Pada Anak-anak Ada Kelucuan yang Menghibur

Pada Anak-anak Ada Kelucuan yang Menghibur

Ini cerita yang  anakku tertawa-tawa kalau ku ceritakan ulang.  Waktu aku kecil, di kampung belum banyak rumah, kanan, kiri jalan masih sawah dan kebun. Depan rumahku berhadapan ke jalan, dan baru ada rumah lagi setelah aku kira-kira mau lulus SD. Waktu itu rumah yang ada di depan rumahku sedang dibangun.  Di bawah rumah ku ada mesjid dan di kanan mesjid ada lapangan. Aku suka main sepeda di lapangan, temanku kebanyakan laki-laki, rasanya jarang teman peremuan. Jadi kebiasaan main bola, manjat pohon dan bersepeda itu yang paling sering, ketimbang masak-masakan atau main boneka.

Suatu hari pulang sekolah, di rumah tidak ada orangtua, aku tahu mereka biasanya ada di sawah. Aku hendak menyusul dan sekalian mau pamit main sepeda ke rumah nenek. Ganti baju yang agak bagus, karena rumah nenekku beda kampung dan lumayan jauh. Dengan menaiki sepeda keluar rumah aku berangkat. Jalanan dekat rumahku agak tinggi/menanjak, biasanya aku jarang menaiki sepeda jika turunan atau tanjakan, kebanyakan menuntun sepeda. Karena sepedaku berat dan tidak ada remnya. Meski kalau lihat temen naik sepeda diturunan asyik benar meluncur.

Hampir setengah perjalanan ke rumah nenenk, aku lupa bawa baju salin, karena di rumah nenek biasanya berenang di kali, jaga-jaga basah jadi bawa baju salin. Akhirnya aku balik lagi  ke rumah mengambil baju salin.  Mendekati turunan dekat rumah, biasanya aku turun dan menuntun sepeda, naum kali ini aku mau coba dengan tetap menaiki sepeda, menahan laju sepeda dengan rem kaki ke belakang ban. Aku sering lihat anak-anak seusiaku kalau turun ke lapangan dari atas, terus meluncur dengan menempelkan kaki ke roda belakang sepeda. Laju sepeda dapat tertahan. Aku pikir gampang, akhirnya ku coba..

Kecepatan sepeda tinggi, dan lebih tinggi lagi saat turunan. Sial aku tidak bisa menahan laju sepeda. Sambil  sepeda meluncur turun aku teriak.. “aaaaa….aaaa…”Menurut orang yang sedang bekerja memasang genting rumah yang tempatnya di depan rumahku, dipikirnya aku sengaja sedang ngebut, terdengar teriakan tukang bangunan itu bilang.. “ayo neng kebuut.. kebuut..” aku timpali aaaa…lebih panjang lagi, karena aku panik dan tidak bisa belok. Tepat depan mesjid mestinya belok, aku malah lurus.  Kalau belok itu jalan yang benar, tapi kalau lurus aku masuk sungai kecil bersebelahan dengan  empang/kolam ikan.

Tidak bisa tertahan lagi akhirnya aku masuk selokan. Terjungkal dan melayang sepertinya, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi, sampai  terdengar ada orang ramai mendekatiku. Mereka menyingkirkan rangka bambu kering yang menutupi sungai kecil. Barulah mereka menarik tanganku, baru sadar kalau aku jatuh dan sepedaku ada disebelahnya.

Malu beneran.. enggak sempet bilang aduh, hanya senyum, ambil sepeda dan bilang terima kasih. Hendak pulang dan menuntun sepeda, tiba-tiba ada ibu setengah tua datang dari balik jamban pembuangan hajat umum. Dengan polos dia bilang, “kenapa.. koq baju basah dan lumpur  gitu” Aku bilang “jatuh disitu”.  “O.. yang suara tadi gedeblug itu eneng jatuh, kirain nangka jatuh” Gubraks.. (gw disamain nagka jatoh)

Suka bener anak-anak dengan penderitaan emaknya waktu kecil. Mungkin anakku membayangkan emaknya yang ngebut di turanan itu, sambil teriak aaaa.. yang dipikir orang sedang aksi unjuk kepandaian bersepeda. Sehingga orang yang melihatnya dengan percaya diri memberi support, “ayoo..neng..kebuuut”  emm.. ternyata, teriak ketakutan karena gak bisa ngerem, dan terjungkal salto masuk solokan sama sepedanya.

Buatku masih untung juga waktu jatuh, sepeda gak menimpa ku, dan medan jatuhan badan dan kepala juga tidak ada batu atau bidang yang keras. Jadi masih aman, hanya sedkit kaget karena melayangnya aja dan tambahan sedikit malu.. Akhirnya, aku pulang ke rumah, bersih-bersih dan ganti baju. Aku langsung mencari umiku dan sepeda ku tinggal di rumah. Waktu ku ceritakan ke umi, bukan dikasihani tetep aja diketawain.

Pada anak-anak selalu ada kelucuan yang menghibur.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s