Malaikat Pun Bertanya, Siapakah Peniup Trompet Itu?

Malaikat Pun Bertanya, Siapakah Peniup Trompet Itu?

 

Dalam keheningan dan kesunyian malam para malaikat tengah bertasbih memuji Tuhan. Namun mendekati jam 12 malam, para malaikat dikagetkan dengan apa yang terjadi di bumi. Seolah-olah terjadi susul-menyusul ledakan dan  lompatan cahaya yang di langit yang kejar-mengejar. Lebih dikagetkan lagi dengan bunyi terompet yang terus menerus. Sampai berpikir salah satu malaikat mengenai tugas temannya yang meniup sangkakala, apakah tugas malaiat yang meniup sangkakala sudah dimulai?

 

Biasanya suara di bumi ketika hening menuju malam, banyak yang menyampaikan doa dengan tangisan dan tiada henti. Doa  yang tercatat terfavorit saat ini yaitu, pertama para caleg yang ingin lolos dalam pemilihan 2014. Malaikat pun mulai enggan mencatat doa-doa mereka, karena mereka lupa dengan janjinya saat setelah kursi yang mereka inginkan didapat.

 

Doa terfavorit kedua adalah doa para koruptor yang ingin dibebaskan dari jeratan hukum tanpa merasa bersalah dan menyesal. Malaikat pun sudah mulai bosan, para koruptor paling pandai membujuk rayu, dan membohongi. Begitu serakah dan tidak peduli, sampai masuk terporosok lubang pun masih belum menyadari segala kesalahan diri. Menyalahkan sistem yang membuatnya berlaku demikian itulah yang sering didengar. Sibuk dengan dendam dan menyalahkan yang lain, jika sekarang mendekam dalam hotel prodeo, sebenrnya ada yang mesti bertanggung jawab dan memliki kesalahan besar atas ini semua yaitu atasan. Begitulah gumam para korotor yang tidak sedikitpun merasa menyesal dan beritikad baik.

 

Akibat perbuatan merampok harta rakyat, banyak rakyat yang sengsara makin menderita. Sulit menikmati beras murah, harga daging yang terjangkau, atau biaya sekolah gratis. Koruptor tidak menyadari anak-anak yang menggelandang, memungut recehan dengan mengelap sepatu, membawa payung saat hujan dan membawakan barang bawaan orang yang berbelanja demi untuk bisa makan dan ongkos bersekolah.

 

Malaikat sangat senang mendengarkan doa anak-anak yang tertindas dan menginginkan perbaikan, menengar doa tulus orang-orang miskin papa yang ingin diberikan kekuatan dan kesabaran serta doa orang kaya yang ingn hartanya diberi keberkahan agar mampu berbagi tanpa banyak halangan dan merasa riya atau ingin dipuji orang.

 

Namun saat menjelang tengah malam waktu itu, malaikat benar-benar dikagetkan, suara doa dan tangisan mengadukan kesulitan dan keadaan hidup tidak sebanyak saat sebelumnya. Malam itu banyak terdengar suara musik, tawa dan hingar binger sejak sore hingga tengah malam yang makin menjadi. Apakah Tuhan mulai memerintahkan kiamat, siapakah yang meniup terompet itu, namun tidak ada goncangan di bumi. Malaikat pun bertanya-tanya.

3 thoughts on “Malaikat Pun Bertanya, Siapakah Peniup Trompet Itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s