UKUR PENDERITAAN

Tidak ada kesuksesan dan kebahagiaan tanpa perjuangan. Artinya banyak luka, duka, perih, lelah dan bermacam rasa yang berat yang dilewati untuk mencapai sesuatu yang tinggi. Ibarat menaiki sebuah bukit atau gunung, tentu perjalanan yang mendaki, terjal, dan curam. Bukan  perjalanan yang pendek, yang hanya selangkah atau dua langkah, tetapi perjalanan yang panjang dan kadang melelahkan.

 

Untuk sampai pada puncak yang tinggi, dilakukan langkah demi langkah. Mendaki dan meniti lngkah, tidak ada yang melangkah sekali langsung sampai di puncak gunung. Langkah adalah proses kecil yang dikerjakan terus menerus, hingga akhirnya sampai pada puncak yang tinggi.

 

Di puncak gunung, ketika berdiri di diketinggian sejenak nikmati pemandangan alam luas nan indah. Semua terlihat keseluruhan dari kejauhan puncak gunung. Ketika  di atas melihat ke bawah tempat kita berpijak, tempat hiruk pikuk bersaut.  Di atas ada langit luas yang terbentang, tidak ada penghuni lain selain kebesaran atas kuasaNya. Melihat ke bawah, melihat realitas kehidupan, dan beragam rupa wajah kehidupan.

 

Hidup dalam nyata, bukan sekedar angan kebahagiaan. Nyata usaha dan kerja yang dilakukan belum tentu sampai kepada hasil yang diharapkan. Hidup yang selalu mujur dengan kebaikan yang diperbuat dan mengira telah sampai kepada kesempurnaan hidup kini dan nanti, belumlah tentu. Hidup yang penuh dengan kesengsraan,  dan kekurangan hingga merasa lelah dan mengira bantuan dan pertolongan begitu jauh, tidak juga demikian. Semua kiraan tentang itu terjawab.

 

QS, 4:214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.

 

Nyata kehidupan yang telah lalu, tidak lepas dari cobaan. Malapetaka dan kesengsaraan serta goncangan hidup. Tuhan tidak diam, Tuhan melihat dan menyaksikan. Tuhan menyakinkan bahwa pertolongan itu dekat. Kesusahan di dunia tidaklah sebanding dengan kesengsaraan nanti. Ukur sedikit kesulitan yang dialami, belum seberapa pastinya.  Berjalan dan tetap mendaki percaya semua terganti dengan sempurna suatu saat nanti.  #reflect verse

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s