Asah dan Latih Intuisi, Dengarkan Katanya

Asah dan Latih Intuisi, Dengarkan Katanya

“Ma, dinda sakit perut, dari tadi nangis terus, sudah diberi minyak kayu putih. Sekarang ada di kantor. Bagaimana Ma, apa di rumah ada orang jika diantar ke rumah?” bunyi sms dari guru kelas di sekolah, terbaca di handphone saat dihidupkan setelah beberapa jam dimatikan. Sebelum mematikan hp siang itu sempat terpikir bagaimana jika pas dimatikan ada kabar yang penting. Tetapi pikiran itu diabaikan. Saya mematikannya dan mendapati itu kenyataan, anak tiba-tiba sakit di sekolah dan membuat panik guru. Dari kejadian ini jadi terpikir tentang firasat atau intuisi. Saya telah diingatkan, tetapi diabaikan, sambil kerja merasa tidak tenang, akhirnya dinyalakan juga hp, nyatalah yang diabaikan itu terjadi. Biasanya juga tidak matikan hp siang hari. Baru matikan hari itu juga padahal sebentar. Apapun ceritanya, saya jadi tertarik membahas intuisi.
Intuisi adalah pengetahuan langsung atau segera, tanpa kesadaran terlibat dalam kegiatan persiapan berpikir. Dalam arti lain suatu pertimbangan yang dibuat tanpa renungan pendahuluan (Chaplin, kamus Psikologi, h. 260). Spontan, tanpa sadar, entah dari mana munculnya, tiba-tiba muncul dibenak kita dan mengatakan sesuatu (tetapi bukan juga bisikan-bisikan gajebo). Setiap kita memiliki kemampuan intusi, namun seberapa jauh kita memanfaatkan, mengasah dan melatih intuisi itu menjadi tajam dan kuat, tentu masaing-masing kita berbeda.
Kemampuan intuitif sebenarnya menggunakan cara kerja otak belahan kanan. Terkadang hasil dari pikiran tersebut bersifat irrasional. Carl G Jung membahas kemampuan ini dalam tipe kepribadian bahwa intuisi adalah fungsi irasional yang muncul tanpa diketahui alasan yang rasional dan entah darimana pula asal pikiran itu muncul. … irrational function -intuition- is knowing about something without conscious understanding of where that knowledge comes from. The ”irrational” function, according to Jung, is typical for mental and perceptual activity that predominantly … (http://stottilien.com/2012/03/05/carl-g-jungs-typology-classification/). Ya bagaimana tidak irasional, menemukan kecenderungan orang saat pertama berjabat tangan dan berkenalan. Merasakan orang ini seperti kurang menyenangkan dan lainnya padahal sebelumnya kita tidak pernah kenal. Bahaya memang jika salah menempatkan, namun ini adalah tanda agar dapat berhati-hati.
Meski intuisi bersifat irasional, telah banyak intuisi dapat mengubah hidup seseorang, jika orang itu mengambil tindakan dari apa yang terbersit kuat dipikirannya. Keputusan-keputusan intuitif banyak digunakan pebisins dalam mengambil tindakan, seperti keputusan membeli saham, meski secara rasional harga yang sangat tinggi, seperti yang dilakukan Ray Krock mengatakan “intuisi saya mendorong saya untuk tetap dan harus membelinya” hasilnya McDonalds tersebar dimana-mana. Tidak hanya pebisnis, ilmuan sekaliber Einstein pun mengatakan “Saya tidak menemukan pengertian saya pada hukum universal hanya dengan pikiran analitis. Satu-satunya hal yang berharga adalah intuisi”. Artinya memang intuisi itu berperan dan penting. Lao Tzu mengatakan, “The Power of Intuitive understanding will protect you from harm until the end of your days” banyak lagi tokoh yang membuat keputusan melibatkan intuisinya.
Kemampuan intuitif muncul dan memberikan sinyal kepada kita, jika intuisi itu ditemukan dan dijalankan maka sesuatu mejadi lebih mudah. Intuisi bukan sembarang pikiran sebenarnya, ia keluar berdasarkan banyak data yang tersimpan di pikiran bawah sadar. Karena itu kepekaan menjaga dan melatih intuisi menjadi penting. Bagaimana mengasah intuisi, beberapa ini saya sarikan:
1. Relaksasi
Kesibukan dan kepadatan yang hampir merampas waktu 24 jam kita, membuat tubuh dan otak bekerja kelelahan. Relaksasi, bermeditasi, menenangkan pikiran sejenak, manarik nafas dan menikmati setiap helaan nafas. Dalam kondisi relaks dan tenang gelombang alfa bekerja mengaktivasi otak kanan, lebih dapat mendengarkan intuisi dengan jernih. Enaknya lakukan relaksasi dini hari atau malam hari.
2. Melatih Menerka dan Membaca Emosi
Jika bunyi sms, sebelum membuka, terka lebih dahulu sms siapa yang masuk. Dari setiap terkaan berapa banyak meleset dengan benarnya. (tidak perlu dihitung, latih aja). Dugaan yang kita buat tentu bukan sembarang. Seluruh data dalam memori bekerja, menghubungkan kemungkinan sms siapa yang masuk. Jadi dugaannya tidak asal menduga.
Cara berikutnya cob abaca emosi orang-orang yang sedang berkumpul dengan kita, misalnya saat rapat atau lainnya. Lihat apakah mereka sedih, bahagia, gembira, takut, marah atau lainnya. Kemudian coba dijelaskan dengan intuitif, kira-kira apa yang menyebabkan itu terjadi.
3. Membaca Sinyal Tubuh
Tubuh akan memberikan sinyal seperti berat, terasa tidak enak. Sebenarnya itu adalah tanda yang perlu diperhitungkan dalam tindakan yang kita ambil. Tubuh akan ringan, semangat jika memang sesuatu itu baik-baik dan menyenangkan. Sebaliknya terasa berat artinya ada yang tidak beres. Perlu berhati-hati atau waspada.
Masih banyak lagi cara-cara mengasah dan melatih intuisi, cukup tiga saja dulu, selamat mempraktekan dan mendengarkan intuisi bicara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s