YANG TERJADI ADALAH TAKDIR (Ganteng, jagoan yang sholeh dan kuat. Robek jidat tanda kelelakian 2.11.14)

jidat ganteng

Anak-anak tumbuh dan bergerak dengan aktif, itu sebagai karunia tanda anak-anak sehat. Namun terasa khawatir saat anak terjatuh dan menyebabkan banyak darah keluar. Tentu siapa pun yang tidak terbiasa melihat darah mengalir terlebih pada anak rasanya ikut panik. Tetapi panik tidak bisa selesaikan masalah dengan baik.

Baru kali ini saya hadapi anak jagoan yang banyak keluarkan darah karena benturan dengan tembok tangga. Dia berlari dari kamar karena ingin segera keluar mendengar suara teman yang memangil. Padahal dia hendak tidur dan lelah pulang dari olahraga. Tetapi anak-anak seiring dengan pertambahan usianya sulit untuk bisa tidur seperti waktu sebelumnya. Kini usianya 2 tahun 3 bulan. Saat dia berlari keluar entah bagaiamana terjatuh dan jidat membentur dinding tangga bagain ujung. Memarut jidit sepanjang kurang lebih 6 cm, Seketika darah mengalir dan tentu menangis.

Membersihakan darah dengan kapas yang diberi air hangat tidak cukup sekali untuk menahan darah. Sekitar 2 detik darah terus mengalir dan kemudian berhenti. Kalau sedang dibutuhkan alat pertolongan pertama begitu sulit ditemukan karena pindah tempat. Akhirnya dapat juga kasa steril dan betadin. Setelah darah terhenti ditempel kasa yang ditetesi betadin ditempelkan pada luka yang robek di jidat.

Saat kumenggendong dan mendekapnya terasa betapa mudahnya persitiwa terjadi pada kita. Berunung saat kejadian ini saya dan suami ada di rumah. Besa tangani sebisanya sebagai pertolongan awal. Selanjutnya jika pertolongan pertama selesai berencana akan dibawa ke dokter. Untuk memulihkan tenaga suami membuatkan susu hangat di botol, tidak sampai 5 menit anakku tertidur pulas.

Bagian rambut terasa kaku dan amis karena darah mengalir ke bagian rambut. Agar tidur nyaman saya membersihkan rambut yang kasar dengan darah yang kering, menggunakan air hangat lalu disuapkan menggunakan kapas. Kemudian dikeringkan dengan handuk. Sementara dia tertidur pulas, saya mencari refrensi bagaimanakah langkah untuk menagani luka robek dijidat. Banyak yang ditemui, memang mengerikan luka dijidat apalagi daerah kepala, sangat berbahaya jika melukai bagian otak.

Saya membaca penanganan pertama pada luka di jidat:

  • Jangan panik jika melihat darah mengucur, karena pembuluh darah di daerah kepala adalah bagian yang paling banyak keluarkan darah.
  • Tunjukan sikap tenang kepada anak, dan kita segera sumbat darah dengan es batu yang dibungkus handuk, tapi kemaren saya guakan kapas yang telah dicelupkan ke air hangat.
  • Tutup luka dengan kain steril dan berikan betadin
  • Plester agar tidak mudah terlepas
  • Istirahatkan anak ( ini yang sedikit saya kurang cermat, mestinya jika luka robekan anak dalam dan luas, sebaiknya segera ke dokter untuk direkatkan dengan cara dijahit. Jika terlewat daru 6 jam, sudah tidak boleh dijahit karena beresiko infeksi)

Sore hari setelah dokter praktek yang biasa kami kunjungi buka, saya bawa untuk pengecekkan. Saya berharap luka yang mengaga dan dalam bisa dijahit atau direkatkan, agar jaringan di kulit bertemu dan mudah untuk disembuhkan. Sayang, saya terlambat datang, mestinya segera setelah kejadian dibawa ke dokter, karena jika sudah lewat 6 jam tadi tidak bisa dijahit, dikhawatirkan infeksi kata dokter.

Saya merasa sedikit kurang cermat, akhirnya saya berharap bisa direkatkan dengan dilem. Dokter coba rekatkan dengan menggunkaan plester yang seperti solasi, menekan sedikit robekan, dan seperti biasa ditutup dengan kasa yang diberi betadin.

Tidak tega memang melihat luka robekan itu, pedih rasanya. Saya bisa rasakan bagaimana hati orang tua jika anaknya terluka. Jangankan luka robekan, nyamuk menempel pun kita tidak sudi melihatnya, segera membunuh nyamuk itu. Ini luka robekan yang tidak cukup sehari bisa merapat, tidak bisa berbuat banyak. Hati hanya berdoa dan mencoba kuatkan. Tetapi jika lihat anaknya, hmm.. memang anak-anak, tetap saja aktif. Meski luka cukup mengerikan jika orang yang melihat, tetapi bagi anak ini santai saja, dan tetap bermain dan aktif. Tanda lelaki, tinggal orangtua saja menjaga agar tidak terjadi hal yang membahayakan berulang.

Saat terasa ngeri melihat luka robek, saya bayangkan bagaimana kepedihan orangtua melihat anak korban perang, yang buka saja luka robek namun lebih parah dari itu. Sampai terbayang bagaimana korban perang ketika masa Rasulullah, yang bukan saja robekan benda tumpul, namun juga pedang yang menghunus. Begitu juga melihat kecelakaan di jalan yang melumurkan darah. Tidak ada kekuatan kecuali pertolongan Allah. Terlalu berlebihan memang, tetapi itu kenyataan yang dihadapi orang.

Apapun yang terjadi memang sudah menjadi takdir. Menerima dan berusaha selayaknya, jika sakit berusaha menghindarkan sakit dan merawat untuk kesembuhan. Semoga Allah sembuhkan anak-anak yang sedang sakit, Allah kuatkan dan beri kesabaran kepada orangtua yang menjaga dan merawat untuk kesembuhan anak-anaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s