Titip shalat untuk Anakku

 

Anakku …

Suatu saat engkau akan mengerti apa yang dilakukan untukmu

Ayahmu memang tidak secerewet ibumu

Tidak banyak kata dari ayah, namun ayah tegas

Tidak banyak titah dari ayah, namun dia biarkan kamu lihat apa yang dilakukannya.

 

Anakku..

Saat menjelang tidur, hanya ada doa dan harapan

Semoga esok terbangun dan kehidupan yang lebih baik

Mengantungkan diri hanya kepada-Nya

Bermohon kekuatan agar bisa bersama

Berjalan menelusuri remang menyambut fajar pagi

Bersujud di rumah-Mu dalam keheningan

 

Jika pagi buta, saat sunyi, dan dalam tidur lelapmu

Ada rasa tidak ingin usik tidurmu

Biarkan hingga tubuhmu sendiri yang membangunkannya

Namun kadang kau tidak sempat nikmati suara azan subuh

Panggilan yang mengajak kita untuk berbahagia

 

Anakku..

Saat membangunkanmu usap, pijit, kata dan doa

mengiringimu bangkitnya jiwa dan ragamu

Bukankah kau pun tahu bahwa ikatan musuh ini begitu kuat

Agar kita terus terlelap dan melewatkan persaksian dua malaikat

Ucapan dan keyakinan bahwa Allah yang memiliki segala puji

Telah membangunkan dan menidurkan kita begitu lelap

Hanya kepada Allah sebenarnya kita kembali

Bermohon kepada Allah agar diberi kekuatan

untuk dapat memenuhi kewajiban

 

anakku…

saat kau membasuh wajah, tangan, kepala dan kaki

untuk membersihkan dari debu lahir dan bathin

ikatan yang membelenggu dalam diri satu persatu mulai melepas

dengan sedikit langkah yang belum tegap

kau belajar untuk bisa terbiasa bangun

dan shalat di mesjid kala subuh

telah terlepas segala ikatan belenggu dalam diri

hingga siang nanti

 

anakku…

semoga kau mengerti bahwa kewajiban adalah harus dikerjakan

tidak ada penganti dan penawar sesuatu yang mesti kita lakukan

meski tubuh dalam keadaan sakit parah pun

kewajiban tidak pernah boleh terlewatkan

engkau boleh tidak berangkat sekolah

namun bukan berarti engkau boleh tinggalkan kewajiban shalat

Meski melalui berbaring dan isyarat Allah meminta kita curhat.

Katakan apa yang menjadi harapan dalam dirimu

Puji Dia dengan tulis dan kasih, meski Dia tidak pernah membutuhkan pujian kita

Puji dia karena telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita

 

Anakku..

Engkau saksikan berapa banyak yang bersama kita

Ruku dan sujud di tempat itu

Melantunkan zikir dan doa bersama

Tidak banyak

Jari jemarimu yang mungil tidak habis untuk menghitungnya

Berapa banyak orang yang bertahan

Mereka silih berganti

Karena memang ini berat, namun mudah untuk dilakukan

Dengan kemauan dan pertolongan Allah

Jangan berhenti, tetaplah lakukan dimanapun kelak kamu berada

Subuh berjamaah di mesjid untuk kebahagiaanmu

 

Anakku…

Mungkin ibumu dianggap tega, memaksa anak kecil untuk shalat

Kelak kau mengerti, bukan ibu yang meminta dan memaksa

Ibu hanya membantu dan memudahkan agar engkau dapat penuhi kewajiban

Belum wajib memang bagimu yang belum baligh

Namun belajar sebelum waktunya tiba memudahkan dan meringankanmu

 

Anakku…

Kita belajar bersama untuk tetap penuhi kewajiban ini

Sampai akhir hayat kita

Ingatkan bersama, saat panggilan tiba

Kita belajar mendahulukan panggilan kebahagiaan itu

bersama, mengajak kepada kebahagiaan

 

“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan keturunanku

orang yang tetap melaksanakan shalat” (QS. Ibrahim:40)

inilah doa kita, doa yang kelak kau sadari dan perlu ucapkan

saat tiba waktunya masa dewasa dengan keturunan yang baru.

 

ucapkanlah doa yang Allah ajarkan dan tuliskan dalam Quran untuk kami Ayah Ibumu

“Ya Tuhanku ampunilah aku dan Ibu Bapakku dan semua orang yang beriman” (QS. Ibarahim:41)

Doa yang menjadi hadiah terindah bagi ibu dan ayahmu

Tidak pernah tergantikan dengan kemewahan harta benda di dunia

 

Doa kami yang semoga tidak pernah putus, selama nafas ini berhembus

“Tuhanku karuniakan kepadaku anak-anak yang sholeh” (QS. Ash-Saaffaat:100)

“Tuhan karunikanlah kepada kami pasangan

dan keturunan kami yang menyejukkan hati

dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS. Alfurqon:74)

 

Anakku titip shalat sepanjang hidupmu

Kelak saat kita tidak bersama

ada yang tidak pernah putus di antara kita

Doa mu, doa anak yang sholeh

Menjadi penerang jalan Ayah Ibumu

Dan kebahagiaan kita bersama

Dikehidupan nan abadi

———————————————————————–

# Semangat, dan tetap beramal sholeh

Saat absen tidak bisa baregan.

 

Asrama, 040415

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s