Instrumen Penelitian: Penting lebih dari sekedar analisis data

 

Ini judul tulisan yang pastinya akrab dengan mahasiswa yang sedang kerjakan tugas akhir penelitian. Karena penelitian tentu memerlukan alat untuk mengumpulkan data penelitian. Alat untuk mengumpulkan data penelitian itulah dinamakan instrument.

Bagaimana cara menyususn instrument? Tidak terlalu sulit tetapi juga tidak mudah. Artinya dibutuhkan pengetahuan tentang keseluruhan apa yang akan dilakukan dalam penelitian. Misalnya jika ingin mengetahui bagaimana kemampuan anak membaca Quran, tentu kita butuh mengumpulkan data tentang bagaimana kemampuan anak membaca quran. Dengan cara apa data itu didapat. Untuk mengetahui kemampuanya, bisa kita gunakan tes. tes itulah sebagai alat pengumpul data.

Bagaimana cara membuat alat tes kemampuan baca Quran? Tentu kita harus faham lebih dahalu apa batasan atau keriteria seseorang bisa baca Quran. Tentu bacaan yang dibacanya benar, artinya dia mengenal huruf dan cara melafadzkan huruf istilahnya makhroj. Saat baca juga faham tanda baca dan hukum bacaannya, maksudnya tajwid. Buatlah bacaan Quran atau kutip saja ayat AlQuran yang akan dibaca oleh responden yang isinya mengandung keriteria tadi, ada keragaman huruf dan unsur tajwid yang lengkap dalam bacaan tersebut.

Bagaimana menilainya? Buat kriteria penilaian jika makhroj benar berapa skor tertinggi yang akan diberikan, berapa jika sedang dan berapa jika butuh perbaikan. begitu pula dengan tajwidnya. Berikan angkanya agar mudah melakukan kuantifikasi jika data penelitian itu perlu dikuantifikasi. Bisa juga deskriptif verbal dari setiap responden yang menunjukkan kemampuannya. Tergantung jenis penelitian apa yang sedang dilakukan. Apakah data perlu untuk dikuantifikasi atau tidak.

Banyak alat pengumpul data yang bisa dibuat, terantung dari apa yang diperlukan, bisa berupa angket/kuesioner, wawacara, dokumentasi dan kelompok fokus. Pengalaman saat membimbing mahasiswa, mereka kebingungan saat membuat instrument pada tahap merumuskan indikator. Indikator adalah kata kerja opersional yang menunjukkan sejumlah ciri dari variebel penelitian.

Tahapan sederhana membuat instrument adalah:

Variabel >>> konseptual dai variabel >>> operasional variabel >>> indikator >>> butir

Indikator ini merupakan intisari dari berbagai konsep yang dibahas pada kerangka teoritik. Artinya fahami betul apa definisi konseptual dari variabel penelitian yang sedang diteliti, dan bagaimana rumusan operasionalnya. Misalnya motivasi belajar. Secara konsep motivasi belajar itu apa? Dari berbagai pendapat tentang motivasi belajar, kemudian sarikan berdasarkan berbagai pendapat itu rumusan definisi konsep dari motivasi belajar dengan bahasa sendiri lebih mudah dicerna. Kemudian turunkan dalam bentuk operasionalnya dan buat definisi operasionalnya. Dari definisi operasionalnya akn trlihat sejumlah indikator. Kira-kira kalau melihat seseorang memiliki motivasi belajar itu cirinya apa, apa yang digerakan sehingga terlihat perilaku bahwa seseorang itu memiliki motivasi belajar. Ingat perilaku yang ditunnjukkan itu yang mencirikan motivasi belajar.

Siswa yang memiliki motivasi belajar yang baik itu tentu tidak melalaikan tugas, apalagi sampai tidak mengumpulkan tugas. Artinya motivasi belajar yang baik itu cirinya mengerjakan tugas tepat waktu. Bahkan mungkin in time. Belum waktunya dikumpulkan dia sudah beres kerjakan dan benar. Kalau cepet dan salah, itu namanya asal-asalan. Tentu bukan seperti itu yang diharapkan.

Ciri lain di kelas pastinya perhatian dengan apa yang disampaikan guru. Kalau guru jelaskan dia juga ikut jelaskan alias ngobrol dengan teman sebelah, bagaimana bisa memahami apa yang dimaksud oleh guru? Presensi di kelas pun jadi ukuran, apakah dia hadir tepat waktu atau sering datang terlambat? Atau duduk paling belakang? Artinya perilaku itu menunjukkan adanya motivasi belajar yang berbeda. Membuat indikator motivasi belajar adalah menumukan ciri-ciri motivasi belajar. Kecenderungan jawaban siswa nantinya akan menunjukkan memiliki motivasi belajar yang baik atau tidak bergantung dari respon yang mereka buat.

Ada ungkapan bahwa, salah analisis dalam penelitian dapat mudah diperbaiki tanpa harus ke lapangan, tetapi jika instrument salah maka kita akan dapat data yang salah, tentu akibatnya lebih fatal, apa artinya penelitian mendapatkan data yang bukan peruntukkannya. Tentu resiko mengulang dalam membuat instrumen dan kembali lagi ke lapangan mengumpulkan data itu cara satu-satunya untuk perbaikinya. Karena itu sebelum ke lapangan perhatian betul instrument yang sedang dibuat, dengan melakukan validasi pakar dan juga ujicoba. (ada caranya juga bagaimana melakukan validasi dan ujicoba instrument)

Saya kadang sedkit aneh ada yang baru selesai bahas teoritik langsung ke lapangan, intrumen belum dikonsultasikan sudah pergi ke lapangan, dan langsung menyerahkan hasil pengolahan data. Its problem. Pembimbing tetep akan periksa instrument, jika ada yang belum tepat, mesti dibetulkan dan instrument yang betul itulah yang digunakan. So yang sudah dapat dari lapangan bagaimana? Sepertinya useless and waste time. So ikuti prosedur penelitian step by step.

Saya tulis ini sedang mengenang tidak mudahnya merumuskan indikator dan menuliskan butir, dengan aturan-aturan dalam penulisan butir instrument. Bisa dilihat buku yang ditulis Azwar . dalam membuatnya tentu tidak sekali jadi, kecuali yang sudah terbiasa, bagi yang baru buat instrument dan mebuatnya hanya saat tugas akhir kuliah saja tentu seperti sedikit baru, harus beberpa kali kita melakukan revisi agar sesuai dengan kaidah penulisan butir instrument dan juga tepat sasaran dengan responden penelitian.

Siapapun yang sedang membuat instrument, semangat guys. Tidak ada yang sulit, jika terus dikerjakan, dari sulit tentu jadi mudah. Kesulitan dan kemudahan bagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.

Sudah ah lanjut menuliskan butir instrument.

25/7/14# 7:24

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s