Love Your Problem Allah More Love you

Betapa pun berat masalah yang dihadapi, pernahkah berpikir bahwa masalah itu akan selesai dan tidak akan selalu bersama kita. Jika kita larut dalam sebuah masalah luar biasa memang segala energi terkuras, hati pikiran bekerja hanya memikirkan masalah. Berat masalah seolah tidak bisa diurai dan diselesaikan. Hanya berpikir dan merasakan beratnya tanpa bergerak tentu makin betah masalah itu mendekati dan menjadi besar.

Kemampuan mengurai masalah dan melakukan hal yang dapat dilakukan akan jauh lebih baik dalam menghadapi masalah. Bahkan masalah berjalan diluar dugaan kita. Satu hal yang mesti diingat oleh orang yang memiliki keyakinan bahwa Allah yang mengatur segala hidup akan memberikan yang terbaik bagi hamba.

Kejadian yang terbaik yang terjadi pada kita, tidak mesti selaras dengan kacamata kita yang penuh debu dan nafsu. Bisa jadi sesuatu yang begitu perih kita rasakan, kesedihan yang mendalam adalah yang terbaik untuk kita, kita tidak pernah mengetahui pasti bahwa perih, sedih dan pedih itu adalah bisa jadi cara Allah agar kita kembali mendekat kepada Allah. Berterima kasihlah kepada orang yang telah mengantarkan kita kepada kepedihan dan kesedihan itu (sedikit kejam memang) tetapi inilah cara yang paling indah, meski ini sulit tetapi perlahan akan terjawab, begitu banyak makna, bahwa kebaikan akan selalu berbalik kebaikan. Selama jalan yang kita tempuh adalah sesuatu yang baik dan benar. Maka akan kita temui bahwa segalanya membaik dan menjadi lebih baik.

Butuh waktu untuk mampu sampai kepada makna, namun perjalanan dengan kesyukuran, kesabaran dan tetap berpikir baik segalanya tidak seburuk yang dipikirkan oleh rasa dan pikir yang tanpa berbuat. Jika suatu saat terjadi hal yang tidak pernah kita inginkan, maka kembali menguatkan keyakinan bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan selama kita berbuat baik dan memohon pertolongan-Nya.

Nikmat luar biasa bagi orang yang memeluk agama Islam, karena keyakinan kepada Allah dan ajaran agama yang diajarkan Rasulullah saw terasa begitu nikmat. Kita bisa bersedih dan menangis dalam hati, sementara wajah bisa tersenyum. Kita bisa kuat hadapi semua kepedihan karena kita tahu ini tidaklah seberapa jika kita membandingkan kebaikan yang Allah beri. Bisa jadi kepedihan ini adalah bentuk kebaikan yang tidak pernah kita sadari.

Ini ajaran agama yang dinikmati oleh pribadi, kadang ada orang yang begitu tidak suka memaknai agama hanya untuk kepuasan bathin. Tidak perlu berdebat, agama itu rahmat bagi semua, baik pribadi maupun semua umat. Jika secara pribadi saja dapat merasakan akan makna ajaran, bukan hal yang mustahil apa yang dirasakan bisa memberikan manfaat bagi orang lain, untuk bangkit dari masalah yang dihadapi. Pada akhirnya perlahan pandangan mulai keluar diri dan memperhatikan persolan-persolan orang banyak. Kita lakukan saja yang bisa dilakukan tidak perlu saling menyalahkan dan merasa diri benar.

Kepekaan membaca diri dapat dituangkan dalam kepekaan dalam membaca persoalan diluar diri. Memang tidak sedikit persoalan umat yang kadang kita pun tidak mengerti akan mulai dari mana untuk menyelesaikannya. Kembali mengurai persoalan dan melakukan apa yang bisa dilakukan. Hal yang terdekat, sederhana dan mungkin kita lakukan itulah yang sangat mungkin bisa kita selesaikan.

Semua akan berlalu, cara kita menyelesaikan masalah lah yang menjadi kesan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s