Hidup untuk Bahagia

Sekalipun judul demikian, namun saya percaya setiap kita tentu mengalami kehidupan yang tidak selalu bahagia. Saat merasa menderita dan tidak nyaman menjalani apa yang ada, sesungguhnya kita berusaha mencari agar segalanya kembali menggembirakan dan membahagiakan. Tidak perah ada yang ingin berlama-lama dalam duka, kepayahan dan kesengsaraan.

Meskipun sungguh demikian, bahagia dan sengsara bersifat subyektif. Kita mengira orang hidup tidak bahagia dalam ketidakbebasan, namun sebenarnya ia menemukan bahagia atas apa yang kita lihat. Kita mengira bahwa rang yang menderita, hidup begitu tidak bahagia, namun bisa jadi kita salah menduga bahwa ada bahagia dalam setiap derita.

Sungguh bahagia itu misteri yang pada setiap hela napas, dan setiap lapis kehidupan. Mudah untuk menemukan bahagia, mana kala kita menikmati segala yang ada, yang menjadi garis hidup. Bahagia itu dekat sedekat urat leher kita.

Setiap manusia memiliki sistem pengaturan tubuh dimana hormon bekerja. Hormon yang menjadi racun dan menjadi obat akan aktif bergantung pada bagaimana cara kita mensikapi sebuah keadaan. Hormon kebahagiaan ada didalam tubuh. Mana yang akan kita aktifkan hormon kebahagiaan atau kesengsaraan, tentu bergantung kepada pilihan kita.

Hormon kebahagiaan memicu tubuh menjadi lebih sehat, memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik, anti penuaan dan stres. Tentu sebaliknya dengan yang tidak bahagia, tubuh mudah terpicu stress, penuaan dini dan pemicu sel kanker. Bagaimana agar hormon kebahagian aktif dalm tubuh kita.

Itu pula yang ditulis Haruyama (2014:19-20) dalam The Miracle of Endorphin. Banyak orang yang menjadi sehat dan normal dari penyakit fisik maupun psikis, dengan mengaktifkan hormon kebahagiaan, hormon endorphin yang dianggap sebagai morfin dalam otak. Memicu suasana hati dan kebahagiaan. Meskipun cara yang terbilang sederhana untuk bisa sehat yaitu dengan melakuan perawatan three in one melalui makanan, olah tubuh dan meditasi. Namun butuh upaya keras dan konsisten. Setiap kita mampu melakukannya.

Menjaga asupan makanan yang kaya protein dan rendah kalori. Melakukan olah tubuh untuk membentuk otot dan membakar lemak. Meditasi untuk mengarahkan diri pada pikiran positif. Serta hal lain yang dilakukan adalah pemijatan. Namun dibalik semua itu terdapat sebuah rahasia yang bekerja dalam membantu penyembuhan dan meningkatkan suasana hati yiatu hormon kebahagiaan.

Setiap kita memiliki dan mampu untuk mebangkitkan hormon kebahagiaan pada setiap apapun yang kita lakukan. Namun pelepasan hormon kebahagian ini ada yang bersifat sementara dan ada yang abadi. Kita bisa bahagia saat berhasil mendapatkan sesuatu dengan cara-cara yang tidak benar, saat itu hormon endorphin dilepaskan, namun itu tidak bertahan lama, karena cara yang digunakan adalah salah, lambat laun kegelisahan akan merasuki jiwa. Apa artinya kebahagiaan siangkat yang harus dibayar dengan kegelisahan yang panjang.

Segala peristiwa memang pantas untuk dilewati dengan beragam kebahagiaan yang dapat kita nikmati. Namun kebahagiaan yang hakiki yang akan bertahan lama dan memberi efek pada kesehatan jiwa. Kebahagiaan sesaat dan menderita berkepanjangan adalah harga yang terlalu murah menukar nikmat Allah dengan kehidupan yang tidak sehat.

Jika pun peristiwa yang lalu terjadi dan tidak menyenangkan, kita bisa membuat program ulang dalam benak dengan memperbaiki cara berpikir dengan melihat sisi baik dari apa yang ada. Tidak pernah ada kata buntu dan hancur, selama karunia Allah masih dapat kita nikmati. Kehidupan yang amat berharga patut disyukuri.

Selamat berlatih, get more endorphin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s