Mencari Pesan

Entah apa yang berkecamuk dalam rasa dan fikir, serasa ada yang ingin aku ungkapkan namun aku tidak faham apa yang sebenarnya ingin kukatakan. Ada rasa begitu sedih, khawatir dan syukur atas semua yang terjadi, namun saat ku menyukuri ada rasa rindu dengan orang-orang yang aku cintai, sedih ini makin menjadi.

Ingin ku bersimpuh dalam sujud dan tumpahkan segala apa yang membuat hati terasa sempit. Tidak bisa shalat karena kodratku perempuan, meski terbangun di dini hari, tidak ada pekerjaan yang dengan hati tenang bisa kuperbuat. Membuka pesan di email, wa atau sms, membaca status di media sosial, membuka tulisan di blog keroyokan, ternyata belum mengobati perasaan yang ku alami. Sungguh ada terasa ruang yang hampa, berkabut dan sempit.

Sadar dan tanyaku terus akan apa yang ku rasa. Aku fahamkan bahwa Engkau pemilik hati yang berkuasa membolak-balikkan hati, mengetahui akan apa yang aku rasakan dan aku khawatirkan. Aku hanya bermohon beri ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi persoalan yang datang.

Aku teringat pesan yang sepintas ku baca. Bahwa Allah secara kuat mengatakan “sungguh aku akan menguji atau memberi cobaan, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan”. Aku pun tidak mengetahui pasti apakah yang aku rasa ini bagian dari cobaan yang disebutkan itu.

Andai aku anak kecil yang dengan sayangnya orangtua menolak dan membiarkan apa yang aku butuhkan tidak dipenuhi. Karena orangtua mengetahui, bahwa saat ini yang terbaik adalah menunda, karena ada yang tepat dan lebih baik yang akan anak dapatkan. Andai saja anak kecil itu mengetahui apa yang ada dibalik perlakuan orangtuanya, dan anak kecil yang merasa tidak sanggup menerima dan ingin menghiba, menangis, membujuk agar berikan kenyamanan, dengan nasehat yang bisa kuat menahan dorongan yang ada dalam diri, atau penuhi meski kadang bukan pilihan yang tepat. Sungguh dapat dibayangkan untuk menenangkan dan menentukan pilihan yang bercampur perasaan yang menyamarkan logika.

Tidak banyak yang kita ketahui akan apa yang akan terjadi. Namun kita bisa mengetahui kesudahan yang baik diawali dengan proses yang penuh kehati-hatian. Jalan yang terbaik dari apapun yang ada bertahan dan tetap mengantungkan segalanya kepada yang Maha Kuasa. Memang ada rasa tidak nyaman, jika saja ini ketidaknyamanan ini menjadi penawar hati yang berdebu, meringankan langkah dan menguatkan jiwa. Berikan kekuatan dalam ketataatan menerima dan tidak menjadi sebuah kekhawatiran atas apapun yang ada.

Tentulah sifat Allah tidak sama dengan analoginya manusia, jangkauan kita hanya pendek dan terbatas. Kita tidak mengerti apa yang hendak dipersiapkan bagi kita. Diujung pesan lewat QS 2:155, bahwa Allah tidak biarkan hambanya bersedih, kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Artinya berita baik akan didapat jika saja hendak bersabar.

Tangis ini mereda, dan aku ikhlaskan apapun yang hendak terjadi, aku percaya Engkau dan Engkau memberikan yang terbaik bagi hamba-hambanya. Tetapkanlah hati ini dalam kesabaran.

_______________________________

03.30. # 07.04.15

Tenang, semangat. 2:155. hanya sedikit ketidaknyamanan dari banyak kenikmatan yang kita rasakan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s