Seberapa Besar Cintamu?

Takwa tidak dapat diwarisi dari seorang Ayah yang beriman. Jika semua kebutuhan hidup Ayah begitu peduli dan baik hati, memberikan semua keperluan anaknya, namun untuk yang satu ini Ayah tidak dapat mewariskan meski ayah memiliki keimanan yang tangguh dan ketakwaan yang tebal.

Setiap kita memiliki tanggung jawab masing-masing untuk perkara apa yang kita buat di dunia ini. setiap yang terkena hukum taklifi, anak yang mulai beranjak baligh sudah memiliki taggug jawab sendiri, hendak apa yang dibuat itulah yang dipertanggung jawabkan.

Meski ayah dan anak memiliki hubungan sedarah dan emosional yang kuat, namun ada suatu masa yang kita tidak bisa lagi saling menolong. Meski ayah sayang anak, namun tidak bisa pedulikan lagi. sebaliknya anak sayang pada ayah tetapi tidak bisa juga perhatikan dan bantu.

Kapankah masa itu datang? Sudah dekat atau masih jauhkan? Tidak ada satu pun yang mengetahui kapan masa itu terjadi. Kita hanya diberi suatu gambaran bahwa masa itu begitu mengerikan, tidak lagi kita bisa saling bantu membantu. Namun sejak kita hidup di dunia ini, ada peringatan yang untuk waspada dan ingatlah akan hal ini, sebagaimana Allah firmankan dalam surat Luqman ayat 33.

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

Jangan sedih jika sendiri, jangan juga sedih saat perlu merasa tidak ada yang bantu. Pikiran itu hanya menyempitkan diri. Tidak ada sedih dan tidak ada keterlantaran semua yang hidup telah memiliki jalan dan bagian yang menjadi ukuran bagi dirinya.

Tidakkah percaya akan segala kebaikan yang telah diberikan dalam hidup. Sejak ketidakberdayaan lahir dan tidak berdaya hadapi masalah tetaplah selalu masih ada orang yang mencintai kita. Kasih sayangNya menggerakkan tangan dan hati sesama untuk saling peduli dan berbagi. Percayalah akan cinta dan kasih sayang Allah kepada kita, yang dapat mengundang kecintaan seluruh peghuni langit dan bumi.

Abu Hurairah ra, berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya jika Allah ta’ala cinta pada seorang hamba-Nya, Dia memanggil Jibril dan berfirman: “Sesungguhnya Allah mengasihi Fulan, maka engkau harus mengasihinya.” Lalu Jibril mengasihi hamba itu dan dia berseru di langit: ‘Sesugguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintalah kalian semua padanya.; Maka dia dicintai oleh semua penduduk langit, kemudian ia disambut baik oleh penduduk bumi” (Diriwayatkan oleh Bukhori)

Seberapa besar cinta kita kepada Allah? Masihkan cinta kepada harta dan anak-anak melebihi cinta kepada Allah? Seberapa banyak berbuat karena Allah? Inilah ukuran seberapa besar Allah akan mencintai kita. Allah akan mengikuti dan berbuat lebih dari apa yang kita lakukan untuk-Nya. Jika kita berjalan mendekat-Nya, Allah berari mendekati kita.

Tidak perlu lagi keppo dan sedih karena cinta yang putus, tetapi bersyukurlah, itu pertanda Allah rindu tangisan hamba yang menyadari kekhilafan. Perbaharui diri dan perbaiki hubungan dengan sesama, karunia Allah luas terhampar dimana pun kita berada.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s