Bahasa Arab, Setiap Hari Dilfazkan, Apa Maknanya? Jangan Tanya

Bahasa Arab, Setiap Hari Dilfazkan, Apa Maknanya? Jangan Tanya
Hampir semua ritual mulim menggunakan bahasa Arab. Bacaan shalat, rangkaian doa menggunakan bahasa Arab. Alqur’an pun berbahasa Arab. Seyogyanya kita akrab dan faham dengan bahasa Arab, supaya dapat memahami Bacaan shalat, meski kadang dalam shalat bisa menangis padahal tidak faham keseluruhan arti bacaan, (so ngerti aja arti kata yang diucapkan). Doa yang diajarkan Rasul pun dalam bahasa Arab, meski kalau dalam doa kita bebas menggunakan bahasa apa saja, sekalipun tidak berbahasa yang terucap hanya air mata, Allah Maha mengetahui apa isi hati kita. isi Qur’an sebagai pedoman yang di dalamnya terdapat kisah, pelajaran dan petunjuk berbahasa Arab. Tetapi meski tidak faham bahasa Arab, rasanya masih ada toleran karena bahasa Arab yang kita baca sudah tersedia terjemahannya. Jadi ga blank bangeet..masih ngertilah kalau baca terjemahan.
Tidak paham bacaan Qur’an dalam bahasa arab, kita masih bisa baca terjemahan yang banyak beredar. Tidak faham arti bacaan shalat juga sudah tersedia bacaan shalat yang ada terjemahannya. Tidak faham arti doa yang sering dibaca atau doa yang mashur kita masih bisa temui juga terjemahannya. Ah… jadi merasa yaman dengan membaca artinya. karena tidak mudah juga mendapati tempat kursus bahasa Arab. (alesaan..) ya dibanding belajar bahasa yang lainnya yang mudah ditemui di tempat kurusus bahasa yang umumnya selalu ada seperti bahasa Inggris.
Sebetulnya banyak manfaat ketika kita mengetahui arti dari bacaan yang kita baca. Contoh baca Qur’an sejak kecil kita diajari membaca al Qur’an dalam bahasa Arab, sudah bisa baca Qur’an, fokusnya hanya baca dalam bahas Arab, tidak peduli apa isinya yang penting baca. Padahal ibarat sebuah perjalanan ke tempat entah berentah butuh panduan, dan Alqur’an adalah panduan untuk perjalanan yang special bukan saja di dunia tapi juga di akhirat. Perlu juga menghatamkan terjemahannya bagi yang tidak banyak faham bahasa Arab seperti saya. Akhirnya terjemahan sangat banyak membantu. Terima kasih para penterjemah yang telah mengantarkan makna dari apa yang dibaca dalam bahasa Arab.
Salam, semangat

Advertisements

MEMEMOHON DAN BERSYUKUR TETAP DIBERI KEBAIKAN

Siapa manusia hidup yang tidak memiliki kebutuhan apapun? Rasanya tidak ada seorang manusia pun yang tidak butuh apa-apa dalam hidupnya. Siapa yang dapat memenuhi dan mengetahui kebutuhan terbaik bagi manusia? Tentu yang sangat memahami manusia, Dia yang menciptakan manusia, Dia yang tidak pernah tidur dan mengurus manusia, Dia yang menguasai seluruh alam semesta. Karena itulah permohonan yang tidak akan pernah meleset, hanya bermohon kepada-Nya.
Kapan waktu yang tepat dan dekat untuk bemohon. Ibarat kita dengan orangtua, saat meminta sesuatu sebenarnya bisa kapan saja, tetapi ada waktu yang lebih nyaman untuk mengatakan dan memintakan apapun kepada orangtua. ya, saat mereka dekat dengan kita, mereka menyediakan waktu untuk kita.
Setiap saat dan kapanpun tentu kita bisa memohon kepada Allah. Namun ada waktu dimana Allah begitu dekat dengan kita yaitu saat sepertiga malam. Sebagaimana bunyi kutipan hadis berikut;
“Keadaaan paling dekat antara Rabb dengan hamba-Nya adalah pada waktu separuh malam terakhir. Oleh karena itu, jika engkau bisa menjadi orang yang berdzikir kepada Allah ketika itu maka lakukanlah.” [Hadits shahih, riwayat Tirmidzi (no. 3579), Abu Dawud (no. 1277), dan An-Nasa’i (no. 572), dari jalur ‘Amru bin Abasah radhiyallahu’anhu]. (http://muslimah.or.id/aqidah/syarah-hadits-nuzul-turunnya-allah-ke-langit-dunia-bag-2.html)

Waktu sepertiga malam seperti saat waktu sahur, Ramadhan kita biasa sahur jam 3 atau jam 4an. kira-kira saat itulah, waktu yang tepat. Waktu yang hening, tidak banyak orang berkativitas. Saat tepat semua masalah dan permohonan terurai lewat kata dan derai air mata. Terasa kepasrahan dan hati yang lega setelahnya. seperti curhat dengan seseorang yang didengarkan dan dikuatkan. Tentu merasa lega, terurai apa yang berkecamuk.
Saat diri tersadar mengapa berdoa hanya meminta dan meminta terus. Tidakah bersyukur, tidakkah kita diberikan nikmat-Nya dalam hidup ini? Tentu banyak nikmat yang telah kita rasakan. Tidakkah berdoa dengan mensyukuri atas nimat yan telah ada. Ya Allah aku bersyukur diberikan kesehatan sehingga bisa bangun dan berdoa dikeheningan malam. Serta bersyukur atas yang lain-lainnya, dari semua yang telah dianugerahkan kepada kita. Bukankah dengan bersyukur Allah tetap memberikan tambahan nikmatNya.
Akhirnya bermohon kepada Allah, Dia tetap akan mengabukannya, dengan begitu artinya bertambah kebaikan. Dan bersyukur kepada Allah pun, tetap akan di tambah nikmat-Nya. Artinya bertambah pula kebaikan. Meminta dan bersyukur tetap akan bertambah kebaikan. Subhanallah… luar biasa..
Salam semangat