Waktu Pukul 00:26 – Perlu Proporsional

14.04.15 at 00:26 di menit itu saya terbangun maksudnya hendak menulis dan memperbaiki apa yang menjadi tugas saya yang lama terbengkalai. Tetapi saya bingung hendak mulai dari mana, begitu banyak yang masih tanda tanya. Sambil mengembalikan otak yang baru saja diistirahatkan, saya menulis tulisan ini sebagai meditasi dan pemanasan.

Sesuatu yang dikerjakan dengan tidak penuh perhatian, banyak hal lain yang menyela pekerjaan, membuat apa yang menjadi target selalu terlewat. Masih tergambar jelas di dinding kamar saya, bahwa saya akan selesaikan pekerjaan ini di akhir tahun 2014. Namun nyatanya kini di tahun 2015 yang udah memasuki bulan ke 4 saya masih berkutat dengan pekerjaan tugas akhir ini.

Sungguh pun demikian saya menyadari waktu yang beralalu bukan begitu saja tanpa kesan. Banyak yang mesti saya sesuaikan dengan setiap permasalahan yang datang. Saya sangat percaya dengan apapun yang terjadi adalah yang terbaik. Saya pun mengira bahwa ini yang mesti dilalui, sebagai bagian dari tahapan perjalanan kehidupan saya.

Saya terkadang melihat bagaimana cara orang lain bekerja, dalam menyelesaikan tugas-tugas. Terkadang mereka hanya tidur beberapa jam saja. Tidur larut dan bangun lebih cepat. Tetapi saya, kadang aneh dengan diri sendiri, saya masih bisa tidur nyenyak dengan pekerjaan yang juga banyak. Tidur tetap di awal waktu dan bangun di awal waktu. Setiap kali azan isya berkumadang, rasanya mata saya sudah tidak bisa kompromi. Isi kepala saya sudah mulai ngaco. Saya kira itu waktu yang tepat untuk saya istirahat.

Setelah beberapa jam tertidur, saya masih bisa terbangun di awal waktu. Itu pun karena saya berniat sebelum tidur untuk bangun sesegera mungkin. Termasuk malam ini, saya kira ini sudah jam 2, ternyata baru beringsut dari garis tengah jam 12. Hendak melajutkan tidur, rasanya saya malu, dengan izin suami yang boleh menginap untuk mengerjakan tugas di asrama mahasiswa ini.

Pernah suatu waku saya ceritakan bagaimana saya bekerja, saya masih tetap tidur nyenyak, dan hanya merasa efektif bekerja menjelang dini hari hingga sebelum zuhur. Dengan nada santai suami saya mengatakan, “kalau begitu mengapa menginap kerja saja di rumah saja”. Dia mengira saya bekerja hingga larut, dan hanya sedikit tidur, seperti dia bekerja saat mengerjakan pekerjaan yang deadline. Dia hanya tidur beberapa jam saja.

Saya pernah mencoba demikian, hanya sedikit tidur di malam hari, saya lewati jam tidur saya, yang biasa pukul 9 maksimum sudah terbaring diperaduan, saya coba lewatkan dan teruskan terjaga hingga bener-bear lowbat, mungkin saya bisa tahan hingga jam 1, setelah itu tidur sebentar dan bangun lagi dini hari menjelang subuh. Tetapi apa yang terjadi pada siang hari, saya seperti kehilangan separuh isi kepala. Terasa kosong dan melayang. Tidur siang pun tidak mampu membayar, kepala yang pusing. Sehingga kerja tidak efektif untuk beberapa waktu.

Sejak itu, saya memilih dan memperhitungkan, antara efektifitas bekerja dan istirahat. Terlebih ada buku yang pernah saya baca, lupa judulnya, hehe.. bahwa pada saat istirahat tidur dalam lelap, tepat jam 12, itu adalah waktu yang digunakan untuk tubuh menggantikan dan memperbaiki sistem dalam tubuh yang bermanfaat bagi tubuh. Karena itu tidur terlalu cepat pun tidak baik, sehingga membuat terbangun di tengah malam. Tidur larut sama halnya, karena bisa terlewat waktu yang penting bagi tubuh. Maksudnya masih terjaga saat tiba jam 12. Nti cek lagi ya..

Meskipun saya bekerja dengan pola yang tidak sama dengan orang. Saya menerima apa yang menjadi kebiasaan saya, yang terpenting masalah pekerjaan yang menjadi tugas saya terselesikan dan saya tetap sehat. Memenuhi kebutuhan tubuh dengan proposional, memenuhi apa yang menjadi haknya, adalah bagian dar tuga hidup juga. Tentu setelah itu saya berharap banyak dapat tuntaskan segala pekerjaan.

At 00.53. Beberapa menit berlalu, saya kira sudah cukup melakukan pemanasan jari jemari mengetik di atas keypad, dan pemanasan otak untuk dapat diajak memecahkan persoalan yang masih banyak butuh fokus dan konsentrasi. Let’s go every part in my body..

Hehe.. meski akhirnya beberapa jam kemudian saya bobok lagi.. memang masih terlalu malam untuk bangun. –alasan. 02.05. stabil di 03.00. until meet the sun shine.

Bogor, asrama mahasiswa UIKA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s