Takdir Brazil

Takdir Brazil

‘Edan! 5 – 0’, begitu terikan suara suami sesaat setelah nyalakan TV. Saya jadi terbangun dari tidur santai gara-gara teriakan itu. Terdengar suara riuh, ini tentu sedang pertandiangan bola, tapi saya buta jadwal jadi kalau nonton sedapatnya saja. Entah malam itu jadwalnya siapa, saya hanya cukup tahu hasil akhir dari si sulung dan hanya berminat menunggu jadwal final. Ternyata dini hari tadi permainan Jerman vs Brazil tengah berlangsung.

Saya mendadak jadi penasaran dan tertarik melihat pertandingan, menyaksikan ekspresi pendukung Brazil dan Jerman. Empatis melihat gerak pemain, yang tidak lelah mengejar bola. Meski sebenarnya tentu lelah betul, apalagi Brazil yang begitu kesulitan menembus bola ke gawang lawan. Dan sekor yang terus tertinggal. Seandainya saat menendang bola mengingat sekor yang pahit, tentu beban yang makin berat. Kecepatan dan ketangkasan jadi melambat. Berbeda dengan yang sedang merasa senang, tambahan sekor menjadi energy tambahan yang dapat menghilangkan rasa lelah.

Namun demikian Brazil tentu harus berjuang sampai detik terakhir dan tidak peduli sekor lawan sudah berapa, dan bagaimana ekspresi dan komentar pendukungnya. Tidak perlu dipedulikan. Lagi pula mereka juga sedang main moso lihat ekspresi pendukung. Apalagi dengar komentar, tetapi saya tertarik menyimak apa komentar orang akan peristiwa itu.

Saya dengar komentar beragam, “malu Barzil tuan rumah dihabisi” ada lagi komentar yang berbeda dan menyenangkan. “masih bagus Brazil masuk semi final, dari pada juara bertahan sudah pulang kandang duluan” pikirku iya juga, Brazil masih menunjukkan kekuatannya, entahlah kini dapat skor berapa. Akhirnya gawang Brazil diterus didobrak, sulit menghindari dan bertahan gawang Brazil hanya dapat 1, sementara Jerman7.

Saat menyaksikan pertandingan itu, dalam benak saya terlintas, apa Brazil tidak memiliki kekuatan? Seburuk apa pertahanan Brazil, dan sehebat apa permaianan Jerman? “pemain Brazil, Neymar tidak main cedera dan kaptennya kena kartu kuning” kata sulungku. Apa mungkin Brazil tidak sekuat sebelumnya? “Pelatih Jerman juga sudah paham cara penyerangan Brazil” katanya lagi. apapun alasannya memang selalu ada alasan yang rasional untuk memimpin dan tertinggal. Jika lihat nyatanya begitu tentu ada kesulitan besar bagi Brazil untuk menembus gawang lawan. Dan begitu mudah Jerman membidikkan dan mengarahkan bola ke gawang Brazil.

Saya lihat memang begitu sulit gawang Jerman untuk ditembus, meski beberapa kali tendangan ke arah gawang, tetap saja dapat diantisipasi kipper. Saya berpikir sehebat apapaun penyerang dan menendang bola berkali-kali jika kipper nya hebat dan mampu sigap menguasai bola tentu kecil kemunginan bola bisa gol.

Namun demikian, jika hanya punya kipper hebat, tanpa penyerang yang tangguh, tidak juga dapat menggolkan bola ke tiang lawan. Memang kemenangan itu bukan kerja personal tetapi kerja team yang padu dan tangguh.

‘Brazil sedang menjemput takdirnya’, ucap si sulung. Ya bisa jadi karena permainan belum selesai, entah apa takdir yang sampai untuk mereka. Saat itu Brazil masih dapat angka nol. Saya hanya berharap semoga tidak dapat nol. Meski jauh untuk bisa melampaui setidaknya ada perlawanan yang membuahkan.

Semangat memang penting, kekuatan mental memang harus dipertahankan. Pememang bukan saja dapat mencetak gol yang banyak, namaun mampu memperjuangkan dengan semangat berarapun sekor yang didapat. Sepertinya brazil lakukan itu, tetap semangat melawan di menit-menit akhir, hingga permainan usai. Dan terima takdir.

Tentu tidak mudah terus menjaga semangat dan mental yang positif saat berada dalam ketertinggalan yang jauh. Butuh pikiran yang keluar dari pikiran orang kalah pada umumnya. Begitu pula dalam hidup, tidak melulu fokus kepada apa yang menjadi kekurangan kita, tetapi melihat kelebihan dan dengan kelebihan itu menjadi pijakan untuk bangkit.

Sikap-sikap terbaik dalam keadaan terburuk adalah terus berpikir baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s