Sumpah Pemuda dan Geng Motor

Sumpah Pemuda dan Geng Motor

Tidak ada hubungan memang antara sumpah pemuda dan geng motor. Sumpah pemuda adalah semangat para jiwa muda dalam mempersatukan keragaman dan melebur dalam satu bahasa, bangsa dan berjuang atas nama bangsa Indonesia. Geng motor, sekolompok anak muda, (karena belum lihat kalau gang motor itu kakek-kakek atau perempuan) yang memiliki semangat mengendarai motor.. hehe definisi yang ngarang. Entah semangat apa, yang pasti mereka mengendarai motor yang kadang membuat resah masyarakat. Karena selain berkelompok mengendarai motor, mereka kadang kedapatan razia polisi, dan banyak melakukan pelanggaran, kadang mereka juga ada yang melakukan tindakan kriminal.
Apa maksudnya tulisan ini, saya tergelitik dengan kelakuan gang motor, mereka kedapatan razia polisi. Tentu mereka dihukum, namun uniknya polisi meminta mereka untuk membaca sumpah pemuda. Menurut berita, dari 30 pemuda dalam geng motor itu, namun hanya dua yang hafal teks sumpah pemuda. Saya fikir ini bukan persoalan hafal atau tidak hafal, tetapi akumulasi dari bagaimana bangsa ini memaknai, mengenang dan mewarnai sejarah dengan konteks sekarang ini.
Persoalan di atas juga melibatkan bagaimana dinamika pendidikan yang berperan sebagai pewaris dan pelestari sejarah dan peradaban. Pemerintah terlalu sibuk dengan gesekan politik. Masalah di masyarakat mulai yang kecil, terus berkembang jadi bom waktu. Pemuda yang mestinya memiliki semangat pembaharu dan berjuang untuk kemajuan dan peradaban bangsa bekutat dengan permasalahan sendiri. Narkoba, genk motor, video lucah, seks bebas. Pekerjaan baru dan butuh waktu untuk menormalkan dan mengembalikan pada track yang semestinya.
Tidak sedikit program pemerintah yang bermaksud memberdayakan para pemuda. Sampai ada urusan pemerintah yang menangani urusan pemuda dan olahraga. Tapi sayang urusan kisruh politik yang tertangkap masyarakat. Ngurusi bola aja panjang ceritnya, ada aja masalahnya. Setahu saya yang awam dan hanya menangkap berita.
Di kampong berkembang organisasi pemuda, namanya karang taruna, mestinya menjadi wadah optimal bagi peningkataan kemampuan pemuda di kampung pada umumnya. Tapi lagi-lagi mereka juga kurang berdaya. Mereka lebih kentara dengan aktivitas yang nongkrong di pos, di jalan, begadang ketimbang melakukan sesuatu yang positif bagi diri dan lingkungan. Ini juga bukan salah mereka, perlu ada penggerak dan ketulusan dan keterbukaan agar pemuda bisa berdaya dan dinamis.
Pemuda ada pada masa produktif. Tapi sayang angka pengangguran dan putus sekolah masih banyak dijumpai. Kalau mereka kerja ga bakal mereka banyak nongkrong dan begadang. Kalau mereka produktif juga tidak sempat untuk berlaku yang tidak patut. Buktinya banyak juga pemuda yang produktif dan berhasil. Perlu juga mereka menularkan keberhasilnnya.
Memang perlu ada upaya memberdayakan pemuda, dengan semangat dan kemampuan yang dapat membantu diri mereka dan berbuat untuk lingkungan dan bangsa. Tapi jangan pula mereka diperalat, dengan maksud perberdayaan pemuda, keterampilan bagi anak putus sekoloh, tetapi tidak banyak dinikmati mereka yang selayaknya menerima dan merasakannya.
Semangat pemuda, sumpah jangan pernah menyerah, raih esok lebih baik. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s