Inspirasi Model-Model Evaluasi

Inspirasi Model-Model Evaluasi

Beberapa hari ini dengan waktu yang tidak memadai, saya mencoba mengidentifikasi berbagai model evaluasi. Pekerjaan ini telah sejak dahulu dilakukan, tetapi tidak banyak mengeksplorasi, sehingga saya menuliskan model dalam tulisan tugas akhirpun tidak banyak. Kali ini mendapat masukan untuk menambah jumlah model evaluasi dalam pembahasan menjadi tujuh. Pekerjaan yang menarik, untuk menambahkan model yang mana yang akan saya masukan dalam pembahasan, saya menelaah perkembangan model evaluasi yang direntang sejak awal munculnya model evaluasi hingga model yang kini. Jika bisa dilihat bahwa perkembangan model seiring dengan perkembangan pandangan ilmu pengetahuan, bermula dari pandangan behavioristik yang deterministik, secara tidak langsung juga mempengaruhi cara mengevaluasi yang bersifat objective oriented, atau behavioral approch. Model ini yang dikenal dengan evaluasi berbasis tujuan. Tujuan menjadi determinan dalam pencapaian keberhasilan suatu program atau kegiatan. Evaluasi ini yang dipelopori oleh Tyler.

Lepas dari model semula, muncul beragam model dengan pendekatan yang berbeda, terkadang keahlian seseorang yang mencetus model memberikan wana yang unik pada model yang digagasnya. Misalnya evaluasi model Connoiseurship and Critism, istilah konoseurship lekat dengan dunia seni, karena memang Einser penggagas dari evaluasi ini sangat mencintai dunia seni. Dalam evaluasi model ini, seseorang yang akan melakukan evaluasi perlu memiliki keahlian pada bidang yang akan dievaluasi inilah yang dinamakan Konosheursip dalam bidang tersebut. Namun bukan berarti seorang evaluator yang tidak memiliki keahlian dalam bidang tertentu tidak dapat melalukan evaluasi, terdapat cara yang difasilitasi dalam model ini yaitu dengan bekerja sama pada pakar yang mumpuni dalam bidang yang dievaluasi.

Perkembangan metodologi dari kuantitatif sebagai metode yang tradisional dan paling tua, bergeser pada metodologi yang terus berkembang hingga action research/ participatory bersinggungan dengan model-model evaluasi, yang masuk dalam bingkai Intuitionist-pluralist evaluationyang dikenal dengan model evaluasi dengan pendekatan naturalistic & participant-oriented. Sejumlah nama yang konsen pada bidang ini antara lain Stake, Guba dan Patton.

Butuh waktu yang panjang mengenal jelas model evaluasi yang beredar di dunia perevaluasian (seperti dunia persilatan), mengobservasi atau pun mencobakan bagaimana setiap model diaplikasikan dalam suatu program atau kegiatan.Sampai pada kesimpulan dapat menentukan beragam model evaluasi dengan akurat pada persoalan-persolan yang akan dievaluasi.

Ilmu memang tidak pernah ada habisnya, hanya umur yang bisa habis.. xixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s