Banjir Tahunan, Kalau Musim Hujan Setahun 4 Kali, Tetep Langganan?

Hidup sebagian ada dalam kehendak dan kekuatan kita sepenuhnya, apakah memilih untuk dapat hidup baik atau buruk, bahagia atau derita, putus asa atau penuh harapan, berbaik sangka atau berburuk sangka kita yang tentukan. Allah telah memberikan segala karunia dan kasih sayang yang melimpah kepada kita. Hidup di bumi dengan segala kekayaan di dalamnya yang dapat dimanfaatkan manusia. Namun sayang makin bertambah usia bumi, makin padat penduduk bumi, makin banyak bencana dan derita terjadi karena tangan-tangan manusia sendiri.

Di setiap musim hujan, bencana tahunan bisa hampir dipastikan terjadi, banjir melanda wilayah-wilayah rawan dan potensial tergeanang air. Dari tahun ke tahun tidak berubah selalu kebagian jatah terendam. Selain banjir musibah yang potensial terjadi di musim hujan adalah longsor. Kontur tanah yang potensi turun menjadi ancaman terjadi longsor. Apakah manusia tidak memiliki kemampuan dan kemauan untuk merubahnya? Menghindari bencana banjir tahunan, menghindari bahaya longsor dan menghindari ancaman penyakit yang memungkinkan datang. Tentu kita mau dan mampu merubahnya.

Image

Banjir menjadi bencana tahunan karena musim hujan sekali dalam setahun. Andai musim hujan ada 4 kali dalam setahun, apakah yang akan dilakukan? Apakah makin resisten terhadap bencana banjir atau makin tinggi kesadaran dalam menjaga lingkungan.

Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah dengan  musibah yang datang. Allah begitu sayang dan selalu membantu. Tetapi tidakkah sadari bahwa musibah yang datang itu karea ulah kita sendiri? Dimanakah selama ini penduduk di pinggr kali membuang sampah? Bagaimanakah selama ini pengelolaan sampah? Apakah sungai-sungai tempat air mengalir selalu di rawat dan dijaga? Apakah kita masih selalu menanam pohon? Apakah pabrik-pabrik telah membuang dan mengelola limbah dengan benar? Dimanakah anak-anak sekolah yang makan dalam angkot membuang sampahnya? Pertanyaan itu, bisa dijawab sendiri dari pengalaman dan kenyataan yang dilihat.

Hidup di dunia tidak menyendiri,  kebergantungan satu dan lainnya memberikan efek kepada yang lainnya, apa yang kita buat bukan saja berbalik kepada diri sendiri tetapi juga lingkungan di mana kita tinggal. Sampah yang dibuang sembarag pun bukan dilakukan sendiri tetapi bersamaan dengan yang lain. Jika kini aliran sungai tersumbat dan air memasuki rumah kita, inilah bagian yang kita nikmati dari apa yang telah kita buat.

dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syura, 42:30)

Allah masih tetap sayang dan terus memberikan maaf. Semoga esok lusa kita bisa berbenah untuk lingkungan, menjaga alam tempat kita tinggal. Mengembalikan air kepada tempatnya di sungai dan samudra yang luas. Meski ini bukan pekerjaan mudah, mengandalkan pemerintah tidaklah cukup. Butuh kesadaran pribadi yang meluas, sehingga menjadi kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

 

Nikmati Banjir

  

gambar : diterjang banjir …depoknews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s