, sehingga membutuhkan kerja yang keras.. (“2” parentheses means the muscle is bilateral, “1” means it’s unpaired). Otot yang bekerja ketika senyum yaitu; levator anguli oris (2), levator labii superioris (2), orbicularis aculi (2), risourius (2), zygomaticus major (2) dan zygomaticus minor (2). Total seluruhnya ada 12 otot yang bekerja saat senyum. (www. Wisegeek.com/how-many-muscles-are-used-to-smile.htm). Otot yang bekerja saat cemberut koq ya lama cari tahunya. (buat yang nemu share ya…#twitter Santi Lisna)
Apapun ceritanya, sesulit apapun masalah tersenyumlah. Senyum lebih indah, wajah berseri, menyenangkan diri dan tentu juga orang lain. Senyum kebaikan kecil bernilai shodaqoh. Tersenyumlah… asal jangan sering senyum sendiri.

Salam senyum