Mengapa belajar dari kesalahan, emang bisa?

Mengapa belajar dari kesalahan, emang bisa?

Dalam sepanjang hidup tidak ada manusia yang tidak berbuat salah. Jika manusia pasti ada salahnya, sifat salah dan lupa itulah yang melekat pada diri manusia. Kalau selalu salah bukan manusia namanya, ada makluk lain ciptaan Allah yang melulu salah. Kalau selalu benar juga bukan manusia, ada makhluk yang Allah ciptakan dengan selalu benar, patuh pada yang benar. Dua makluk itu tidak terlihat oleh kita (So pasti belum pernah kenalan tentunya). Tidak tahu juga kalau mereka kenal kita, atau selalu mempengaruhi kita sesuai dengan sifat bawaannya. Ada yang bisikan dan mempengaruhi pikiran kita untuk berbuat tidak baik. Atau sebaliknya. Sesuatu yang memang abstrak. Namun sebagian informasi makhluk ciptaan Allah seperti keberadaan dan sifatnya dapat kita temui.

Kembali kepada manusia yang memiliki sifat salah dan lupa. Dua hal ini sesungguhnya anugerah yang luar biasa. Satu hal yang terpenting salah itu wujud nyata, tidak mungkin ada salah dalam kekosongan. Salah mesti melekat pada sesuatu yang telah kita lakukan. Salah wujud yang telah diperbandingkan. Dikatakan salah karena ada pembandingnya yaitu ukuran atau patokan yang dianggap betul. Salah menurut kita belum tentu salah menurut orang lain, karena betul atau benar menurut manusia relatif. Kecuali kebenaran yang berasal dari Tuhan, itulah kebenaran yang hakiki. Bagaimana bisa belajar dari kesalahan? Sesuatu yang salah bukan untuk diikuti. Salah bukan contoh yang baik untuk diikuti. Salah mesti diperbaiki.

Salah dan memperbaiki adalah proses kerja, karena itu hal yang luar biasa adalah karena orang yang salah dan memperbaiki artinya sudah melakukan sesuatu. Melakukan adalah hal penting. Apapun ceritanya salah ataupun benar hasil itu persoalan kedua. Lebih mudah memperbaiki yang salah karena wujudnya ada. Lebih terasa belajar dari kesalahan karena telah melakukan. Lebih mengesankan belajar dari kesalahan karena seluruh perhatian telah tercurah. Melakukan sesuatu dan proses memperbaiki menjadi sesuatu yang sangat bermakna.

Jangan takut salah, takutlah jika tidak berbuat sesuatu dalam hidup.

Advertisements

Jangan Tanya Lagi Dimana.. Aku Dekat

Jangan Tanya Lagi Dimana.. Aku Dekat

Meski kitab yang dibaca berbahasa Arab, namun saya termasuk yang kurang faham dengan tulisan yang dibaca dalam bahasa Arab. Jadilah kini setiap kali membaca dalam bahasa Arabnya, dilanjutkan membaca terjemahnya dalam bahasa Inggris (walah tambah ngaco). Qur’an terjemah bahasa Indonesia membantu saya memahami ayat yang dibaca.

Setiap kali membaca artinya, setiap itu pula persepsi diri akan ayat yang dibaca menjelajah, menerawang sendiri sesuai dengan pengalaman sendiri. Bukan menafsirkan, tetapi mempersepsi sendiri. Kalau mau dibilang tafsir ya tafsir dewekan. Kadang isi bacaan itu begitu cocok dengan suasana batin. Saya memberi tanda dibacaan itu, jadilah tu Qur’an terjemah banyak tanda dimana-mana. Termasuk saya menandai bacaan ini,

… apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,… 2:186.

