Student in Memoriam

Student in Memoriam

Usia tidak mengalahkan semangat belajar, kehadiran di kelas terbilang tidak pernah absen dan tidak terlambat masuk kelas. Meski beberapa tahun kemudian memasuki masa pensiun menjadi pengajar di Sekolah Dasar tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Memperbaiki tugas dikerjakannya dengan segera. Ini yang tergambar dari salah seorang mahasiswa kelas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) angkatan 2, saat mengikuti mata kuliah psikologi agama dan mata kuliah evaluasi pembelajaran.
Keterlibatan dalam perkuliahan begitu ketara, beliau memberi kontribusi ketika diberi kebebasan kepada mahasiswa untuk mengemukakan pendapat. Sesekali beliau menengahi perbedaan yang tidak berimbang. masih teringat keluar pesannya saat para mahasiswa perempuan yang rerata ibu-ibu dengan fungsi maksi, mengurus rumah tangga, mengemban tugas sebagai guru serta menjadi mahasiswa yang penuh dengan tugas, terutama evaluasi kali ya.., setiap pertemuan ada tugas. (Maklum beberapa alat penilaian kelas mesti dirasakan bagaimana proses membuatnya ), merasa melihat ibu-ibu lebih sibuk ketimbang bapak-bapak, malah suami juga mesti diurus, dilayani. Beliau hanya mengatakan “ngurus suami mah ladang amal”. Ibu-ibu terdiam, mungkin dalam hati bilang ‘emang iya’.
Liku hidup dan perjuangan untuk menjadi guru pun begitu berkesan. Cerita singkat yang paling berkesan dalam hidup dan begitu terasa kebesaran Allah dalam peristiwa itu ditulisnya dalam pengalaman ‘short story’ pada mata kulaih psikologi agama. Perjalanan hidup tidak sertamerta mengantarkan kepada mulusnya cita-cita menjadi guru. Tetapi kekuatan, tekad, dan kesungguhan telah menyampaikan kepada sesuatu yang yang terus membaik. Hingga akhirnya cita-cita tercapai.
Sabtu, 30 maret 2013 jadwal mengajar di kelas Guru Pendidikan Agama Islam. pagi itu ada sms yang mengabarkan beliau telah berpulang. Padahal hari sebelumnya masih masik kelas, bahkan seorang kawannya bercerita malam sebelum tidur masih sempat sms-an. Namun dini hari, dia sudah kembali menghadap yang empunya. Begitu mudah azal menjemput, meninggalkan ketertegunan, kekagetan bagi yang mendengarnya, tidak ada tanda sakit atau keluhan yang dilihat. Kuasa Engkau pemilik ruh setiap makhluk untuk menghimpun kembali. Rahasia hidup yang pasti menghampiri siapapun, dimanapun dan kapanpun, kematian begitu dekat. Menyapa siapapun tidak pernah ada yang mengira. Akhir perjalanan hidup yang baik, dambaan mu’min. Terus berbuat baik, ketika azal menyapa, semoga selalu dalam keadaan baik, khusnul khotimah. Selamat jalan bapak wakidi, Semoga Allah berikan kebahagiaan panjang di alam tak berbatas. Amiin… (Santi Lisnawati – Alfaqir rohmatu robb)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s