Jangan Tanya Lagi Dimana.. Aku Dekat

Jangan Tanya Lagi Dimana.. Aku Dekat

Meski kitab yang dibaca berbahasa Arab, namun saya termasuk yang kurang faham dengan tulisan yang dibaca dalam bahasa Arab. Jadilah kini setiap kali membaca dalam bahasa Arabnya, dilanjutkan membaca terjemahnya dalam bahasa Inggris (walah tambah ngaco). Qur’an terjemah bahasa Indonesia membantu saya memahami ayat yang dibaca.

Setiap kali membaca artinya, setiap itu pula persepsi diri akan ayat yang dibaca menjelajah, menerawang sendiri sesuai dengan pengalaman sendiri. Bukan menafsirkan, tetapi mempersepsi sendiri. Kalau mau dibilang tafsir ya tafsir dewekan. Kadang isi bacaan itu begitu cocok dengan suasana batin. Saya memberi tanda dibacaan itu, jadilah tu Qur’an terjemah banyak tanda dimana-mana. Termasuk saya menandai bacaan ini,

… apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,… 2:186.

Yang terlintas dipikiran, terkadang saya lupa bahwa ada yang selalu setia dan begitu dekat. Ketika limbung, lebih sibuk mencari ini kesalahan siapa, lebih suka menyalahkan diri sendiri, orang lain ketimbang keluar dari belenggu kesalahan dan menyalahkan. Habis energi dan masalah tidak selesai. Perasaan menjadi kusut dan tidak tenang. Ini bukan sebuah tindakan yang baik. Ini pertanda buruk bagi sikap diri dan kesehatan diri sendiri.

Bersyukur kemampuan baca, tulis dan hitung dari sejak SD berlanjut dan bisa diterapkan hingga sekarang. Ya, membaca, menulis dan berhitung menjadi kekuatan, untuk mencari dan mengembangkan diri. Termasuk baca ayat di atas, berarti jika sulit tidak lagi tanya, “Tuhan dimana, dimana, dimana”? Dia dekat. Sudah jangan lagi tanya dimana tetapi langsung saja mengajukan permohonan. Tanpa pelu diketik, pakai perangko atau diantar ke kantor pos. tinggal katakan saja “tanpa harus kuurai detail, Engkau sesungguhnya mengtahui apa yang terjadi dan apa yang terbaik untuk diri ini, berikan sabar dan segeralah, berikan yang terbaik”. (sedikit memaksa dan kelihatan tidak sabar juga…hee). Untung curhatnya dengan Tuhan, memaklumi dengan ciptaanNya serupa ini.

Jangan keburu enak dan kepedean, kelihatan gampang, susah tinggal minta, sulit tinggal memohon. Ada berikutnya yang butuh perjuangan, kalau hanya minta dan memohon, setiap langkah, sambil diam, duduk atau berbaring juga bisa. Tetapi kalimat “hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku” ini yang mejadi tantangan besar di tengah hidup yang mempesonakan dan makin menua. Semoga kesadaran membuat hidup indah kini dan nanti.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s