Yang terlintas dipikiran, terkadang saya lupa bahwa ada yang selalu setia dan begitu dekat. Ketika limbung, lebih sibuk mencari ini kesalahan siapa, lebih suka menyalahkan diri sendiri, orang lain ketimbang keluar dari belenggu kesalahan dan menyalahkan. Habis energi dan masalah tidak selesai. Perasaan menjadi kusut dan tidak tenang. Ini bukan sebuah tindakan yang baik. Ini pertanda buruk bagi sikap diri dan kesehatan diri sendiri.

Bersyukur kemampuan baca, tulis dan hitung dari sejak SD berlanjut dan bisa diterapkan hingga sekarang. Ya, membaca, menulis dan berhitung menjadi kekuatan, untuk mencari dan mengembangkan diri. Termasuk baca ayat di atas, berarti jika sulit tidak lagi tanya, “Tuhan dimana, dimana, dimana”? Dia dekat. Sudah jangan lagi tanya dimana tetapi langsung saja mengajukan permohonan. Tanpa pelu diketik, pakai perangko atau diantar ke kantor pos. tinggal katakan saja “tanpa harus kuurai detail, Engkau sesungguhnya mengtahui apa yang terjadi dan apa yang terbaik untuk diri ini, berikan sabar dan segeralah, berikan yang terbaik”. (sedikit memaksa dan kelihatan tidak sabar juga…hee). Untung curhatnya dengan Tuhan, memaklumi dengan ciptaanNya serupa ini.

Jangan keburu enak dan kepedean, kelihatan gampang, susah tinggal minta, sulit tinggal memohon. Ada berikutnya yang butuh perjuangan, kalau hanya minta dan memohon, setiap langkah, sambil diam, duduk atau berbaring juga bisa. Tetapi kalimat “hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku” ini yang mejadi tantangan besar di tengah hidup yang mempesonakan dan makin menua. Semoga kesadaran membuat hidup indah kini dan nanti.

Salam

Sebelum Jatuh Sakit, Coba Cegah dengan Obat Dalam Diri

Sebelum Jatuh Sakit, Coba Obat Dalam Diri
Sesehat apapun tubuh, kadang tidak mengira akan jatuh sakit. (hee.. itu namanya tubuh tidak sehat ya..) Mulai dari sakit ringan seperti sakit perut, migran, demam, flu atau apalah. Kali ini saya merasakannya, wow..dingiin padahal badan hangat, nyeri badan ga keruan. Ini berulang padahal baru pekan kemarin ketemu dokter, komennya singkat, asam lambung tinggi, istirahat. Beres minum obat langsung cespleng kayaknya, jadi bisa beraktivitas dan wara-wiri (kayak tukang ojek). Ah ternyata, dia datang lagi, tubuh minta perhatian. Please… akhirnya aku mengurai apa salahku dan apa dosaku padamu hingga lowbat, seperti handphone kurang dicas.
Akhirnya saya mengaku dech… Pertama, dalam sebulan terakhir jarang olahraga, meskipun olahrga kurang maksimal, baru jalan pagi 10 menit, sudah rusuh dengan pekerjaan lain. sarapan dan bekal anak belum siap, jadwal ngajar pagi sudah dekat.. (alasan memang). Kedua, tidur sepertinya kurang maksimal, meski sampai 7 jam, tetapi kualitasnya kurang. Di tengah tidur Pake iklan buatkan susu bayi, ganti popok, dan kadang mimpi dikejar semut (klo mimpi ini pasti ngarang). Dua hal itu saja sudah jadi alasan kuat untuk membuat tubuh tidak sehat. Belum lagi kalau ditanya apakah mengalami stress? Hmm… rasanya tidak (tidak ngaku).
Sebenanrnya ini semua bisa diatasi, jangan sampai berlanjut, ini sinyal tubuh untuk lebih peduli dan mengatur hidup. Hidup sepenuhnya milik dan tanggung jawab diri sendiri. Sambil mengingat-ingat yang telah lalu, dan memperbaiki, akhirnya saya membuka buka seri Healthy Life. Tampak jelas kesalahan dan juga solusi yang mesti lebih ditekankan. Inilah point yang dapat saya ambil:
1. Memorizing
Menelususri track record aktivitas kebelakang. Apa kurangnya, dan apa lebihnya. Kalau untuk sakit ringan masih bisalah melakukan ini, sambil minum teh hangat, menyepi dan membeberkan aktvitas diri kebelakang, atau karena tubuh sedang terasa dingin, bisa sambil jalan dan gerak-gerakan badan. Sadar ini ada yang tidak beres dan segera perbaiki. Asli habis itu bobok lagi. Lemes euy.. ternyata langkah saya ini diragukan, ini membuat saya lelah. Jangan dipaksakan tentunya. Akhirnya sambil bobok mulai aktivitas lain, menghitung berkah.
2. Menghitung Syukur
Aktivitas bersyukur mempengaruhi aktivitas otak. Bersyukur menghasilkan energy positif. Kecemasan sebaliknya menambah berat dan merusak otak jika berkepanjangan. Saya coba tampilkan gambarnya, saya bukan ahli otak. Jadi hanya kutip gambarnya

