Refleksi & Move on, Makna Hijriyah

Refleksi & Move on, Makna Hijriyah

Memasuki tahun 1435 H rasanya tidak ada telat untuk membicarakan lagi. Melihat berbagai acara dilangsungkan menyambut hijriyah, seperti pawai obor, baca yasin bareng, shalat magrib bersama dan membaca doa awal tahun. Tidak ketinggalan semarak ucapan dan harapan memasuki tahun baru yang bertebaran diberbagai sosmed. Tidak ada yang salah semua itu dilakukan. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah esensi atau makna yang penting ditembus ke dalam bathin dan berwujud pada tindakan akan hakikat hijriyah.

Mengapa harus pawai obor, kayaknya sekarang lampu aja terang benderang. Jalan malam hari bawa obor dan beramai-ramai. Tidak salah juga, maksudnya adalah mengingatkan bahwa ini tanda memasuki tahun baru hijriyyah. Bukan lantas menjadi patokan karena masehi, memasuki tahun baru ramai bakar-bakar. Bakar jagung, bakar ayam, bakar ikan, bakar kambing, itu juga sah-sah saja asal jangan bakar rumah. Nanti mau tinggal dimana.

Ucapan tahun baru hijriyah apa perlu? Bukan persoalan perlu atau tidak. Apalagi kalau dibadingkan zaman Rasul waktu itu, pasti tidak ada yang mengucapkan selamat tahun baru hijriyah. Apalagi lewat berbagi sosmed, pakai kartu ucapan aja tidak. Apakah tidak menyalahi atau bid’ah melakukan sesuatu yang tidak dilakukan rasul? Ketimbang melabel bid’ah atau tidak lebih baik melihat sisi positifnya. Siapa yang tidak mau selamat, semua orang mau selamat, apalagi dari tahun ke tahun, hidup selamat, seperti selamat dari kejahatan, selamat dari fitnah, selamat dari tindakan penggelapan uang, dan selamat dari korupsi. Siapa yang tidak ingin limpahan doa dan kebaikan. Biasanya orang mengucapkan selamat beriiring doa. Tidak ada doa yang buruk dalam mengiringi kebaikan. Ada doa dan harapan setelahnya, jika diaminkan, dan dikabulkan ada tebaran kebaikan.

Saya tidak lagi mempersoalkan acara apapun dan kegiatan apapun selama itu bermanfaat terkait dengan hijriyah, kenapa tidak, tetapi jangan dilupakan makna hijriyah sesungguhnya. Saya coba menuliskan beberapa diantaranya:

1. Momentum Dakwah
Terdapat makna perjalanan dakwah dalam hijriyah. Sekian lama rasul dan sahabat berdakwah di Mekah tidak memberikan kemajuan yang berarti. Malah penindasan, cacian dan makian yang makin menggila, bahkan nyawa pun teracam. Ditengah kesulitan itu tidak ada toleran untuk bargaining, menukar apalagi menggadai keyakinan yang didakwahkan. Pilihan tepat adalah pindah. Itulah hijrah. Meninggalkan Mekkah, menata kehidupan yang lebih baik menuju Madinah.

2. Merefleksikan dakwah
Memotret kehidupan dakwah Rasul meski penuh dengan darah dan nyawa kala itu, bukan berarti kita serta merta melakukan itu. Tidak ada yang memulai itu, meskipun derita luar biasa karena perlakuan kafir mekkah. Ketika Rasul kembali dan mendapat kemenangan tidak ada satu tetes darahpun yang menetes. Rasul tidak membalas perlakukan keji mereka. Rasul mendakwahkan adalah agama kasih sayang bagi alam semesta, bukan saja manusia tetapi seluruh makhluk Allah di muka bumi “Rahmatan lil ‘alamiin”. Peace ya.. hidup dalam damai dan terus berbuat baik.

3. Hijrah artinya Move on
Masih hidup bergeraklah. Kalau sudah tidak hidup tinggal digotong aja ke makam (hee… sadis). Memilih hidup artinya bergerak. Bukan juga kutu loncat, bergerak sana-sini. Kehidupan tidak selalu berjalan mulus dan linier. Penuh liku, percabangan dan lubang. Jika masuk kedalam wilayah yang membuat terpuruk, mundur dan terjerebab jurang jangan diteruskan. tidak perlu lama menyiksa diri segera bergerak pada tempat yang membahagiakan dan mencerahkan. Hijrah itulah pindah dari yang gelap menuju terang, buruk menuju baik, galau ke move on, sakit menuju sehat dan Lesu menuju semangat
Bukan hal yang mudah untuk bergerak positif, butuh pengorbanan dan kekuatan berlebih. Tetapi bukan hal yang sulit pula, karena perubahan bisa dilakukan.
Makna selanjutnya sudah tidak terpikir, ketikan langsung menuju end, bunyi azan subuh membuat saya kudu hijrah ke mekkah, walah jauh amat.. bergerak menuju tempat lain.
salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s