Multitasking Keren Padahal Merugikan

Multitasking Keren Padahal Merugikan

 

Bisa mengerjakan banyak dalam waktu bersamaan wow.. keren kan. Bisa kirim email sambil browsing artikel, update status di facebook, di tweet dan sambil ngprint. Semua dikerjakan silih berganti.  Sedang kirim email, sambil membaca artikel yang sudah nongol di jendela sebelah.  Sambil baca nengok lagi ke email belum beres mengiirim karena muatan banyak, pindah ke facebook untuk tulis status dan komentar di wall. Sementara ngprint bahan siap dimulai. Tinta habis, sambil isi tinta, email gagal mengirim lampiran, ulangi email dan selesaikan isi tinta printer. Lihat inbox facebook, ada pesan masuk,  minta nomor dan alamat lengkap untuk kirim buku,  siap tulis yang diminta dan kirim.

 

 Begitu sibuk mata, tangan, pikiran yang melompat-lompat. Dari urusan satu ke urusan yang lain. Tanyakan hasilnya apa? Ternyata tidak sedikit yang membuat kesalahan, salah kirim artikel, lampiran yang dikirim kosong, bahan yang dpirint salah. Sungguh kerja yang tidak efektif. Ini pengalaman, melakukan dengan bergamam pekerjaan dalam sekali waktu, meski kecil tapi ini terasa mengganggu dan tidak efektif.

 

Bangun tidur dan bersiap untuk shalat, sambil nyalakan air pump karena tanki air kosong. Memasak air  karena termos kosong, nanti repot untuk buat susu bayi, atau membuat teh, kalau air termos kosong. Saya lakukan pekerjaan itu bebarengan. tekan stop kontak air, klik kompor nyalakan api dan siap shalat. Saya kira semua akan selesai setelah saya beres shalat, ternyata di beberapa menit rakaat terakhir, air sudah matang dan bunyinya makin kuat, ga mungkin shalat dibatalkan tanggung sedikit lagi. Saya biarkan, meski ketika shalat berpikir yang sedang tidur bisa terbangun, karena bunyi itu tidak berhenti dan makin keras. Hehe.. akhirnya ya, padahal dia baru nyenyak tidur.  Menganggu orang tidur dan shalat tidak fokus.

 

Masak sambil mengirim pesan, sms, seru lah.  Goreng tempe sambil jawab sms masuk untuk janjian pergi undangan, ketika agak serius tempat yang mana yang bisa strategis ketemu, mulai mikir dan kemudian mengirim pesan. Setelah selesai saya dapati tempe gosong. Hehe…

 

Contoh perkara di atas masih hal kecil, bagaimana jika hal-hal besar yang bukan saja merugikan diri tetapi juga mengancam nyawa orang lain. tentu kerugian yang sangat besar. Menelpon atau menulis pesan sambil menyetir kendaraan, memilih gelombang radio. Tiba-tiba ada kendaraan mendadak memotong, atau ada yang menyebrang, keputusan cepat mesti diambil tertunda beberapa detik, dalam kecepatan tinggi pula. Bayangkan saja apa yang terjadi.  Bisa jadi  telepon dan pesan yang dibuat sebagai telepon dan pesan terakhir kepada keluarga atau sahabat, karena maut mengancam.

 

Dalam urusan pekerjaan yang menyangkut karir dan masa depan multitasking bukan hal yang baik. Karena fokus terbagi. Meskipun bisa dilakukan, tetapi hanya sekedar bisa, dan itu memperlambat keberhasilan bidang yang sedang ditekuni. Tidak ada yang bisa dikerjakan dalam waktu bersamaan dengan hasil yang memuaskan.

 

Ini tentu hanya pendapat yang bisa saja diperdebatkan. Bisa saja ada yang memiliki pengalaman meski multitasking tetep sukses tu. Ok. Ceritakanlah gimana caranya?

 

Ibarat mengejar dua kelinci, sulit untuk mendapatkan keduanya dalam waktu yang sama.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s