Sumber: Daniel G Amen, Change Your Brain Change Your Body, 2012. h.249
Kurang jelas memang gambarnya, tetapi ini dari gambar di atas menunjukkan bahwa rasa syukur mengpengaruhi kerja otak tepatnya pada lobus temporal menjadi sehat. Sedangkan kecemasan dan rasa takut aktivitas lobus temporalnya menurun tajam. Jadi rasa syukur adalah berkah yang patut disyukuri karena otak menjadi sehat.
Akhirnya saya mulai menghitung syukur:
a) terima kasih buku-buku yang ada di kamar, yang pasti bukan datang sendiri tetapi ada banyak lantarannya. Ada yang sengaja membeli, ada juga yang sangat berbaik hati dan peduli meminjamkan bahkan memberi saya buku. Dengan ini saya jadi pintar. (ngaku2)
b) berkah anak-anak yang menyenangkan, meski saya terkadang kurang sabar, tetapi sesungguhnya saya sangat mencintai dan peduli mereka. (versi ibu bawel)
c) teman hidup yang pengertian. Sebenarnya saya bisa ambil air hangat sendiri, tetapi tanpa komentar dia tetap diberinya meski baru saja ganti celana bayi yang ngompol.
d) terima kasih untuk tempat yang nyaman ditinggali
e) puji syukur, laptop yang masih layak, printer yang oke dan modem yang lancar.
f) terima kasih juga listrik yang menyala, air kran yang jernih.
Dan seterusnya….
Ah nanti kebanyakan kalau ditulis semua di sini. Intinya masih banyak syukur yang tidak terhitung jumlahnya.
3. Meditasi
Olahrga yoga, meditasi juga membatu kesembuhan. Meditasi dan yoga memang dua hal yang berbeda. Tetapi masih berkaitan. Keduanya kerap dijadikan cara penyembuhan. Meditasi sebagai cara penyembeuhan alami bisa baca artikelnya Om Tjip. http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2013/11/12/meditasi-cara-penyembuhan-diri-secara-alami-610104.html.
Aktifitas ini membimbing pada ketenangan batin, kesadaran jiwa dan menyelaraskan diri ke dalam. Cara ini pula dapat mengatasi stress. Bagi saya doa dan shalat mestinya bisa dijadikan cara yeng tepat. Karena keyakinan pada Tuhan yang maha menyembuhkan. Terdapat banyak doa yang diajarkan untuk kesembuhan. Begitu pula dengan shalat asal dijaga koneksi atau keterhubungan dengan Khalik sejak awal dan sepanjang shalat memiliki efek yang lebih baik. Shalat dan doa merupakan ibadah yang memiliki dimensi kesehatan yang kuat.
4. Manajemen Stress
Stress adalah beban yang menumpuk sehingga membuat yang bersangkutan terbebani. Masalahnya mudah, karena tidak bisa menolak apa yang datang sehingga menumpuk dan sulit untuk mengaturnya. Kemampuan untuk mengatakan tidak adalah cara terbaik untuk mengatur aktivitas dan menghindari strees. Ini maksudnya tidak lantas berkata ‘tidak’ saat mendapat tawaran atau kesempatan baru, tetapi dengan bijak dapat dikatakan “saya pikirkan dahulu’ artinya kita menyesuiakan dengan segala sesuatu yang ada dengan tujuan dan fokus yang dijalani.
5. Tertawa
Tertawa dinggap baik bagi system kekebalan tubuh, karena tertawa dapat menurunkan poduksi hormone stress. Tetapi sayang orang dewasa sudah tidak sebanyak anak kecil tertawa. Anak-anak lebih mudah tertawa melihat sesutau yang orang dewasa tidak terdorong untuk tertawa. Saat yang tepat mulai menertawakan diri sendiri, sebelum orang lain menertawakan.

