Masalah dan Menulis

Menulis adalah pekerjaan yang kadang membuat batin lebih hidup, kita bisa bicara sendiri mengurai apa yang menjadi ide, gagasan di kepala. Ini paling tidak bermanfaat bagi diri sendiri untuk mengurai ketegangan, dan memberikan arah bagi apa yang kita persepsi karena kita memiliki sikap dalam menanggapi sebuah permasalahan.

Saat kondisi labil adalah waktu yang dapat dimanfaatkan untuk menulis. Segala kegalauan, konflik dalam pikir dan menentukan sikap apa yang terbaik untuk diri sendiri., sebaiknya bisa menjadi tulisan. Banyak orang terinsiprasi menulis karena menghadapi masalah yang terus menerus dan tidak kunjung usai. Saat menuliskan apa yang menjadi masalah, mencari solusi akan masalah yang dihadapi, perlahan menumbuhkan sikap dan membuat perilaku lebih terarah.

Beruntung jika memiliki kesempatan, kemauan dan masalah yang akan ditulis. Sejatinya manusia hidup dengan masalah. Tidak pernah ada yang terbebas dari masalah. Masalah mendewasakan kita, ada hal yang amat penting mengenai masalah bagi mahasiswa, karena mahasiswa membutuhkan masalah untuk melakukan sebuah penelitian. Mata kuliah Metodologi Penelitian tidak akan lulus dengan baik jika tidak memiliki masalah saat menuliskan rencana penelitian, karena bagaimana membuat perencanaan penelitian jika masalah akal-akalan saja tidak bisa ditemukan.

Begitu pula untuk mengakhiri kuliah, perlu tugas akhir yang didalamnya syarat dengan masalah. Bukan saja masalah yang akan diangkat dalam penelitian tetapi juga kadang masalah hidup yang menyertai yang kadang tidak pernah ada akhir kecuali masa yang mengakhiri.

Menulis artinya membantu mengurai masalah. Manfaat lain yang selain mengurai masalah ada bonus yang tidak pernah kita duga dari menulis. Mungkin bagi yang rajin menulis dan terarah dapat menjadi buku yang diterbitkan. Buku itulah yang menjadi perantara silaturahmi dengan orang yang tidak pernah kita duga. Tetapi jika menulis ala saya yang hany diposting di blog pribadi dan hanya mbah google yang memfasilitasi, kadang juga kebagian bonus ini. Karena kita memang hidup saling membutuhkan dan bergantung satu dengan yang lain. Meski saya tidak mengharapkan menulis ini dibaca orang banyak, tetapi rasanya mustahil jika tidak terselip harapan itu. Jika tidak ingin dibaca orang mengapa harus dipublish. Ternyata efek publish itu menambah manisnya dunia tulis menulis.

Siapa yang menyangka saat lelah mendera, disela waktu istirahat membuka email dan terbaca pesan yang manis, bahwa ada orang yang merasa terbantu dan terima kasih atas apa yang kita tulis. Kita tidak saling mengenal, kata pencarian yang dalam dunia maya yang mempertemukan. Jika tulisan itu telah dapat memberi secercah pengetahuan bagi orang yang tidak pernah kita duga, tentu manis rasanya. Tumbuh sedikit energi kala lelah dan membangkitkan lelah menjadi satu harapan dalam bisik batin itu, dalam hati berkata ‘saya akan menulis lagi hal-hal yang saya mampu dan akan saya bagikan untuk siapapun yang membutuhkan’.

Meski memang tidak mudah berkomintmen untuk tetap menulis, paling tidak hasrat ini ada dan akan tetap terjaga. Harapan semoga dapat tetap bermanfaat meski lewat jari jemari yang dihentakan di atas keypad membentuk sebuah kata, semoga memberi makna dan bermakna bagi sesama.

Salam semangat
Cintai masalah, dan tumbuhlah dewasa bersama masalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s