Meneliti Kualitatif Penuh Warna

Meneliti Kualitatif Penuh Warna

Hari minggu, 1 September 2013 niatnya memulai mencari kesedian reponden sebagai keluarga yang akan dimintakan informasi dan didalami cara-cara dalam mendidik anak-anak mereka di rumah. Dalam kelurga faktanya terdapat kategori keluarga dengan atribut orangtua. Ada orangtua yang sibuk bekerja diluar rumah keduanya. Ada juga orangtua yang hanya Ayah bekerja diluar rumah sedang ibu di rumah. Dalam penelitian kualitatif mencari hal yang ekstrim alias unik sangat membantu dan makin menggoda untuk didalami.
Akhirnya pagi itu, selepas pengajian yang dihadiri banyak keluarga, ada resonden yang menjadi catatanku setengah bersedia untuk berbagi cerita. Meski ketika akan dilanjutkan kesediaan waktu dengan penggalian informasi berikutnya belum ada kepastian. Ada keraguan dibenak mereka sepertinya, khawatir tidak dapat memenuhi harapan yang menjadi tujuan penelitian ini.(ini yang sebenarnya mesti disimapa dahulu pada pertemuan awal, biarkan ketertarikan saja dalam cara mereka yang diungkap, karena tidak sedikit orang umumnya merasa terganggu dengan bahasa penelitian) Namun harapan tidak boleh putus. Mesti dicarikan cara dan waktu yang lebih tepat lagi. Artinya membaca suasana hati orang, ekspresi wajah dan bagaimana seseorang bersikap menjadi catatan penting.dan apa yang nyaman disampaikan pada tahap awal pertemuan, mesti juga dirasakan ketika di lapangan.
Informasi tetap didapatakan pagi itu, bahkan ada masukan baru sebuah keluarga yang nanti akan kusambangi dan menjajaki kemungkinan kesediaannya dalam berbagi mendidik anak-anak mereka yang tidak sedikit jumlahnya dan anak-anaknya menurut pandangan orang sudah berhasil. Tidak terpikirkan olehku sebelumnya, akhirnya informasi terus bergulir. Ini kadang dinamakan snowball informasi yang terus menggelinding mengantarkan tidak hanya data yang dibutuhkan dalam penelitian tetapi juga menentukan responden.
Dua hal yang akan dijadikan pelajaran dalam gambaran keluarga, namun keduanya bisa berbeda kondisi bisa keluarga yang memang sudah dianggap berhasil, maka cara-cara tertentu mereka dalam melakukan pendidikan menjadi contoh. Dan ada keluarga yang dianggap semraut menurut orang, cara-cara mereka mendidik juga menjadi contoh dan perlu dicarikan apa sebab dan apa yang semestinya. Namun aku sebagai peneliti tidak akan memberikan label terhadap keluarga berhasil atau tidak berhasil, biarkan nanti pembaca yang menilainya.karena tugas penelitian bukan menghakimi tetapi lebih banyak mendeskripsi.
Banyak hal menarik dalam melakukan penelitian kualitatifku kali ini, apalagi sifatnya sesuatu yang cukup menantang, penasaran untuk didalami lebih lanjut. Karena aku sebagai orang dewasa tentu membutuhkan informasi cara-cara dari pegalaman mereka mendidik anak-anaknya. Namun memang tidak mudah mencari responden yang bersedia dan proaktif. Kiranya ditemukan responden yang terus memperkaya kepenasaranku.atau bahkan diantara pembaca yang bersedia atau mereferensikan?

Salam Semangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s