Sebenarnya cara di atas lebih banyak untuk menjaga kesehatan, menghindari atau meredakan stress. Jika ada sesuatu yang sakit bersifat fisik, tentu ke dokter berobatlah. (ada dokter Wahyu kan…) Namun setidaknya aktifitas ini dapat mengurangi nyeri dan membantu kesembuhan.

Salam

Menggali Makna Sabar

Menggali Makna Sabar

Sabar kata yang mudah diucapkan namun butuh perjuangan ketika menjalankan sifat sabar. Bagaimana tidak di tengah hidup yang tidak selalu berjalan lurus, linier dan determinan, saat bertemu badai memporak porandakan kemapanan dan kestabilan hidup, sabar hadapi tantangannya.. (ya meski.. bada pasti berlalu…#nyanyi) Lalu apa pesan sabar yang membuat sifat itu menjadi alat dalam menghadapi berbagai dinamika hidup. Banyak kita mensalah artikan sabar, sabar bukan berarti statis, diam dan terima saja tanpa usaha.

Jika sabar diartikan diam, ststis dan terima saja tanpa ada upaya maka orang sabar pasti tergilas, tertinggal dan tidak ada perubahan hidup. Sabar itu adalah dinamis, mendapati kenyataan hancur bukan lantas diam, tetapi berusa bangkit dari kehancuran. Mencari alternative penyelesaian, mengupayakan perbaikan itulah makna sabar. Untuk bergerak maju dan berupaya dari kegagalan atau musibah dbutuhkan sikap penerimaan atas musibah yang dialami sebagai bagian dari ketentuan hidup yang harus dialami. Penerimaan dijadikan sebuah kesadaran awal, bahwa hidup memang tidak selalu berjalan lurus. Setelah itu bergeraklah, tidak larut dalam mendramatisisr keadaan. Teori memang mudah ya dikatakan, memang mestinya begitu. Tidak banyak yang bersabar bisa jadi karena tidak mengerti manisnya sabar, apa gunanya sabar, yuk kita lihat berikut ini:

1. Sebagai Alat Mendapat Pertolongan Allah
Jika meminta tolong kepada Allah, sabar adalah alatnya, karena Allah memiliki banyak cara memberikan pertolongan kepada kita. Tentu tidak selamanya enak atau tidak enak. Ukuran enak dan tidak enak menurut kita tentu berbeda dengan yang Maha mengetahui diri kita sendiri. Hidup susah memang tidak enak sudah berupaya segala cara belum berhasil, tetaplah sabar, tetaplah berusaha karena kita tidak pernah mengetahui rencana Tuhan untuk hidup yang dijalani. Satu hal yang menjadi paket yang tidak boleh lepas saat memohon pertolongan kepada Allah yaitu dibarengi shalat. Sebagai bentuk kontemplasi diri, komunikasi spiritual, pemujaan, penghambaan, kepasrahan dan ketundukan kepada yang Maha mengetahui segalanya. Itulah pesan yang tersurat dalam firman-Nya 2:153 … “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

2. Mencapai Tujuan
Kalau tidak sabar mana mungkin sampai kepada tujuan. Jika tidak sabar mana mungkin berhasil. Orang yang sabar saja belum tentu sampai kepada tujuan, apalagi yang tidak sabar. Upaya dalam kesabaran merupakan proses yang penting ketimbang sampai kepada hasil atau tujuan.

