Setiap Anak Unik (Kakak, every stage is wonderful)

 

Karunia terindah dalam hidup yang Allah karunikan kepadaku salah satunya adalah anak-anak yang sehat, cerdas, lucu dan unik satu sama lain. Tidak terbayangkan bagaimana jika memiliki anak belasan, tentu sangat lebih beragam tingkah laku dan karakter. Kerena memang setiap anak itu unik.

Saat memiliki anak pertama pun, saya masih ingat bagaimana kelucuan dan rasa ingin tahu yang ditunjukkan anak itu. Pernah satu waktu Ia meminta handphone untuk melihat-lihat isinya. Namun setelah dikembalikan telah berubah setting, bahasa yang digunakan berganti menjadi bahasa Tagalog. Huruf yang tidak akrab dimata saya,bagaimana cara mengembalikannya, tentu saya tidak dapat selesaikan. Trial and error. Sungguh tidak jelas. Namun tidak dengan anak itu, dia mengambilnya dan mengembalikannya ke bahasa semula. Ternyata bukan bahasa yang dia fahami namun jejak langkah yang telah dilakukannya yang dia ikuti.

Anak-anak dengan mudah menyerap, dan mengikuti bahasa yang diucapkan orang dewasa tanpa tahu maknanya. Orangtua biasanya kaget dengan bahasa yang diucapkan, bukan anak yang salah, tetapi dimana kita biarkan anak itu berlama-lama sehingga menyerap bahasa yang aneh itulah masalahnya, maka itu menjadi kesalahan orangtua. Mestinya memang orangtua mendampingi dan memastikan anak ada di lingkungan yang aman, baik secara fisik maupun mental.

Kali kedua, anak itu meminjam hp kembali, setelah Ia mengembalikan beberapa saat kemudian saya kira tidak ada yang bermasalah. Namun saya dibuatnya bingung, hendak mengontak salah satu kawan, mencari nama di buku telp, ternyata beberapa nama sudah berganti. Dia melakukan rename dengan istilah yang akrab dengan dunia anak-anak. Beberapa nama yang memenuhi handphone saya kala itu ada nama Casper, Mieki Mouse, Mc Donald, Paterpan, Popaye, dan beberapa nama tokoh di film kartun. Saya tidak hafal, siapa nama sebenarnya yang diganti nama oleh anak ini, Satu persatu baru diketahui setelah nama orang yang diganti mengontak saya. Kala itu saya masih ingat usia dia baru 3 tahunan.

Usianya kini sudah masuk 12 tahun, dia mengaku sudah remaja. Dan menyadari kewajiban yang mesti dijalankannya. Karena itu dia kadang agak kesal, kalau saat azan saya tidak mengira dia ada di mesjid. Dia mengatakan, “Kalau azan berkumandang, jangan cari aku kemana-mana, aku di mesjid lah.” Padahal saya mencari karena memangg mau bareng ke mesjid. Ternyata dia sudah lebih dahulu sampai. Meskipun kadang kalau subuh dia kalah cepat.

Kepenasaran dia akan alam semesta, serta kemungkinan kehidupan di planet lain, kadang membuat khayalan makin seru. Harapannya dapat menjelajah angkasa, kadang juga bertimpa dengan keinginan kuatnya pada matematika. Sementara saya berupaya memberikan landasan awal pemahaman agama. Memberi dasar keyakinan yang kokoh, yang jika tidak ada lagi orangtua yang menasehatinya, dia mampu tetap kuat karena dia mampu membaca, memahami dan mengamalkan Quran. Beragam harapan yang saling melengkapi dan mewarnai kehidupan.

Beberapa bulan lagi, anak ini Insya Allah lulus SD, melanjutkan ke SMP dan tinggal di asrama. Berharap di sekolah yang baru apa yang menjadi harapan bersama dapat kita temukan. Bukan saja anak cerdas secara akademis, namun juga anak yang memiliki Aqidah islam yang kuat. Semangat terus, doa mama menyertai.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s