Diri, Kesunyian dan Makna

Diri, Kesunyian dan Makna

Manusia memang penuh tanya, banyak hal yang kadang sulit dimengerti. Jangankan memahami orang lain, diri sendiri pun kadang ada saat yang tidak pernah kita fahami. Pikiran liar diluar kendali menelusup tanpa sadar, bahwa itu bukanlah yang kita kehendaki.

Tidak heran banyak orang yang dikenal baik, dengan perilaku yang tidak ada keganjilan. Namun begitu kaget kita dibuatnya, dengan perilaku yang sangat tidak diduga diketahui. Manusia dengan segala dimensi yang luar biasa. Apa yang menjadi pikiran, hati, perasaan akan dibenarkan dalam apa yang dilakukannya.

Tidak ada yang terjadi tanpa sebab. Namun  sebab-sebab apa yang telah dibuat dapat membantu memahami apa yang terjadi. Menelusuri, mendeteksi dan mempertanyakan apa sebab terjadi memang tidak mudah.

Ibarat dokter mendiagnosa sebuah penyakit yang ada dalam tubuh. Perlahan dan teliti mencari sebab apa yang terjadi. Menghentikan gejala yang dirasa sakit adalah perlakuan yang umumnya dilakukan. Meski sesungguhnya tidak mengobati akar penyebabnya, namun berharap dengan mengurangi gejala, dapat membuat tahan daya tubuh dan apa yang dirasa sakit pun membaik dengan sistem tubuhnya sendiri.

Begitu pula dengan jiwa manusia, yang sulit terlihat. Pikiran negatif ibarat serangan jantung. Tiba-tiba diri terasuki pikiran yang sangat tidak nyaman.  Antara menuruti dan menghindari berperang dan batin. Sunyi dan terdiam menjadi teman pergolakan antara pikiran dan perasaan.

Menuruti pikiran dan perasaan negatif artinya terus mengembara dan hidup tanpa dasar yang jelas, dan semakin absurd.  Perlahan dan pasti akan membuat hidup yang menyengsarakan bagi jiwa.

Menghindari pikiran dan perasaan negatif dapat dilakukan dengan banyak cara. Mereset ulang pikiran dan mengarahakan kepada berpikir positif dengan segenap kekuatan diri dapat dilakukan dalam diam. Namun seberapa kekuatan diam tanpa ada fokus yang dilakukan, maka kecil kemungkinan dapat bertahan lama.

Bergerak, adalah tindakan yang selanjutnya penting dilakukan. Bergerak menuliskan apa yang dirasakan, memberikan ruang pada hal-hal positif tumbuh bagi penyelesaian masalah. Menulis adalah bentuk meditasi yang ampuh mengarahkan kepada kita untuk fokus pada hal lain yang lebih positif.  Menulis menjadi obat atas kegundahan hati. Seperti apa jadinya bentuk tulisan tidak perlu dihiraukan. Yang jelas bermanfaat bagi diri sendiri, dan jika pun memiliki manfaat bagi orang lain itu adalah bonus.

Berinteraksi dengan orang, akan mengalihkan apa yang sulit kita kendalikan. Berbicara dan memeperhatikan diluar diri memberikan ruang baru dalam melihat sisi terdalam diri sendiri. Tidak sedikit kita akan merasa bersyukur atas apa yang ada pada diri karena pelajaran yang ada diluar.

Saat segalanya sulit dijalankan, percayalah ada kekuatan yang Maha Kuat yang bisa kita minta pertolongan.  Melepasakan segala hal yang tidak menyenangkan. Menggapai kebahagian dengan jalan mendekat dan taat kepada apa yang diperintahkan.

Memahami kandungan ajaran tentang kebahagiaaan dan keberuntungan  dalam QS Al Mu’minun, 23:1-5, mengantarkan kita kepada introspeksi diri. Apa sebab masih saja kadang ada berada dalam ketidaknyamanan. Begitu jelas ciri yang diakatakan sebagai orang yang beruntung. Orang yang memiliki keyakinan yang benar dan fokus atas apa yang dilakukan, empatis kepada orang laian, menghindari hal yang tidak berguna dan menjaga nafsu kecuali pada yang tepat. Bukan hal mudah untuk dapat menjalankan dengan benar dan konsisten. Tidak heran jika masih ada remah dalam jiwa. Inilah pertanda kita hidup.

Tidak ada manusia sempurna, manusia yang terbebas dari salah. Namun ada manusia yang terus berupaya memperbaiki diri dan kesalahan. Manusia yang lebih memberikan ruang bagi tumbuhnya kebaikan-kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Asrama mahasiswa, 11 Desember 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s