3. Kebahagiaan Abadi
Sabar meski dalam penderitaan sesungguhnya telah sampai kepada kebahagiaan yang tidak ternilai. Sabar dalam kesenangan pun kebahagiaan. Bagaimana sabar dalam kesenangan? Kesenangan hidup tidak membuat lupa diri bahwa apa yang dimilikinya sesungguhnya bukan milik diri seutuhnya. Apalagi kalau sampai rebut hak orang lain, pasti hidup tidak bahagia. Ada hak-hak orang lain yang mesti disampaikan dan diberikan. Berbagi dan peduli dengan apa yang dimiliki juga adalah kebahagiaan. Sabar tidak melulu dalam musibah, dalam anugerah dan berkah tetaplah sabar.

Nomor selanjutnya koq ya susah keluar, padahal belum dalam gali sumurnya, eh maknanya. Maksud hati menggali makna, tetapi jadinya segitu. Keterbatasan diri, dengan kelemahan yang tidak berbatas. Disudahi dulu saja, bukan berarti nulisnya tidak sabar. Ada paket sabar yang belum dilaksankan. 

Asah dan Latih Intuisi, Dengarkan Katanya

Asah dan Latih Intuisi, Dengarkan Katanya

“Ma, dinda sakit perut, dari tadi nangis terus, sudah diberi minyak kayu putih. Sekarang ada di kantor. Bagaimana Ma, apa di rumah ada orang jika diantar ke rumah?” bunyi sms dari guru kelas di sekolah, terbaca di handphone saat dihidupkan setelah beberapa jam dimatikan. Sebelum mematikan hp siang itu sempat terpikir bagaimana jika pas dimatikan ada kabar yang penting. Tetapi pikiran itu diabaikan. Saya mematikannya dan mendapati itu kenyataan, anak tiba-tiba sakit di sekolah dan membuat panik guru. Dari kejadian ini jadi terpikir tentang firasat atau intuisi. Saya telah diingatkan, tetapi diabaikan, sambil kerja merasa tidak tenang, akhirnya dinyalakan juga hp, nyatalah yang diabaikan itu terjadi. Biasanya juga tidak matikan hp siang hari. Baru matikan hari itu juga padahal sebentar. Apapun ceritanya, saya jadi tertarik membahas intuisi.
Intuisi adalah pengetahuan langsung atau segera, tanpa kesadaran terlibat dalam kegiatan persiapan berpikir. Dalam arti lain suatu pertimbangan yang dibuat tanpa renungan pendahuluan (Chaplin, kamus Psikologi, h. 260). Spontan, tanpa sadar, entah dari mana munculnya, tiba-tiba muncul dibenak kita dan mengatakan sesuatu (tetapi bukan juga bisikan-bisikan gajebo). Setiap kita memiliki kemampuan intusi, namun seberapa jauh kita memanfaatkan, mengasah dan melatih intuisi itu menjadi tajam dan kuat, tentu masaing-masing kita berbeda.
Kemampuan intuitif sebenarnya menggunakan cara kerja otak belahan kanan. Terkadang hasil dari pikiran tersebut bersifat irrasional. Carl G Jung membahas kemampuan ini dalam tipe kepribadian bahwa intuisi adalah fungsi irasional yang muncul tanpa diketahui alasan yang rasional dan entah darimana pula asal pikiran itu muncul. … irrational function -intuition- is knowing about something without conscious understanding of where that knowledge comes from. The ”irrational” function, according to Jung, is typical for mental and perceptual activity that predominantly … (http://stottilien.com/2012/03/05/carl-g-jungs-typology-classification/). Ya bagaimana tidak irasional, menemukan kecenderungan orang saat pertama berjabat tangan dan berkenalan. Merasakan orang ini seperti kurang menyenangkan dan lainnya padahal sebelumnya kita tidak pernah kenal. Bahaya memang jika salah menempatkan, namun ini adalah tanda agar dapat berhati-hati.
