Kepangkatan Dosen

 

Beberapa hari ini seperti berpacu dengan waktu, melelahkan memang. Tidak seperti berpacu dengan melodi, penuh dengan irama lagu dan kegembiraan. Kamar saya penuh dengan kertas berserak, isinya bukti-bukti telah melaksankan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian. Semua dikelompokkan dan disusun berdasarkan urutan waktu. Terhitung sejak 2006 hingga kini 2014. Maksud hati hendak mengurus kepangkatan, tidak peduli mau pangkat apa, yang pasti berkas berserak ini dihimpun dan diserahkan untuk dilakukan penilaian.

Mendengar salah seorang dosen yang mengatakan bahwa kalau dosen harus memiliki kepangkatan, saya pikir ada benarnya, karena ada bagian penting  dalam setiap proses tahap demi tahap yang ada dalam kepangkatan dosen. Sejumlah poin mesti terkumpul melalui keempat aspek di atas, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian dan penunjang tri dharma perguruan tinggi. Saya tidak faham betul berapa jumlah poin yang harus terkumpul setiap tahap dan jenjang dalam kepangkatan, tetapi ada hal penting bagi saya bahwa aktivitas dosen bukanlah mengajar semata.

Ada aspek lain yang mesti dilakoni dosen selain mengajar. Mengajar hanya bagian kecil dari beberapa unsur dalam pendidikan dan pengajaran. Unsur pengajaran paling mudah dipenuhi oleh setiap dosen, namun saat mengisi kolom penelitian sangat sedikit yang bisa mengisi lembar itu dengan meriah, banyak karya ilmiah baik buku, jurnal dan artikel lain yang merupakan hasil penelitian. Saya pun merasa kurang puas dengan lembar yang satu ini. namun demikian rasanya tidak terlalu parah karena ada yang bisa saya isikan setiap komponennya, hanya tidak melimpah apalagi berlebih.

Pengalaman ini sangat membantu dalam megevaluasi diri sendiri sebagai dosen. Pengembangan bidang ilmu yang dimiliki dan bukti dengan ilmu itu mampu berbagi tidak hanya dalam bentuk lisan di kelas, namun juga tulisan yang berbunyi pada lembar-lembar buku, atau lembr-lembar jurnal terakreditasi itulah sebenarnya tanda bahwa ilmu yang dimiliki telah menembus ruang kelas dan sampai kepada khalayak.

Tidak penting seberapa poin yang terkumpul dan apa pangkat yang di dapat. Saat mampu menjadi dosen yang sebenarnya, yang mampu melakukan pengajaran, penelitian dan pengabdian maka imbalan kebahagiaan telah didapat. Bahagia dapat memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain. melakukan dengan ikhlas sebagai investasi kebaikan yang terhimpun dalam catatan-catatan malaikat yang setia mencatat setiap amal yang diperbuat. Niat murahan jika mengurus kepangkatan hanya mengejar sejumlah koin recehan, atau pangkat dan gelar semu. Koin dan poin tidak perlu dikejar karena itu bagian dari dampak atau konsekuensi usaha, tanpa diharap pun akan terjadi dengan sendirinya. Namun meluruskan tekad, menjadikan sesuatu yang bermakna, menjadikan usaha sebagai amalan yang baik adalah hal penting.

Proses pengurusan ini tidak hanya samapai pada pengumpulan berkas dan penilaian sejawat, namun masih ada prosedur yang melibatkan banyak pihak untuk sampai pada sebuah keputusan. Jika dari perguruan tinggi swasta, penting divalidasi oleh ketua Kopertais, dan ada lintas Departemen dalam penilaian dan validasi berkas, melalui Kementrian Agama, kemudian terkhir keputusan ada pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saat ini berkas saya sudah baru sampai di Kopertais, butuh berhari-hari untuk dapat surat pengesahan dari Kopertais. Saya memahami segalanya memang butuh waktu dan proses. Bagi saya paling tidak tahap pengerjaan pengumpulan berkas sudah selesai. Selanjutnya, memikirkan proses dan tahapan yang lebih baik untuk perbaikan diri sendiri. Semester ini masih saja tidak seimbang, kebanyakan mengajar ketimbang unsur lainnya. Hmmm… semangat.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s