Emosi Cinta

Emosi  Cinta

 

Manusia bukan seonggok daging tanpa perasaan, manusia adalah makhluk yang kaya emosi.  Kemampuan memahami dan mengelola emosi adalah bagian terpenting dalam kesuksesan hidup sebagai manusia. Manusia dengan kecerdasan intelektual yang tinggi namun hampa emosi seperti robot yang bergerak, kering tanpa perasaan. Emosi memberikan warna yang membuat hidup penuh warna.

Cinta adalah emosi yang terindah dalam hidup. Cinta memberikan segenap rasa dan tergerak perilaku dengan suka cita. Pengorbanan demi cinta tidak akan dimengerti oleh akal. Namun cinta  sanggup melakukannya, karena keyakinan akan cinta yang telah memenuhi dada dan mengelora.

Image 

Saya membayangkan bagaimana kala para sahabat semasa Rasul Muhammad SAW, yang dengan keyakinan cinta kepada Rasul segenap jiwa raga menjadi taruhannya. Kecintaan kepada anak dan isteri menjadi nomor kesekian setelah cinta kepada Allah dan Rasul. Keyakinan cinta kepada Rasul di atas cinta kepada anak dan lainnya. Namun saat mendahulukan cinta kepada Rasul, bukan berarti menelantarkan yang lain, karena Rasul tidak berlaku demikian.

Indahnya cinta para sahabat. Tetapi cinta tidak pernah luput dari ujian, tantangan dan cobaan. Seberapa besar cinta dan kerelaan itu kemampuan dan kesidaan dalam menyelesaikan cobaanlah jawabannya. Ali ra,  bersedia tidur di tempat Rasul, kala malam hijrah, dengan taruhan nyawa yang akan melayang incaran orang kafir.

Warna emosi baru kembali saat yang dicintai pergi, menghadap panggilan Ilahi, remuklah seluruh raga, duka yang tiada terkira. Kembali bagaimana emosi butuh akal untuk memandu dan menegakkan pada tempatnya. Meski duka dan kesedihan tidaklah  mudah untuk dihilangkan.

 Bilal yang setia mengumandangkan azan saat Rasul hidup, dengan suara yang mengetarkan, memikat dan menakjubkan. Namun saat Rasul tidak ada, bilal tidak sanggup bersuara dan melapalkan nama orang yang dicintai, karena kesedihan yang mendalam.

Bilal pun pindah dari tempat yang membuatnya teringat duka dan kesedihan. Sampai suatu malam, sang kasih datang dalam mimpi dan merindu. Bilal kembali ke tempat  dimana segala kenangan terukir dan menggetarkan hati.

Atas permintaan cucu Rasul, Bilal kembali mengumandangkan azan, makin teringatlah kenangan akan yang dicintai, saat mendengar alunan suara azan yang mengunggah emosi lama terpendam. Pecah tangis dan isak orang-orang disekitar akan orang yang dicintai. Semua menangis merindu beliau hadir dan ada.

Cinta memang sangat emosional, sulit dimengerti akal. Dengan keyakinan cinta dapat tumbuh dan mekar. Kasih sayang, merindu dan tidak menyakiti ada dalam cinta. Tidak ada cinta jika masih menyakiti.

Gambar: kata bijak cinta… konkzmedia.blogspot.com

Salam cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s