Bermain dengan Anak

Rasulullah Saw pernah berangat shalat ke mesjid menggendong cucunya, Ummah binti Zaenab putri Rasulullah Saw. Jika Rasul sujud, diletakkan cucu yang digendongnya itu, dan jika bangun digendong kembali.

Membawa anak kecil ke masjid dan shalat sambil menggendong anak, jika sujud barulah diletakkan. Inilah yang pernah dilakukan Rasulullah Saw. Membiarkan anak tumbuh layaknya anak-anak. Meski di mesjid tempat ibadah dengan penuh kekhusuan dan ketenangan namun bukan berarti tidak boleh membawa anak.

Bukan saja menggendong dan mengajak anak shalat di mesjid, Rasulullah saw pun sering bermain dengan Hasan dan Husain. Beliau meletakkan mereka berdua di atas punggung beliau, sementara beliau berjalan merangkak di atas kedua kaki dan kedua tangannya. Beliau mengatakan bahwa; “Sebaik-baik onta adalah onta kalian ini. Dan sebaik-baik tumpangan adalah kalian berdua”

Rasulullah menjadikan punggungnya untuk duduk kedua cucunya dan beliau berjalan merangkak. Anak-anak tentu saja merasa senang bermain, anak-anak gembira, dan bermain sangat baik bagi perkembangan anak.

Bermain adalah hal penting bagi anak. Dengan bermain anak melepaskan segala ketegangan, mengeluarkan energi yang bertumpuk menjadi sebuah kesenangan dan kegembiraan. Bermain penting bagi anak namun tidak melalaikan belajar dan belajar pun penting bagi anak dan tidak melupakan bermain. Belajar dan bermain dua hal yang tidak terpisahkan bagi diri anak.

Al Ghazali berkata: seorang anak mesti diberi izin bermain setelah menghafal AlQurannya. Jika anak dilarang bermain, sementara orangta terus memaksanya untuk belajar, maka hal itu akan mematikan hati anak, menghilangkan kecerdasannya, dan membuat bosan kehidupannya, sehingga berusaha mencari cara untuk terbebas dari kebosannanya itu.

Artinya kebutuhan bermain menjadi relaksasi bagi kepenatan anak, padahal begitu pula setiap orang butuh relaksasi dari segala kepenatan yang setiap saat bisa saja mendera. Ada kebutuhan yang sama bagi anak maupun orang dewasa akan bermain. Karena itu bermain bersama anak adalah sesuatu yang sangat menyenangkan.

Bermain dengan anak tidak melulu pergi ke tempat khusus bermain yang berada di luar rumah. Orangtua dapat menciptakannya sendiri di rumah. Sambil mengerjakan pekerjaan rumah pun bisa menjadi wahana bermain bagi anak. Mencuci kendaraan, memasak di dapur dan membereskan rumah bisa juga dilakukan sambil bermain dengan anak. Namun tentu saja perlu hati-hati, jika tidak disesuaikan dengan anak dan keamanan bagi anak bisa mencelakakan.

Biarkan anak bermain dengan benda dan lingkungan aman yang ada di rumah. Tidak peduli rumah menjadi mirip kapal pecah atau apapun, dinding rumah penuh dengan coretan selama anak dapat menikmati dengan keiatan itu, senang dan gembira. Persoalan berantakan bisa dirapihkan kembali, dinding yang kotor bisa dicat kembali. Hati anak yang kering, tanpa keceriaan, dan penuh kekerasan menjadi bekasan yang kelabu bagi anak. Senyum, tawa, riang, celoteh dan aktivitas anak membuat dunia terasa turut tersenyum.

 

Love u baby

3 thoughts on “Bermain dengan Anak

  1. Assalamualaikum selamat pagi ibu Santi. Maaf ini benar dengan ibu Santi Lisnawati yang memiliki tesis berjudul Pengaruh Disiplin Ibadah Shalat dan
    EMotional Intelligence Terhadap
    Prestasi Belajar Siswa SMUN 5 Bogor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s