Kitab Samawi yang Terpelihara dan yang Dipalsukan

alquran

Perhatian dan kasih sayang Sang Pencipta teramat besar, Dia menciptakan manusia dan menempatkannya di planet biru ini dengan perangkat yang lengkap. Alam semesta yang telah disesuaiakan dengan kebutuhan manusia. Apa yang diperlukan menghirup oksigen, membutuhkan air, butuh makanan, butuh pasangan dan kebutuhan  lainya tersedia. Allah Sang Pecinpta sekaligus juga memberi aturan yang tertulis dalam kitab, serta utusan yang menjelaskannya.

Jika saja manusia hidup seorang diri, tidak perlu banyak aturan yang mengatur baik ubudiyah maupun muamalah, baik aturan bersifat vertical maupun horizontal, baik hubungan dengan Allah maupun hubungan dengan sesame makhluk. Bagi manusia mungkin tidak perlu aturan pakaian, tidak berbaju pun mungkin, tidak perlu shalat, zakat maupun berhaji. Terlebih aturan bermuamalah, yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, tentu tidak perlu, hidup sendiri mau dengan siapa berbagi dan berempati. Tetapi ketika Allah ciptakan adam kemudian ditemani hawa, dinamika kehidupan mulai terjadi. Seluruh anak, cucu, cicit, dan seterusnya tersebar di berbagai benua, dengan beragam suku bangsa, bahasa dan Negara. Saat itulah aturan sangat penting keberadaannya untuk menciptakan harmoni alam dan isinya.

Sebelum Allah mewahyukan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, terdapat kitab yang diberikan kepada Nabi pebawa risalah. Nabi Daud As membawa kita Zabur. “dan akmi berikan zabur kepada Daud”. QS. 17:55. Pada masanya ajaran dalam kitab zabur diajarkan kepada umat manusia.  Kitab Taurat diterima Nabi Musa As “…Katakanlah siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa … ” QS. 6:91. Pada masanya jua disampaikan kepada pengikutnya. Begitu pula dengan kitab injil, yang disampakan kepada Nabi Isa As putra Maryam. “… Isa putra Maryam, membenarkan kitab sebelumnya yaitu Taurat. Dan kami telah memberikan kepadanya kitab Injil …”. QS. 5:46. Umat kristiani mempelajari kandungan yang terdapat pada kitab Injil.

Seiring waktu dan pergantian masa, umat telah berlalu dengan berbagai tingkah polah, Allah kuasa membinasakan orang-orang yang ingkar terhadap ajaran yang disampaiakan dalam kitab suci. Firaun dengan kekuasaan yang mencengkram, dan pengikut yang takut menentang ajaran yang disampaikan Nabi Musa As. Tidak segan memerangi dan menghabisi  pengikut Nabi Musa As. Firaun lupa kekuasaan dan kekuatan yang ada pada Nabi Musa As bertali kuat erat dengan keyakinan dan kekuatan Allah SWT.

Allah kuasa melakukan apapun, termasuk menenggelamkan seluruh pasukan tentara yang dipimpin Firaun ditelan belahan laut. Jalan yang dipersiapkan Allah untuk menyelamatkan Musa As dan pengikutnya dalam sebuah pengejaran yang mencekam.  Kematian ada di depan dan di belakang pasukan yang dipimpin Musa As.  Berlari ke depan hamparan laut akan menenggelamkan seluruh pasukannya. Mundur ke belakang pasukan tentara Firaun yang berang mendekatinya. Allah memiliki rencana di atas rencana manusia. Ketaatan dan keberpihakan kepada kebenaran yang kuat tidak akan dibiarkan kalah.

Pemalsuan Kitab Samawi

Kitab-kitab samawi ada yang terpelihara dan yang dipalsukan. Kitab zabur, Taurat, Injil dan Al Quran adalah kitab samawi. Allah yang menurunkan kitab tersebut sebagai petunjuk bagi manusia. Namun tidak semua kitab tersebut masih asli,  yang ada telah diubah dan dipilah isinya, disembunyikan bagian isi dari kitab tersebut oleh tangan-tangan manusia. Kecuali Al Quran.

Kitab Taurat yang ada telah mengalami perubahan. Menurut Wajdi dikutip Sabiq (2006) bahwa bukti adanya pemalsuan Taurat adalah dikalangan Nasrani dan Yahudi memiliki Taurat, Namun Taurat tersebut isinya berbeda. Saya sendiri belum membaca melihat dan mempastikan, namun saya merasa yakin dengan Al Quran. Al Quran sebagai kitab penyempurna dari kitab-kitab samawi yang Allah turunkan. Al Quran terpelihara keasliannya. Allah firmankan dalam QS 15:19 “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.” Dalam Al quran terdapat tanda bahwa kitab sebelum al Quran telah dipalsukan. Taurat telah diubah oleh sekelompok orang dari kalangan Yahudi. “di antara orang-orang Yahudi itu mereka merubah perkataan (firman Allah) ari tempat-tempatnya”. QS. 4:46.

Kitab injil yang diturunan kepada Nabi Isa As pun demikian, tercatat sejarah mengalami perubahan, rekonsili gereja memilah dan memilih isi yang ada dalam kitab injil. Karena itu terdapat beragam versi Injil. “… Hai ahli kitab! Seungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan epadamu banyak dari isi al kitab yang kamu sembunyikan , dan banyak (pula) yang dibiarkannya.” QS.5: 14-15.

Dengan berbagai peristiwa yang ada, seiring waktu dan perubahan yang ada. Umat Islam tidak saja meyakini dan membenarkan adanya kitab Zabur, Taurat dan Injil, namun juga membenarkan dan percaya akan kita Al Qur’an yang diturunkan kepada nnabi Muhammad saw adalah penyempurna kitab sebelumnya. Saat Rasul Muhammad saw melihat sahabat yang mempelajari injil, Rasul mengatakan bahwa, tidak perlu lagi membaca kitab itu, semua makna yang terkandung dalam kitab sebelumnya telah ada dan disempurnakan dalam Al Quran. Kini cukuplah dengan mempelajari dan mendalami Al Qur’an  sebagai petunujuk dalam kehidupan manusia.

Tentu tidak semua orang merasa yakin dan percaya dengan kebenaran Al Quran. Allah telah memahami watak-watak ciptaan-Nya. Ada manusia taat, manusia ingkar dan manusia munafik. Sifat-sifat yang berbeda dalam mensikapi kebenaran yang datang dari Allah. Begitu pun sikap dalam mengimani kebenaran yang ada dalam Quran. Inilah Firman Allah yang merupakan jawaban dan tantangan bagi orang yang ingkar dan tidak menyakini kebenaran Quran. QS. 11:13-14.

bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.

“ jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu Maka ketahuilah, Sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu[713] Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, Maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?

Ketaan umat terdahulu pada ajaran yang ada dalam kitab tanpa menyembunyikan kebenaran, maka kecondongan hati dan kebenaran itu akan berjumpa dalam Al Quran. Yahudi, Nasrani dan Muslim memiliki akar ajaran yang sama dari Bapak Agama bersama yaitu Ibrahim. Mengajarkan Tauhid dan kebenaran. Alangkah indahnya dapat berjumpa dalam kebersamaan dan keindahan agama Allah. Agama yang telah disempurnakan kitabnya pada Alquran yang suci.

 

Gambar: http://blogpusatalquran.blogspot.com/2013/10/al-quran-adalah-kitab-samawi-terakhir.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s