Ibu Sekolah Pertama Anak # Perempuan 1

Ibu Sekolah Pertama Anak  # Perempuan 1

Saya tidak terlalu faham gender, tetapi buatku perempuan harus lebih cerdas dan lebih baik. Tanpa mengesampingkan peran laki-laki, karena semunya berjalan secara harmoni membentuk pribadi-pribadi yang dapat berperan lebih baik. Bagaimana mungkin ada perempuan-isteri  hebat tanpa dukungan suami. Sebaliknya dibalik laki-laki yang hebat ada perempuan yang hebat pula. Dalam sebuah keluarga dan peran dalam keluarga mampu membuat laki-laki atau perempuan menjadi berdaya. karena itu tidak ada kesuksean pula tanpa keluarga.

“Al-umm madrosatul ula” ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ibu adalah teman setia yang mengasuh, mendidik dan mengajarkan dunia kepada anaknya. Anak mengenal dunia luar beberapa tahun setelah kelahariannya melalui ibu. Bayangkan jika anak ada dalam pengasuhan  ibu yang cerdas dan sholeh tentu apa yang diajarkan, dan cara mengasuh yang digunakan juga cara yang cerdas.

Sikap dan perilaku ibu sangat mudah ditiru anak, cara ibu bicara, cara ibu mensikapi masalah, bahkan cara ibu manyun karena marah, bisa ditiru anak. Anak belajar dan lekat dengan ibu. Karena itu hati-hati juga jangan sampai anak meniru sikap dan perilaku pembantu- Mbok Iyem yang ngasuh anak di rumah, Sejak bayi merah sampai balita Iyem yang ngasuh, ibu bekerja keluar rumah, Iyem bekerja di rumah Ibu. Jadilah anak-anak adalah anak Iyem. Tidak heran jika gaya-gaya dan senyumnya aja mirip Iyem. Hehe..tiap hari yang dilihat gayanya iyem.

Saya juga bukan wanita rumahan murni, oplosan dalam dan luar. Setengah di rumah dan setengah diluar rumah. Hehe… diluar ngajar mahasiswa, di rumah ngajar mahaguru. Anak-anak itu sebenarnya adalah guru dalam kehidupan. Ada banyak hal yang saya lupa anak memperlihatkannya.

Kepolosan, keceriaan dan kebahagiaan anak-anak adalah nafas dalam hidup. Apalagi saat mereka bayi, dia telah berjasa mengatarkan ibunya untuk menjadi sabar, tenang dan disiplin. Bagaimana tidak sabar, dia bangun di tengah kita sedang lelap tertidur. Anak jatuh atau sakit, ibu belajar tenang, karena kalau panik terbaca oleh anak dan tidak memberikan efek positif. Anak merengek menangis kesakitan, ibu obati dan usap sambil mengatakan “sebentar lagi sembuh…” Perilaku dan kata itu menjadi sebuah keyakinan dan membuat tenang anak.

Usia balita masih belajar toilet training, jika tidak disiplin, serem ya dengar kata disiplin, maksud saya dibiasakan untuk buang air kecil, tentu anak tidak akan mudah mengompol. Kalau khawatir mengompol kan bisa gunakan diaper- penyerap anti bocor. Hmm.. Saya gunakan itu biasanya  dalam keadaan darurat saja seperti membawa anak berpergian- keluar rumah. Setelah setahun sudah bisa terlihat pola anak buang air kecil. Tidak jauh beda dengan orang dewasa, bangun tidur pastilah ke kamar mandi, siang, sore  setelah makan dan sebelum tidur itu jam yang memungkinkan bisa digunakan membawa anak ke kamar mandi. Aman dijamin tidak banyak ompol dimana-mana.

Meskipun pekerjaan itu bisa diatasi oleh pembantu, tetapi jika saya dapat melakukannya sendiri sangat senang. Saya percaya anak pun akan lebih senang jika ibunya yang langsung membantu, mengasuh dan merawatnya. Naluri sebagai ibu pun demikian mengasuh dan merawat. Meskipun Ayah bisa lakukan, tetapi daya tahannya pasti berbeda dengan Ibu.

Masih banyak hal lain menyenangkan menjadi seorang Ibu. Tunggu dicerita lainnya ya..

2 thoughts on “Ibu Sekolah Pertama Anak # Perempuan 1

  1. Excellent, Bu Santi…..
    Anak adalah “Mahaguru” bagi sang ibu, karena anak adalah tempat terbaik untuk menguji teori2 yang pernah kita pelajari, menguji skill kita dalam mengendalikan emosi dan ability, lapangan terbaik untuk untuk menebar benih2 kebaikan masa depan, lapangan penelitian yang dapat menghasilkan ribuan karya ilmiah…..dan masih banyak lagi hal lain yang menginspirasi kehidupan kita.
    Anakmu adalah Permatamu….Masa depanmu….
    Be the best mother, be the best parent

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s