TIDAK ADA LUKA YANG TIDAK DAPAT DISEMBUHKAN

Manusia begitu rentan, mudah saja untuk bisa terluka dan sakit. Kulit yang halus dan tipis bisa dengan mudah tercabik. Tidak seperti kulit kerbau yang tebal atau kulit buaya yang kasar. Karena itu manusia memang berbeda dari semua makhluk yang Allah ciptakan. Manusia memiliki kemampuan yang melapau makhluk ciptaan Allah yang lain. Akal dan hati yang membuat manusia mulia dan beradab.

Dengan akal pikir dan rasa yang dimiliki manusia, mampu mencari cara dan makna sehingga luka dapat sembuh. Meski pun tidak ada luka yang tidak dapat sembuh dengan seizin Allah. Manusia tetap wajib berupaya karena manusia hanya bisa berdoa dan berusaha sedangkan Allah yang menyembuhkan.

Saya begitu takut melihat luka yang terlihat jelas dan mengerikan. Karena itu ketika anak terjatuh dan berlumur darah rasanya tidak kuat membayangkan dan tidak ingin melihat luka itu lagi. Namun tentu itu hanya rasa saja, dalam nyatanya saya harus berani hadapi dan tetap tenang. Setiap kali berdoa untuk meminta sembuh, saya bayangkan jaringan kulit anak saya itu bertemu dan menutupi luka. Setiap mendekat dengan anak, saya memeluk, dan mencium luka, dalam hati berdoa semoga Allah beri kesembuhan.

Tiba hari membuka perban yang menutupi jidat anak ganteng selama 3 hari. Di dokter saya tidak ingin lihat luka yang dibuka, memeluk anak agar tidak bergerak dan melihat wajahnya tanpa melihat luka yang sedang dibuka oleh dokter itu yang saya lakukan. Ketika dokter mengatakan ‘sudah kering dan bagus lukanya’ baru mata saya melihat dan memuji subhanallah, alhamdulillah dan mencium kembali jidat yang dulu menganga dan merah dengan darah yang menutupi.

Camera 360

(menunggu dokter narsis dulu ya…)

Alhamdulillah.. kemajuan yang dahsyat, lubang dalam dan panjang  itu telah terututp dan rapat. Meski tidak sempat dijahit waktu itu. Namun saya merasa takjub. Allah seperti tidak memberikan rasa sakit pada anak itu dan luka pun begitu cepat merapat.

Tentu pengalaman saya bukan kejadian yang luar biasa, banyak anak-anak yang memiliki kasus yang sama jatuh dan terluka dibagian kepala. Berlumur darah, luka dalam dan menganga. Dan sepertinya semua orangtua yang melihat begitu khawatir sementara anak-anak seolah tidak merasakan apa-apa, kembali aktif dan bermain.

Luka memang bisa sembuh. Luka secara fisik, seperti yang dialami anak saya tentu secara kedokteran dapat dijelaskan bagaimana bisa disembuhkan. Sejauh yang saya lakukan dan ketahui, luka anak itu bisa sembuah karena beberapa sebab:

  1. Anak sedang dalam masa pertumbuhan, pembelahan sel masih aktif. Jika jaringan kulit terkoyak, sel pada jaringan ini akan cepet berganti
  2. Ada obat penawar yang dikonsumsi, sehingga hal yang dikhawatirkan terjadi seperti bengakak, demam dapat diantisipasi.
  3. Perawatan luka dengan cara menutup luka menggunakan kasa steril dan menggantinya
  4. Menjaga luka untuk tetap kering, karena jika basa mudah lembab dan kuman pun mudah datang.

Itulah upaya yang bisa dilakukan, selebihnya dan sebesar-besarnya tetap berharap agar Allah senantiasa menjaga dan menyembuhkan.

Luka fisik bisa sembuh dan kembali normal, tentu demikian juga dengan psikis manusia terluka pun bisa dapat segera disembuhkan, bergantung kepada apa yang diupayakan untuk menyembuhkannya. Jika cara-cara penyembuhan luka fisik bisa ditempuh dan hasilnya bagus, tentu cara itu bisa diadaptasi bagaimana untuk menyembuhkan luka psikis seperti kesedihan, kecemburuan, dan kesepian.

Megalami sakit psikis yang demikian, tentu tidak pergi ke dokter kulit tentunya. Namun secara pribadi dengan kemampuan sendiri, ada yang dapat dilakukan sebagai upaya pribadi. Apa yang bisa dilakukan? Tips ini mudah-mudahan bisa membantu:

  1. Terima luka kesedihan, kesepian dan luka lain yang bersifat psikis atau kejiawaan sebagai takdir atau ketentuan yang sudah terjadi, yang menimpa diterima dengan ikhlas. (tanpa menyalahkan orang lain atau mencari siapa yang salah tetapi lebih berpikir bagaimana untuk menyembuhkan sakit yang dirasa)
  2. Aktiflah bergerak dan hidup secara normal. Meski hati begitu berat dan sedih. Tetaplah tersenyum dan sapa orang lain dengan ramah, tebar senyum lakukan kebaikan dan katakan bahwa hidup ini anugerah yang terindah. (meski setelah itu saat sendiri menangis sedih dan tidak berdaya, menangislah dan terus tanamkan dalam pikir bahwa ini yang terbaik)
  3. Saat bayangan peristiwa yang menyedihkan itu sulit utuk dihindari, bangkitlah, kalau pun akan diberi kesempatan mereview sedih beri waktu sedikit saja. Namun lebih bagus untuk bergerak menenangkan diri atau berinterkasi dengan diri sendiri melakukan dialog batin atau self talk dan arahkan kepada hal dan pikiran yang positif.
  4. Belajar dari peristiwa yang menimpa, bahwa segala yang terjadi sesungguhnya ada makna dibalik semua peristiwa. Kesabaran dan tetap berperilaku dan berpikir baik akan menuntun kapada makna. (terlalu dini mengatakan ada makna dari suatu peristiwa yang tejadi, namun itulah nyatanya, selalu ada seiring dengan upaya yang kita lakukan, namun tidak pernah kita tahu kapan itu akan muncul, sabar dan tetap dalam kesabaran yang terbaik)
  5. Sulit memang menyelesaikan masalah sendiri, namun kita memiliki Allah yang senantiasa memberikan yang terbaik. Kekuatan doa meleburkan semua belegu dalam hati. Kepasrahan kepada Allah membuahkan keberanian dan kekuatan.
  6. Berharap kepada pertolongan Allah, lakukan hal-hal yang disukai dan diridhoi Allah. Hindari melakukan hal yang secara batin saja kita konflik untuk melakukannya. Yang terang itu jelas, dan yang gelap pun tegas. Lakukan yang tidak bertentangan dengan hati nurani yang paling dalam.

Tips yang sebenarnya bisa siapapun untuk mealukannya. Curhat dan mencari pendapat dan masukan orang atau luka hati yang diarasakan memang tidak ada salahnya, sejauh bisa membantu memperbaiki dan menyembuhkan luka. Namun sejatinya yang melakukan dan mengarahkan diri adalah diri sendiri. berangkat ke psikiater, psikolog atau ahli hikmah pun yang sepenuhnya melakukan penyembuhan utuk diri sendiri adalah diri sendiri secara langsung. Karena hal yang muncul dari luar dan dikerjakan bukan atas insiatif dan kesadaran sendiri akan memiliki efek yang berbeda dengan kesadaran berbuat yang muncul dari dalam diri sendiri.

Setiap kita memiliki kekuatan dan kemampuan.

Tidak ada luka yang tidak dapat disembuhkan. Berusahalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s