Mendapat kutuk atau Berkah Ibu Kuncinya.

Mendapat kutuk atau Berkah Ibu Kuncinya.

 

Ibu dan anak memiliki ikatan emosional yang cukup panjang. Setidaknya selama masa kahamilan atau  pranatal anak berada dalam rahim ibu. Hanya ibu yang memiliki rahim, rahim artinya kasih sayang, tentu kasih sayang yang diberikan ibu tidak akan dapat tergantikan dengan yang lainnya. Dalam desain yang Maha Kuasa, anak tumbuh berkembang dalam rahim yang kokoh, pasokan makanan dari apa yang ibu makan tersalurkan melalu plasenta yang sampai kepada anak.  Bahkan bukan saja makanan rasa bahagia, ketenangan dan kegembiraan terdeteksi turut dapat dirasakan anak.

 

Hal-hal yang bersifat psikologis yang dialami ibu akan berpengaruh kepada anak. Ibu yang cemas dan gelisah akan mempengaruhi janin dan perkembangan fungsi psikologisnya. Keadaan, susana hati dan nutrisi ibu mempengaruhi masa pembentukan dan masa pertumbuhan saat anak dalam kandungan.

 

Kelekatan ibu dan anak terus terjalin kuat, masa penyusuan yang panjang (dua tahun) adalah masa kelekatan dan hubungan emosional terjalin dengan baik. Segala kebutuhan anak direspon ibu dengan segera. Resposisivitas akan keperluan anak di masa bayi ini menjadikan kelekatan yang tumbuh dengan baik pada anak. Ibu segera mengganti popok yang basah, memberikan air susu saat anak mulai haus, mengajak berbicara dan bermain. Seluruh waktu dan kehidupan ibu saat itu hanya satu merawat menjaga dan membesarkan anak.

 

Tidak heran jika yang dicari anak adalah ibu, saat menangis karena ketakutan dengan orang asing, yang dicari ibu. Sudah besar pun  saat ada kesulitan dengan teman yang dicari ibu, saat pulang sekolah yang di rumah hanya ada ayah, yang ditanya ibu mana? hehe…segitunya ayah ga diangap.

 

Beruntunglah anak memliki kelekatan dengan Ibu, karena ada banyak masalah jika anak tidak memiliki kelekatan saat anak membutuhkan figure kelekatan. Penelitian akibat dari  tidak adanya figure kelekatan ditulis Goldfarb (1947) anak mengalami disfungsi kognitif, bahasa dan sosial ekstrem yang umum terlihat pada anak-anak yang dibesarkan dipanti-panti asuhan yatim piatu pada masa itu. Artinya pada masa anak membutuhkan figure kelekatan dengan ibu atau pengasuh yang permanen, itu tidak didapatkan. Bisa jadi karena pergantian pengasuh membuat anak kebingungan dengan figure kelekatan.

 

Ada keseimbagan peran dan fungsi orangtua di rumah. Untuk urusan merawat, mengasuh tentu dengan kodrat feminimitas ada pada ibu. Dan kodrat maskulin ada pada Ayah yang melindungi dan memberi rasa aman dalam keluarga. Indah kelarga yang memiliki fungsi dan peran yang berjalan harmoni.

 

Tugas orangtua tidak hanya sekedar memberikan makan, fasilitas, kenyaman, dan pendidikan namun ada yang tidak tertulis,  senantiasa diucapkan dalam untain kata yang memohon akan kebaikan dan kesejaheraan anaknya, ini kekuatan doa orangtua terhadap anaknya yang mengiringi tumbuh dan kembang mereka. Saat dalam kandungan untaian doa tidak pernah henti, saat duduk dalam pangkuan ibu, untaian doa ibu terus keluar, saat anak tumbuh dewasa pun untaian doa tidak selalu terucap.

 

Doa orangtua terhadap anaknya termasuk doa yang tidak terhalang, tidak tertolak dan langsung didengar oleh Allah. Sebagaimana hadis berikut;

 “tiga macam doa yang tidak ditolak, yang tidak diragukan lagi kedahsyatannya, yaitu doa orang tua kepada anaknya, dan doa orang musafir (orang yang sedang berpergian), dan doa orang yang dizahalimi (HR. Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah).

 

Apapun doa ibu tidak ada halangan untuk tidak didengar, termasuk yang buruk sekalipun. Karena apa yang dikatakan ibu adalah doa, berhati-hatilah dengan ucapan ibu kepada anaknya. Jangan sampai anak durhaka dikutuk menjadi batu. Doakanlah agar ia menjadi anak yang taat. Kepedihan dan sakit hati memang mudah membuat kata, ucap yang tidak terkontrol. Menangis, diam dan berdoa yang terbaik membuat lebih baik.

 

One thought on “Mendapat kutuk atau Berkah Ibu Kuncinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s