Tumbuh Optimal dengan Kerjasama

Pagi sekitar pukul 9, saya melewati Sekolah Dasar Negeri yang letaknya di pinggir jalan masuk arah perumahan. Anak-anak berseragam putih dan merah ini sedang berhamburan di luar gerbang dan pagar sekolah. Mereka menuju tempat jajanan yang berada di pinggir jalan.

Aneka jajanan tersedia, mulai dari makanan dan mainanan ada berjejer di depan gerbang sekolah. Tidak saja anak-anak namun juga orangtua yang mengantar turut riuh menikmati jajanan yang ada.

Saya melihat sambil lalu saat melintasi jalan itu. Saya hanya terbayang mengapa anak-anak begitu beresioko dengan ancaman keselamatan dan kesehatan. Kendaraan yang lalu lalang, anak harus menyebrangi jalan, dan berdiri di pinggir jalan untuk mendapat makanan.

Kesehatan pun terancam, siapa yang bisa menjamin makanan yang terbuka tetap bersih sementara debu dan asap kendaraan yang melintasi selalu ada.

Jajanan di dalam sekolah terkadang tidak memenuhi dan tidak tersedia cukup untuk anak. Sehingga anak sering keluar menikmati jajanan yang beragam. Mengapa tidak masuk sekolah saja tukang jajanan itu? Ditata kelola dengan baik untuk kenyamanan sekolah, anak juga pihak lain yang mencari rezeki.

Tentu tidak mudah mengelola dan membuat tertib sesuatu yang berantakan. Bukan saja mengubah mental tetapi juga memikirkan solusi yang terbaik bagi semua. Padahal kalau untuk urusan makanan, siswa yang umumnya sekolah pada tingkat dasar, mereka tidak terlalu lama berada di sekolah. Mereka bisa membawa bekal dari rumah. Jika pun tidak membaca sekolah bisa memperhitungkan makanan apa yang diperlukan untuk anak, yang boleh ada di sekolah.

Pengelolaan sekolah yang baik memang butuh sinergi yang dilakukan bersama untuk kebaikan bersama. Tidak ada yang dapat berfungsi baik jika tidak dilakukan bersama. Sapu lidi bisa membersihkan tempat yang kotor karena lidi tidak satu tetapi puluhan yang digabung jadi satu.

Gigi ini pun bisa mengunyah dengan baik, karena gigi tidak tumbuh hanya satu. Ada 28 sampai 32 gigi yang optimal tumbuh, dengan fungsi berbeda pada kita. Sehingga kita bisa mencerna dan menikmati makanan dengan baik. Jika hanya ada satu gigi, hmm… entah gimana jadinya..

Begitu pula dengan dunia pendidikan dasar, perlu banyak pihak yang memperhatikan. Bukan saja pendidikan dengan memilihkan sajian kurikulum yang komplit, tetapi juga kesehatan, keselamatan, kenyamanan agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s