Percikan Bacaan QS 41:30 – Mengakui dan Konsisten

Menikmati jamuan saat dini hari, terasa basah hati. Entah apa yang ada dalam benak, kadang kata belum terucap tetapi air mata sudah jatuh. Kata sudah tidak mampu mengurai bagaimana isi hati dan apa yang ingin diungkapkan. Saat tangan menengadah, menuturkan apa yang telah dilakukan, dan apa yang dirasakan, terbayang kehidupan dan orang yang kita cintai, berharap kebahagiaan untuk semua, di atas segala jalan yang di tempuh.

Ada rasa rindu dan menghiba. Memasrahkan atas segala keunikan kehidupan, dari hari ke hari tidak lepas dari Kuasa Allah. Menikmati atas apa pun yang telah digariskan, terasa indah dan kadang tersimpan sedikit perih, namun percaya segala sedih hanya sementara, segala senang pun tidak pernah berlama-lama. Semua bagai epsiode kehidupan yang tayang dengan segala kelengkapannya menghiasi hidup.

Bukan tayangan babak kesedihan atau kebahagian yang menjadi hal penting. Namun bagaimana sikap dan mental kita dalam mengghadapi setiap sisi kehidupan. Dengan cara yang tepat dan tetap memberikan efek positif pada diri sendiri atas apa yang terjadi. Saat sedih datang sikap sabar yang lebih dikedepankan. Saat senang menyapa sifat syukur yang didahulukan.

Hiburan dan kabar gembira bagi orang yang meyakini bahwa Allah sebagai Tuhannya, dan tetap konsisten dengan pendirian ini, maka bukan saja Allah janjikan surga sebagai balasan atas keteguhan keimanan dengan mungkin tidak sedikit ujian. Namun juga para malaikat yang turun menghampiri hati dengan ungkapan tidak perlu takut atau pun sedih. Artinya memang kadang ada sisi kehidupan yang membuat kita terasa khawatir dan sedih. Namun jangan pernah itu dibiarkan, sadari bahwa itu bagian yang membuat jalan lapang menuju syurga. Dengan tetap konsisten dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah.

  1. 41:30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

Saya percaya begitu banyak cerita tentang takut dan sedih yang dialami setiap kita. Bukan saja terkait dengan diri sendiri namun juga dengan orang yang kita sayangi. Saat sudah berkeluarga, bisa jadi ada rasa khawatir dengan kehidupan dan masa depan anak-anak. Saat memiliki pasangan hidup suami atau istri, ada rasa takut, khawatir jika pasangan yang kita cintai menduakan, mentigakan atau meninggal lebih dahulu. Saat sudah bekerja, ada pula ketakutan dengan diberhentikan di tempat kerja, kehilangan pekerjaan, tidak naik jabatan atau tidak punya penghasilan. Ah terlalu banyak yang ditakutkan manusia setiap sudutnya.

Selama ada dalam ketaatan, tidak melalaikan hak Allah sebagai Khalik, hak Allah untuk di-esakan dan disembah, berusaha untuk taati segala perintah dan menjauhi segala apa yang dilarang. Maka tidak perlu ada kekhawatiran dan ketakutan. Dan tidak pula perlu bersedih. Lepaskan segalanya, biarkan apapun yang telah terjadi, terima dengan besar hati.

Sejauh manusia dapat berusaha maka usaha dalam taat adalah wajib. Usaha menempuh jalan yang benar adalah keharusan. Meski berbukit, terjal dan mendaki, nikmati karena suatu saat akan sampai pada puncak kebahagiaan.

Semangat hadapi setiap langkah kehidupan dengan ketulusan hati. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali Allah. Kept smile everything that happened to you.. Allah with you.

At 04.36 am, sampai pada waktu azan subuh. Semangat pagi untuk hadapi hari ini, nikmati setiap detik dan degup jantung sebagai kehidupan yang luar biasa. Kept spirit all…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s