Meski intuisi bersifat irasional, telah banyak intuisi dapat mengubah hidup seseorang, jika orang itu mengambil tindakan dari apa yang terbersit kuat dipikirannya. Keputusan-keputusan intuitif banyak digunakan pebisins dalam mengambil tindakan, seperti keputusan membeli saham, meski secara rasional harga yang sangat tinggi, seperti yang dilakukan Ray Krock mengatakan “intuisi saya mendorong saya untuk tetap dan harus membelinya” hasilnya McDonalds tersebar dimana-mana. Tidak hanya pebisnis, ilmuan sekaliber Einstein pun mengatakan “Saya tidak menemukan pengertian saya pada hukum universal hanya dengan pikiran analitis. Satu-satunya hal yang berharga adalah intuisi”. Artinya memang intuisi itu berperan dan penting. Lao Tzu mengatakan, “The Power of Intuitive understanding will protect you from harm until the end of your days” banyak lagi tokoh yang membuat keputusan melibatkan intuisinya.
Kemampuan intuitif muncul dan memberikan sinyal kepada kita, jika intuisi itu ditemukan dan dijalankan maka sesuatu mejadi lebih mudah. Intuisi bukan sembarang pikiran sebenarnya, ia keluar berdasarkan banyak data yang tersimpan di pikiran bawah sadar. Karena itu kepekaan menjaga dan melatih intuisi menjadi penting. Bagaimana mengasah intuisi, beberapa ini saya sarikan:
1. Relaksasi
Kesibukan dan kepadatan yang hampir merampas waktu 24 jam kita, membuat tubuh dan otak bekerja kelelahan. Relaksasi, bermeditasi, menenangkan pikiran sejenak, manarik nafas dan menikmati setiap helaan nafas. Dalam kondisi relaks dan tenang gelombang alfa bekerja mengaktivasi otak kanan, lebih dapat mendengarkan intuisi dengan jernih. Enaknya lakukan relaksasi dini hari atau malam hari.
2. Melatih Menerka dan Membaca Emosi
Jika bunyi sms, sebelum membuka, terka lebih dahulu sms siapa yang masuk. Dari setiap terkaan berapa banyak meleset dengan benarnya. (tidak perlu dihitung, latih aja). Dugaan yang kita buat tentu bukan sembarang. Seluruh data dalam memori bekerja, menghubungkan kemungkinan sms siapa yang masuk. Jadi dugaannya tidak asal menduga.
Cara berikutnya cob abaca emosi orang-orang yang sedang berkumpul dengan kita, misalnya saat rapat atau lainnya. Lihat apakah mereka sedih, bahagia, gembira, takut, marah atau lainnya. Kemudian coba dijelaskan dengan intuitif, kira-kira apa yang menyebabkan itu terjadi.
3. Membaca Sinyal Tubuh
Tubuh akan memberikan sinyal seperti berat, terasa tidak enak. Sebenarnya itu adalah tanda yang perlu diperhitungkan dalam tindakan yang kita ambil. Tubuh akan ringan, semangat jika memang sesuatu itu baik-baik dan menyenangkan. Sebaliknya terasa berat artinya ada yang tidak beres. Perlu berhati-hati atau waspada.
Masih banyak lagi cara-cara mengasah dan melatih intuisi, cukup tiga saja dulu, selamat mempraktekan dan mendengarkan intuisi bicara.