Itu Manusiawi……..?

Itu Manusiawi……..?

Manusia, Semua yang terkait dengan sifat manusia, dianggap manusiawi. Manusia berbuat salah manusiawi, manusia lupa manusiawi, manusia kecewa, dendam, banyak melakukan pertumpahan darah, dan seribu buruk yang melekat manusiawi? Tidak menyalahkan makhluk Allah lain ketika berbuat demikian, meski makhluk yang satu itu identik dengan perbuatan yang keji. Karena memang sudah misi hidupnya mencari teman senasib dan sepenanggungan. Ada yang mau empati dengannya, ah semoga tidak meski sesama makhlukNya. Sang pencipta alam semesta beserta isinya ini telah menyatakan “Jangan ikuti langkah Syaitan”, “Sesungghnya syeitan itu musuh yang paling nyata.”
Siapa yang mau diikuti, tentu kebaikan yang selalu didukung hati nurani. Manusia memiliki kemampuan untuk melakukan kebaikan. “Demi jiwa dan penyempurnaan (penciptan) nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaannya.” (QS. 94:7-8). Potensi melakukan keburukan dan kebaikan sangat mungkin terjadi pada diri manusia. Tidak ada siapapun yang disalahkan ketika melakukan keburukan, kecuali diri sendiri. Karena diri yang tidak mampu menghindari dan cenderung mengikuti. Meski sesungguhnya nurani diri itu selalu berkata dan mengingatkan, karena nurani selalu dalam bersih dan cenderung kepada kebaikan.
“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”(QS.94:9-10). Ibarat pakain putih yang dikenakan, bukan tidak mungkin pakaian itu terkena debu dan noda. Lingkungan tidak steril, polusi ada dimanapun. Tetapi jika ingin tidak terlalu susah payah membersihkan debu, kotoran dan noda bandel tentu menjaga dan mencari cara untuk meminimalisir. Bisa saja tidak perlu keluar rumah, selamanya di dalam rumah yang terlindungi. Tidak peduli dengan penderitaan, kepapaan, dan kesusahan orang disekitar. Apakah itu hidup yang sehat? tentu bukan itu yang diharapkan. Tetap berani berbuat baik dan berani membersihakannya setiap hari.
Sahabat rasul yang sudah dijamin masuk surga pun, tetap selalu memohon ampunan, dan tidak berhenti berbuat baik. Malah Abu Bakar berkata, aku dijamin masuk surga nantinya, tetapi ketika masih di dalam kubur bagaimana? Karena itu Abu Bakar melakukan kebaikan dengan selalu shalat malam, agar kuburan menjadi terang.

Salam semangat

Advertisements

Student in Memoriam

Student in Memoriam

Usia tidak mengalahkan semangat belajar, kehadiran di kelas terbilang tidak pernah absen dan tidak terlambat masuk kelas. Meski beberapa tahun kemudian memasuki masa pensiun menjadi pengajar di Sekolah Dasar tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Memperbaiki tugas dikerjakannya dengan segera. Ini yang tergambar dari salah seorang mahasiswa kelas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) angkatan 2, saat mengikuti mata kuliah psikologi agama dan mata kuliah evaluasi pembelajaran.
Keterlibatan dalam perkuliahan begitu ketara, beliau memberi kontribusi ketika diberi kebebasan kepada mahasiswa untuk mengemukakan pendapat. Sesekali beliau menengahi perbedaan yang tidak berimbang. masih teringat keluar pesannya saat para mahasiswa perempuan yang rerata ibu-ibu dengan fungsi maksi, mengurus rumah tangga, mengemban tugas sebagai guru serta menjadi mahasiswa yang penuh dengan tugas, terutama evaluasi kali ya.., setiap pertemuan ada tugas. (Maklum beberapa alat penilaian kelas mesti dirasakan bagaimana proses membuatnya ), merasa melihat ibu-ibu lebih sibuk ketimbang bapak-bapak, malah suami juga mesti diurus, dilayani. Beliau hanya mengatakan “ngurus suami mah ladang amal”. Ibu-ibu terdiam, mungkin dalam hati bilang ‘emang iya’.
Liku hidup dan perjuangan untuk menjadi guru pun begitu berkesan. Cerita singkat yang paling berkesan dalam hidup dan begitu terasa kebesaran Allah dalam peristiwa itu ditulisnya dalam pengalaman ‘short story’ pada mata kulaih psikologi agama. Perjalanan hidup tidak sertamerta mengantarkan kepada mulusnya cita-cita menjadi guru. Tetapi kekuatan, tekad, dan kesungguhan telah menyampaikan kepada sesuatu yang yang terus membaik. Hingga akhirnya cita-cita tercapai.
Sabtu, 30 maret 2013 jadwal mengajar di kelas Guru Pendidikan Agama Islam. pagi itu ada sms yang mengabarkan beliau telah berpulang. Padahal hari sebelumnya masih masik kelas, bahkan seorang kawannya bercerita malam sebelum tidur masih sempat sms-an. Namun dini hari, dia sudah kembali menghadap yang empunya. Begitu mudah azal menjemput, meninggalkan ketertegunan, kekagetan bagi yang mendengarnya, tidak ada tanda sakit atau keluhan yang dilihat. Kuasa Engkau pemilik ruh setiap makhluk untuk menghimpun kembali. Rahasia hidup yang pasti menghampiri siapapun, dimanapun dan kapanpun, kematian begitu dekat. Menyapa siapapun tidak pernah ada yang mengira. Akhir perjalanan hidup yang baik, dambaan mu’min. Terus berbuat baik, ketika azal menyapa, semoga selalu dalam keadaan baik, khusnul khotimah. Selamat jalan bapak wakidi, Semoga Allah berikan kebahagiaan panjang di alam tak berbatas. Amiin… (Santi Lisnawati – Alfaqir rohmatu robb)