MUDAHNYA BERBUAT BAIK

Islam agama yang Indah. Mengerti betul persoalan dan kebutuhan individu dan orang lain. Fokus melihat ke dalam diri manusia, tetapi juga sangat berorientasi sosial. Bagaimana kita bisa bahagia sementara bagian dari kita menderita. Kebahagiaan diri sesungguhnya adalah kebahagian orang lain. Berbagi adalah sumber kebahagiaan abadi. Memberi dengan hati dan ketulusan. Ketika seseorang bersedekah, membantu orang lain, bagus tentunya, tapi jika dibarengi cacian, memberi tapi tidak mengenakkan hati, tidak ada nilainya. Mungkin masih lebih baik yang berkata santun dan hormat tidak menyakiti. Bukankah dalam agama berkata baik lebih utama daripada shadaqoh yang diikuti dengan cacian.
Berbuat baik tidak mesti ada di dalam mesjid, bangun tengah malam hingga bestempel di jidat bekas sujud lho.. jika semua itu tidak berdampak kepada kesolehan sosial tentu menjadi kurang bernilai. Bagaimana bisa mungkin shalat subuh berjama’ah, sementara pulang dari mesjid orang sakit, tidak pernah dijenguk, tetangga kelaparan tidak pernah tahu. Padahal Allah ada pada orang yang sakit, ada pada orang yang kelaparan. Begitu kuatnya dimensi sosial dalam agama. Kesholehan pribadi mestinya berdampak kepada kesholehan sosial.
Dalam agama hal yang mudah dilakukan, diapresiasi tinggi. Rasul SAW mengatakan, bahwa menampakkan senyum kepada saudaramu adalah shadaqoh. Karena senyum memberi warna bahagia untuk diri dan orang lain. Sebenarnya bukan saja warna kelembutan, kasih sayang dan bahagia terpancar dalam senyum, tetapi juga terdapat penjelasan anatomi, struktur otot yang bekerja ketika senyum itu lebih mudah ketimbang cemberut.
Ketika senyum otot yang bekerja berjumlah 17 otot. Sedangkan saat kita cemberut jauh lebih banyak otot yang bekerja, terdapat 43. Itu penjelasan umum yang banyak kita tangkap.
“it takes something like 43 muscles to frown but only 17 muscles to smile, ergo, we should just smile because it’s easier.” (http:/anatomynotes.blogspot.com/2006/01/muscles-to-smile-muscles-to-frwn)
Analogi lain ketika tersenyum adalah Y dan cemberut itu X. “it takes X muscles to frown, but only Y muscles to smile” Artinya tersenyum lebih mudah ketimbang cemberut.
Sebenarnya ada penjelasan baru untuk yang peduli dengan otot yang bekerja saat senyum dan saat cemberut. Meskipun sebenrnya masih belum pasti berapa banyak jumlah otot yang bekerja saat ekspresi senyum yang pasti ada 6 pasang otot yang bekerja secara berpasangan jadi total ada 12. Sedangkan saat cemberut itu ada 11 otot yang digunkan. Sialnya ketika cemberut itu ada otot yang tidak dapat berbagi, sehingga membutuhkan kerja yang keras.. (“2” parentheses means the muscle is bilateral, “1” means it’s unpaired). Otot yang bekerja ketika senyum yaitu; levator anguli oris (2), levator labii superioris (2), orbicularis aculi (2), risourius (2), zygomaticus major (2) dan zygomaticus minor (2). Total seluruhnya ada 12 otot yang bekerja saat senyum. (www. Wisegeek.com/how-many-muscles-are-used-to-smile.htm). Otot yang bekerja saat cemberut koq ya lama cari tahunya. (buat yang nemu share ya…#twitter Santi Lisna)
Apapun ceritanya, sesulit apapun masalah tersenyumlah. Senyum lebih indah, wajah berseri, menyenangkan diri dan tentu juga orang lain. Senyum kebaikan kecil bernilai shodaqoh. Tersenyumlah… asal jangan sering senyum sendiri.

Salam senyum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s