Sidang Terbuka (1)

Siapapun sepertinya akan tertarik pada pribadi yang memancarkan pesona. Meski tidak pernah mengenal namun saat seseorang mampu memancarkan pesona kesederhanaan, kecerdasan dan keindahan saat berinteraksi dan mampu memberikan sebuah harapan, penjelasan dari kekusutan yang dihadapi, saat itu orang  mulai menaruh perhatian. Pesona telah memancar, aura baik menyampaikan gelombangnya. Seolah tidak ada yang cela dan buruk. Padahal dalam mengenal pribadi manusia secara utuh tidak ada yang selalu baik, begitu pula  tidak ada yang selalu jahat. Nuansa keragaman yang ada dalam diri manusia tetaplah bisa memikat hati dengan berbagai kelebihan dan kekurangan.

Jumat selepas istirahat dan shalat jumat, tepatnya pukul 2 siang. Pintu masuk ruang auditorium di universitas ternama di tanah air ini, penuh berjejer orang mengantri untuk memasuki ruang. Iringan hujan yang turun dan lebatnya pepohonan seakan simfoni keteduhan dan ketenangan yang menyambut   salah seorang rekan kerja di kampus. yang akan mengukuhkan dan mengakhiri pergulatannya dalam meraih gelar doktor. Ruang ini pernah menjadi tempat saya belajar kerumitan memahami persamaan dan logika penelitian dengan program terbaru. Salah seorang dosen luar yang mengajar di tempat saya kuliah ahli statistik, tetapi hobi kualitatif. Dosen ini juga lebih suka mengundang mahasiswa untuk belajar di tempat beliau bertugas. Tempat yang cukup nyaman juga sebagai suasana baru yang berbeda. Sepertinya bagi semua mahasiswa terasa menyenangkan. Bisa  menikmati sesuatu yang berbeda.  Begitu pula saya sangat menikmati. Lingkungan asri,  pemadangan yang hijau nan apik, oksigen yang masih jernih dan melimpah. Saya betah duduk berlama-lama di taman menikmati bacaan dan makanan yang dibeli di station kereta. Tempat ini mengingatkan bahwa belajar di kelas tidk cukup memadai untuk memahami perkara baru yang tidak pernah diselami sebelumnya, kegiatan di luar kelas, bertanya dan konsultasi hal yang tidak dipahami di luar kegiatan kuliah, mengasilkan angka maksimal saat itu.

 

Hampir seratus orang memenuhi ruang kelas yang pernah ditempati untuk ruang kuliah, kini berfungsi sebagai auditorium. Saya menunggu prosesi pembukaan sidang terbuka. Seperti biasa, pada acara-acara seperti ini, di awal serasa mencekam, delapan orang dengan pakaian khas dan wajah terlihat penuh ambisi dan ego yang tersirat seakan siap menunjukkan keakuannya. Puluhan pasang mata menatap penuh tanya, seperti apa kelak sidang terbuka yang akan berjalan itu. Setelah pemaparan singkat hasil penelitian yang merupakan disertasi tentang manajemen keuangan berlalu. Giliran para penguji mengujukan pertanyaaan dan sanggahan sesuai dengan  keahlian. Kejelian dan ketelitian penguji dalam melihat  hasil penelitian itu kadang diluar dugaan. Sungguh ini bidang yang tidak banyak  saya mengerti dengan istilah khas dalam dunia ekonomi dan perdagangan. judul “friksi perdagangan dan asset pricing di bursa saham”  saya menikmati dengan ketidak mengertian. Saat penguji bertanya dan menjawab telah disampaikan, saya tidak banyak mengerti pula. Saya hanya menangkap ekspresi wajah penanya dan penjawab, melihat keteraturan, intonasi dan kelancaran pengungkapan kata-kata. Melihat respon balik penanya serta ekspersi penjawab setelah menyampakan jawaban, seakan saya mengetahui mana yang pertanyaan yang sulit dan mana jawaban yang kurang memuaskan.

Sekitar enam puluh menit acara berlangsung tiba pada sambutan promotor yang menjelaskan apa sebenarnya yang diteleti oleh mahasiswa bimbingannya. Ini kesempatan yang ditunggu bagi puluhan orang yang tidak memahami banyak tentang manajemen keuangan. Begitu pun saya, bersiap menerima penjelasan apa sebenarnya friksi perdagangan dan asset pricing itu. Dengan  bahasa yang sederhana, wajah yang enak dilihat, promotor yang nampak muda belia telah memberikan penjelasan yang mengesankan. Saya kira dengan penjelasannya tidak saja dimengerti oleh lapisan akademisi yang tidak mengetahui banyak tentang manajemen ekonomi, namun juga staff adminstrasi atau karyawan yang tidak kuliah ekonomi pun bisa mengerti.  Penjelasan yang baik bagi audience adalah mana kala penjelasan itu dapat dimengerti oleh lapisan kemampuan yang paling bawah. Mampu membuat sesuatu yang rumit dijelaskan menjadi hal yang mudah dimengerti dan difahami.

 

Menarik cerita tentang perilaku seorang guru besar yang akan berceramah mejelsakan konsep pada audience. Dia kan menjelaskan konsep tersebut kepada orang rumah yang paling bawah tingkat pemahaman tentang itu. Beliau menjelaskan konsep itu kepada seorang pembantu. Jika pembantu rumah itu mengerti, artinya konsep yang dijelaskan itu akan mudah dipahami oleh siapapun. Saya kira ini adalah kebaikan yang luar biasa memberikan penjelasan tanpa kerumitan dan tanpa menghilangkan substansi permasalahan. Sederhana, lugas dan jelas.

 

Penjelsan sederhana dan contoh kongkrit tidak menutup keintelektualan seseorang. Kerumitan tidak identik dengan kecerdasan orang. Saya melihat kecerdasan promotor itu dalam melihat kemampuan beragam audience dan menjelsakan dengan penjelasan yang mudah dimengerti. Dalam perjalanan pulang, ternyata tidak hanya saya yang menyimpan apresiasi atas penjelasan promotor itu. Dalam obrolan panjang saya menyimak seorang sahabat begitu amat menyukai dan terkesan. Muda, Pinter dan ganteng itu kesannya.

Menurut saya bagi laki-laki kegantengan dan muda bisa tertutupi oleh kecerdasan yang dimiliki. Cerdas dan pribadi yang baik ikon sexy para lelaki.  Ganteng berubah jadi culun saat bicara tidak nyambung. Tetapi saya juga belum yakin betul dengan itu, karena ada pula hal lain yang menjadi pesona lelaki yang memikat hati perempuan. Kalau menurut Budos cinta, yang memikat hati perempuan  dari para lelaki itu  sebenarnya bukan kecerdasan tetapi kartu Gold yang ada di dompet. Aha! Pesona kartu itu membuat leluasa duduk manis di resto mahal tanpa harus menghitung berapa harga. Kartu Gold itu juga bisa membuat leluasa menenteng segala barang bermerk tanpa pusing berapa yang sudah dihabiskan. Tidak peduli  semenawan apa lelaki  itu, kartu Gold telah menutupi segala kekurangannya. Ya, bisa-bisa saja, semua itu bergantung dan memiliki segmen tersendiri degan perspektif yang berbeda.

Pada akhirnya pribadi yang tumbuh dengan matang dan kuat akan memeiliki segenap pesona tiada pudar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s