KEBAIKAN SELALU BERBUAH BAIK

KEBAIKAN SELALU BERBUAH BAIK
Percaya sepenuhnya bahwa Allah tidak pernah tidur. Dia mendengar dan menyaksikan apa yang kita rasa, pikir dan kita perbuat. Jangan pernah terganggu untuk berhenti berbuat baik lantaran keburukan dan kezaliman yang orang lain perbuat terhadap kita. Karena apa yang kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri. Aku tuliskan ini terinspirasi dengan kisah dosenku yang baru saja diceritakan di meja makan kantin.
Betapa tidak ucapan syukur terus mengalir, karena sesuatu yang kurang menyenangkan di waktu lalu menimpa diri, dapat dilalui dan dijalani tanpa pernah merasa dan berfikir dendam. Dijalani dengan apa adanya dan tetap berlaku lurus-lurus saja. Meski terhambat atau dihambat proses akademik, namun tetap dinikmati dengan rasa syukur. Akhirnya semua berlalu dan bisa dilalui. Kini Allah menunjukkan buah kebaikannya. Membalikan semua keadaan yang dahulu terjadi, tanpa pernah diduga Allah telah membalaskannya dengan manis. Kebaikan selalu berbuah kebaikan. Bahkan Allah memberikan lebih dan lebih lagi. Amiin..
Komitmen terhadap kebenaran, tanpa kompromi terhadap ketidakadilan membuat dirinya terkenal dengan keberanian dan tidak peduli meski tidak disenangi. Sejauh tetap pada prinsip-prinsip kebenaran tidak pernah takut untuk bertindak. Itulah Beliau, pemberani dan komitmen terhadap kebenaran. Kata yang aku ingat dari beliau ‘hidup ini bukan untuk menyenangkan semua orang’. Artinya jika yang kita lalukan tidak disukai orang ya.. tidak masalah. Rasul saja orang yang sangat benar dan dicintai Allah tidak disukai oleh seluruh manusia, buktinya pamannya sendiri, Abu Lahab selalu mengusik, orang-orang kafir selalu menyerangnya. Hidup itu yang penting jadilah diri sendiri.’
Kekuatan itu perlahan masuk dalam pikiran dan tindakanku. Aku yang kadang peragu, darinya ku belajar untuk menentukan sikap. Aku mulai memilih, meninggalkan yang tidak penting bagiku dan membuat prioritas dalam hidup. Meski banyak harapan yang ingin kucapai kini aku lebih fokus dengan anak-anak. Aku melepas jabatan struktural di kampus, dan aku berani melakukannya meski SK Rektor sudah terbit. Kini aku bahagia tanpa harus terbelenggu dengan rutinitas yang sampai pada tahap tidak menyenangkan bagiku. Aku lebih bahagia bersama anak-anak, menyiapkan bekal mereka sekolah, memeriksa buku komunikasi mereka, menunggu mereka mengerjakan tugas, sambil aku juga mengerjakan disertasi.
Terima kasih atas insipirasi keteguhan hati mengikuti nurani, melakukan yang terbaik dalam hidup, pelajaran bersikap penuh optimis serta terus berpikir positif. Karena hidup tidak selalu mudah nikmati dan syukuri itulah yang tertanam dipikiranku. Thanks a lot, Sir.. inspiring in my life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s