Berbagi Cerita Penelitian Kualitatif

Berbagi Cerita Penelitian Kualitatif

Rabu sore 20 Nop 2013, terjadwal mengisi acara dadakan untuk berbagi cerita penelitian kualitatif kepada mahasiswa STFI Sadra. Mengapa dadakan ya karena baru dikabari selasa sorenya. Tentu tanpa persiapan apapun kecuali pengalaman dan apa yang ada di kepala saja yang jadi modal. Mahasiswa ini akan melakukan praktek penelitian kualitatif ke lapangan. Saya terbanyang apa yang mesti mereka ketahui dan lakukan, dengan ini saya bersedia mengisi acara dadakan ini, meski pun terjadwal sebelumnya adalah penulis dan peneliti kualitatif senior.. (saya, tentu jomplang bangets). Tetapi untungnya saya tidak pikirkan itu, yang terpikir saya berbagi dan mengambil kesempatan. Just it.

Ada hal yang kurang nyaman awalnya karena menggantikan pakar kualitatif sungguhan yang tidak bisa hadir berbicara di depan mahasiswa, yang sudah dijanjikan oleh dosennya. Ini juga disampaikan dosen mata kuliah metodologi penelitian dengan meminta maaf ke mahasiswa, kalau pembicara yang dijanjikan tidak bisa hadir. Saya merasa jadi pembicara jadi-jadian, tetapi saya tidak hilang akal untuk menyakinkan mahasiswa kalau dosen mereka tidak salah pilih saya sebagai pengganti. (pede lah..)

Saya datang, dengan berbekal alamat via sms, saya selusuri, mulai naik kereta dan turun di pasar minggu, kemudian menyambung dengan angkutan ke lokasi. Mudah untuk dijumpai sekolah tinggi ini. Suasana yang mirip rumah dan perkantoran, ruang yang cukup nyaman. Sebelum pukul 15.00 saya sudah tiba, satu persatu mahasiswa memasuki ruang. Sambil menunggu saya berbincang dengan bapak Andri Syawaudin, beliau yang mengundang saya untuk berbagi di kelasnya pada mata kuliah metodologi penelitian.
Diberitahukan acara mulai pukul 15.00 dan selesai pukul 17.00 namun tidak terasa sampai terlewat 20 menit, karena asyiknya perbincangan dan contoh-contoh yang mahasiswa lakukan.
Ketika praktik bagaimana membuat catatan lapangan, sebagai data utama dalam penelitian kualitatif, saya meminta mahasiswa mempraktekan bagaimana melakukan pengamatan dan membuat catatan pengamatan. Dengan mendeskripsikan objek yang dipilih yang ada di dalam ruangan mereka menuliskannya. Saya meminta mahasiswa yang bersedia ke depan dan membacakan hasil catatannya, diberi kesempatan 3 orang mahasiswa. Yang terpavorit pemaparan isi/deskripsinya diberi hadiah. Setelah mengomentari isi pemaparan ketiga mahasiswa yang maju ke depan, menambah kurangkan, sehingga menjadi catatan yang sesuai, mana bagian deskriptif dan mana bagian reflektif. Kini giliran audiens/mahasiswa menilai mana isi pemaparan yang terfavorit. Mereka memilih isi pengamatan tentang yang sedang duduk di depan ya bapak Andri, menjadi hal menarik. Dalam catatan deskriptif mahasiswa menggambarkan tampakan pak Andri. Dengan mengira-ngira berat badan, tinggi badan, penampakan kulit dan seterusnya. Sedikit mengundang tawa dan senyum, karena mereka mendeskripsikan dosen mereka sendiri dengan apa adanya.

Begitu pula pada teknik penggalian data melalui wawancara, mahasiswa praktek melakukan wawancara/ngobrol dengan tema bebas mereka pilih. Sebagai pewawancara dan yang diwawancara berasal dari mereka sendiri. Ada yang membahas tentang pembicara, kali ini saya yang jadi objek bahasan mereka. Mereka menyimpulkan saya kompeten untuk penelitian kualitatif dengan pengalaman dan karyanya (walah… padahal yang tahu sebenarnya pasti saya sendirilah).
Hal menarik berikutnya ada yang mengangkat tentang perempuan berbelanja. Sederhana tetapi itu memang dialami banyak perempuan, senang belanja tetapi pas pulang sedih uang habis. (cewek bangeet) mahasiswa ini mampu mengurai point fakta penting dari hasil wawancara yang dibuatnya. Kali ini ia mendapat hadiah buku yang kualitatif PAI yang ditulis Nusa Putra dan saya. Selesai acara, mereka yang dapat hadiah buku, minta ditanda tangani. Saya wakili ya pak Nusa Putra. 
sadra2
Tentu tidak mudah memahami penelitian kualitatif dalam sekali pertemuan. Namun ini menjadi awal mencoba dan melakukan yang bisa mereka lakukan. Memahami realitas yang majemuk, dan masuk kedalam pengalaman subyektif individu. Selamat Meneliti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s