Seberapa Bahagia Anda? #Bahagia 5

Mulut bisa mudah berkata dengan meyakinkan bahwa kita sungguh bahagia. Namun sesungguhnya seberapa besar bahagia yang kita miliki, sejauh mana akan bertahan?  Tidak ada yang tahu. Hari ini tersenyum, belum tentu besok. Sebaliknya hari ini menangis bombay esok belum tentu. Bagaimana menikmati semua rasa dengan bahagia, berarti diperlukan bahagia yang tersimpan memiliki ruang yang kokoh dan tidak akan pernah terpeleset dengan kerikil duka, lara atau pun lainnya.

Image 

Bahagia sesunguhnya jika Tuhan telah menjadi tujuan hidup. Tidak ada satupun perintah Tuhan yang mengarah kepada kerugian diri sendiri dan orang lain. kesenangan sesaat dengan merugikan orang lain adalah bahagia semu, dan bukan dikatakan bahagia sesungguhnya. Karena ujung dari apa yang diperbuat merugikan orang lain berakhir pada terpasungnya ketenangan dan kebebasan dalam hidup.

Tuhan menjadi tujuan, terwujud dalam hubungan terhadap sesama. Masihkan merapas hak orang, masihkan iri hati dengan karunia Tuhan yang diberikan kepada orang lain. jika masih ada berarti bohong mengaku bahagia. Karena bahagia ada dalam keikhlasan, bahagia ada dalam cinta dan kasih sayang.

Jalan yang di tempuh menuju Tuhan mendaki dan terjal. Jalan diluar itu menyenangkan, meski harus berbayar, mahal pula.  Jika hati masih keras dengan  kesombongan tidak mudah menapaki jalan Tuhan. Pembenaran atas apa yang diperbuat sendiri dan meredahkan orang lain adalah buah dari keangkuhan. Jiwa yang sesungguhnya sedang hidup dalam gelisah dan tentu tidak bahagia.

Konsekuensi dari apa yang telah diperbuat baik jalan yang lurus maupun berliku kelak tersedia pilihan yang sesuai dengan apa yang diperbuat. Sesunguhnya hidup ini sedang meretas jalan menuju pilihan yang akan kita ambil. Jika tidak mudah mencapai taman nan indah di surga, tentu karena jalan ke surga diliputi hal-hal yang tidak disukai, dan tidak digemari. Sedang api neraka diliputi  dengan berbagai hal yang diliputi nafsu syahwat.

Seberapa bahagia kita? Jeda, dan masuki setiap sudut dalam diri. Seberapa dekat dengan Tuhan, seberapa banyak libatkan Tuhan dalam langkah hidup, ukur kebahagiaan diri sendiri, dan hanya diri sendiri yang merasakannya sebarapa bahagia kita.

 

Gambar:  explorequotes.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s