Mata, kawan dalam diri yang bercerita

Mata, kawan dalam diri yang bercerita
Menyaksiakan indah pemadangan, gunung menjulang, rumput menghampar, bunga yang menarik perhatian dengan warna-warni menawan…
Menatap indahnya langit yang berhias bintang, dalam sinaran bulan purnama yang benderang dalam senyum langit malam.
Pagi beringsut siang, langit biru, awan putih berarak, angin semilir mengusap kulit. Matahari hangat menyinari alam tanpa henti.
Hiruk pikuk kehidupan, gedung yang menjulang tinggi, segenap pikiran dan raga bekerja, berpakaian rapih, bersih dan menawan. Dunia ada dalam genggaman, bergerak dan terus taklukan mimpi.
Sepasang tua renta berjalan, mengais rejeki di jalanan. Menadah tangan, memungut sampah dan menikmati untuk sekedar makan siang.
Larut dalam buah pikiran yang mencerahkan, membangkitkan jiwa dan mengobarkan semangat melewati untaian kata yang tertulis, menggerakan batin keluar batas dalam kenikmatan menyelami kata dan makna.
Kecintaan yang menyejukkan hati, mengundang senyum dan berbalut kasih sayang. Melihat keceriaan, menatap keindahan dan menyaksikan kebahagiaan.
Banyak yang tidak mampu terurai lewat kata dari keindahan yang terpancar dari setiap tatap mata.
Sampai pada kesadaran pada apa yang disaksikan, dilihat dan dirasakan ini karena nikmat dan anugerah mata yang telah Kau berikan.
Anugerah penglihatan membawa menemmbus batas, melewati gelap, melintas samudra, dengan sahabat penglihatan berjalan dan menyaksikan.
Bagai sahabat setia yang tidak pernah lepas, selalu bersama dan saling membantu, memahami dan mengerti. Kini tiada, penglihatan hanya gelap. Semua serba hitam, tidak terlihat warna cantik, indah senyum dan rupa yang menawan. Sahabat setia itu tidak lagi bisa membantu dan menemani. Penglihatan itu sudah tidak ada.
Hidup berkawan sebatang tongkat dan bersykur seorang yang rela dengan mengorbankan hidupnya menemani, mendampingi. Membacakan, menuliskan dan menunjukkan apa yang dibutuhkan. Sahabat itu seperti tidak pernah lelah melakukannya.
Sesungguhnya harga sebuah penglihatan sangat tidak terhingga. Begitu luar biasa yang telah menganugerahkan peglihatan ini. Menemani sepanjang hayat, semoga selalu.
Tidak ada kata yang bisa terucap menatap mata dan pesona yang diraihnya, seperti memiliki sejuta kawan dalam diri yang terus bercerita dan berbicara pada setiap apa yang dilihat. Mengajarkan untuk syukur, berterima kasih kepada sang pemilik Mata.
#Inspiring Mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s