Menikmati Hasil Ternak dan Bertani Saat Senja

Alam memberikan kebaikan bagi siapa saja yang mau bekerja keras mengolah dan memanfaatkan alam. Kerja keras saat muda menjadi cerminan kebahagiaan saat tua. Pagi bekerja keras, saat senja menikmati hasil jerih payah yang dilakukan. Ini yang saya lihat dari cerita dan obrolan saya dan teman-teman bersama pasangan suami isteri yang kini menikmati hari yang tiada henti bekerja dan memaknai hidup.

Siang selepas jumat saya dan teman-teman mengunjungi kelompok tani dan kelompok wanita tani di Cibungbulang Bogor. Di sebuah rumah yang sederhana kami diterima di ruang tamu. Terlihat beragam sertifikat kegiatan yang terkait dengan pelatihan, penghargaan terkait kegiatan pertanian dan peternakan terpasang di dinding. Photo kelulusan saat wisuda anak-anaknya pun terpasang. Struktur kepengurusan kelompok tani serta visi dan misi masih melekat di dinding. Meski pun visi misi itu sepertinya telah usang, karena target pencapaian di 2010 yang tertulis disana. Namun saya melihat ini gambaran keragaman dan banyaknya aktivitas yang telah dilakukan oleh pasangan suami isteri ini.

Setelah mereka mengetahui maksud kedatangan kami untuk melakukan penelitian dan pemberdayaan sesuai potensi alam, mereka menerima dengan senang dan terbuka. Perlahan butiran pengalaman, kerikil sandungan, secercah harapan dan pantulan kebahagiaan terurai melalui kata dan perasaan yang terpancar. Hal-hal yang berisifat pribadi pun turut keluar mengiringi jalan cerita.

Berbicara mulai dari ruang tamu tempat kami pertama diterima, berjalan ke belakang rumah, menikmati luasnya ladang sawah dan ternak. Hingga dilanjutkan pembicaraan di sebuah rumah kayu di atas kolam yang cukup unik, klasik dan eksotis.

IMG_20141107_160921

(Vila yang juga dijadikan tempat pertemuan kelompok tani berada di belakang rumah)

Lesehan di atas rumah kayu, mendengar tutur cerita seorang ibu yang lugu nan cerdas. Merayap dan menata kehidupan keluarga dan penduduk sekitar sehingga menjadi masyarakat berdaya.

Perempuan di kampung ini bekerja, tidak ada yang menganggur perempuan di kampung ini, ujarnya. Perempuan di kampung ini memilih kegiatan yang diminati mereka yang dapat menambah nilai ekonomi keluarga. Pekarangan rumah dipenuhi tanaman yang bermanfaat untuk keseharian, tanaman cabe tomat tumbuh rindang di beberapa rumah penduduk.

Hasil pertanian seperti pisang diolah menjadi keripik pisang, setiap minggu tidak kurang dari 20-30 kg produksi ibu-ibu dipasarkan di sekitar Desa. Jumlah ini terasa kurang, namun karena bahan baku yang sulit membuat produksi tidak terlalu banyak. Makanan khas daerah dari beras seperti rengginang juga diproduksi.

IMG_20141107_163558

(Tengah asyik bercerita dan olahan keripik pisang)

Tidak hanya melakukan pekerjaan olahan makanan hasil pertanian. Perempuan di desa ini juga turut bekerja dalam pengeolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan tanaman. Ada kelompok khusus yang menanam padi, membersihkan dan memanem padi di sawah. Mereka kelompok yang handal dan terampil, tidak saja desa ini yang memanfaatkan jasa namum juga tetangga desa lainnya.

Melihat buku tamu yang disodorkan terlihat banyak tamu dari mahasiswa yang dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Nusa Bangsa (UNB). Pengalaman banyak berinteraksi dengan tamu yang datang untuk melihat kegiatan kelompok tani, membuat pasangan suami isteri ini seperti terbiasa dan mudah memahami tujuan orang yang datang. Dengan kooperatif mereka menunjukkan hasil tani yang masih berlangsung. Termasuk dengan tidak segan memasarkannya. So, makanan dan padi baru hasil panen pun memenuhi bagasi.

Dibalik semua cerita tentang pemberdayaan yang dilakukan dan kerjasama dengan berbagai pihak yang telah mereka lakukan, saya justru tertarik dengan sisi kehidupan masa tua. Tidak ada masa tua yang bahagia dan bermakna tanpa kerja keras dan sejumlah pengalaman perih yang dilewati. Pasangan suami isteri ini berhasil mengantarkan anak-anak mereka mengenyam pendidikan tinggi dengan hasil tani dan ternak. Hasil alam telah mengantarkan keberkahan kepada kedua orangtua ini. Mereka masih dapat menimati hari tua yang tetap produktif, memimpin kelompok tani di Kecamatan dan berbagi pengalaman.

IMG_20141107_165338

(kebersamaan menyimak cerita dan pengalaman H. Sulami dan isteri)

Pengalaman dan keberhasilan dalam kelompok tani dan keluarga pasangan suami isteri ini menjadi harga yang tidak ternilai dan tidak ada habisnya dibagikan kepada orang lain. Hidup memang akan terus bermakna dalam kebermanfaatnan bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s