Rasulullah

Rasulullah – Hijjaz
Album : Cahaya Ilahi

Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuri lembaran sirahmu
Pahit getir perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran

Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umat mu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya

Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlak mu
Tidak terbalas segala jasa mu
Sesungguhnya engkau Rasul mulia

Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir nama mu di dalam Al-Quran

Rasulullah kami umatmu
Walau tak pernah melihat wajah mu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamal sunnah mu

Kami sambung perjuanganmu
Walau kita tak pernah bersua
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan Rasul sebagai pembela
Lagu yang dinyanyikan Hijjaz ini sebenarnya sudah lama saya dengar. Tetapi ada nuansa yang berbeda saat seorang teman kembali memutarkan lagu ini dengan penyanyi yang berbeda. Dinyanyikan oleh paduan suara perempuan yang juga Malaysia. Berkali-kali diputar dan setiap kali saya dengar bait yang dilantukan tentang Rasulullah, terlintas bayang perjuangan dan perilaku kelembutan Rasulullah dengan kisah yang berbeda.

Mengenang bagaimana perjuangan Rasulullah membawa ajaran Islam, sikap lembut dan santun yang ditunjukkan, serta bagaimana pembelaan dan kekhawatiran Rasulullah atas umatnya saat jelang kematian, sungguh tidak bisa tidak teteskan air mata.

Ajaran yang termaktub dalam kitab Quran, yang merupakan wahyu Allah swt, kepada Nabi Muhammad saw, sangat diyakini bagi seorang muslim sebagai kebenaran dan ajaran yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.

Meski kadang kita menjumpai orang yang tidak percaya dan bahkan mencoba membuat semisalnya, namun sungguh tidak pernah ada yang mampu menandinginya. Tidak saja masa kini, namun juga saat zaman Rasulullah saw, terdapat kisah Musailamah yang mencoba membuat tandingan Quran, bukan saja isinya yang tidak menyentuh tetapi juga sangat aneh dan kocak.

Kenyataan semisal ini, telah Allah swt isyaratkan, bahwa jika kamu tidak percaya kepada Quran, coba buat dan panggilah pelindung dan pendukung untuk membantu membuat semisal Quran, nisacaya tidak akan mampu membuatnya. Lanjutan dari firman itu adalah perintah untuk memelihara diri dari api nereka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu bagi orang yang mengingkari. Bisa dibaca pada Quran Surah Albaqoroh. 23-24.

Satu hal yang kita merasa yakin Quran itu benar adalah, riwayat Quran diturunkan pada masa Rasulullah saw dengan jelas tidak ada pertentangan pada para sahabat atau tabi’in dan orang semasa Rasullah yang mendustakan Quran. Begitu pula dengan hadis atau sunnah Rasulullah saw, tidak mungkin ada orang yang bersepakat bohong hingga sampai sunah dan hadis itu kepada kita.

Selain itu terdapat keimanan yang ada dalam diri akan kebenaran Quran, kita pun melihat pembuktian kebenaran Quran dan tidak ada pertentangan di dalamnya. Ini pula yang Allah swt firmankan,

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.(Annisa: 82)
Quran adalah mukzijat Rasulullah saw, bukan produk budaya sebagaimana sangkaan orang yang tidak meyakini dan mengetahui Quran. Jika ingin mengetahui bagaimana Quran, maka sesungguhnya Rasulullah itu adalah Quran yang berjalan. Segala apa yang diperbuat dan dilakukan Rasullah bersumber kepada Quran.

Dengan demikian apa yang dikatakan, dilakukan dan disetujui oleh Rasulullah saw itulah sunah, dan hadis yang menjadi sumber ajaran setelah Quran. Fenomena kehidupan yang terjadi pada masa Rasulullah meski dengan kontek budaya dan zaman berbeda, namun terdapat hal prinsip yang dapat diterapkan tanpa mengenal batas atau warna budaya maupun zaman.

Agama Islam adalah kebaikan bagi seluruh alam. Artinya bukan saja umat manusia yang berbeda agama, namun juga seluruh alam beserta isinya. Meski kadang konsep ajaran dan perilaku umat yang mengakui dan menganut ajaran tidak selalu sama. Inilah dinamika dalam upaya memperbaiki diri terus menerus sebagai umat Rasulullah.

Kelak ada pada suatu masa, kami yang mengaku sebagai umat Rasullah saw bertemu dan mengharap pertolonganmu. Rengkuh kami dalam dalam kasih sayangmu Ya, Rasulullah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s