Tradisi Ilmiah

Setiap kita memiliki kebiasaan, dan kebiasaan itu teleh membudaya menjadi sebuah tradisi yang melekat pada diri. Mulai dari bangun tidur apa yang biasa dilakukan,  siang hari aktivitas apa yang menyembul menjdi kebiasaan dan sampai hendak tidur lagi apa yang biasa kita lakukan. Itu tentu kita sendiri yang sadari apa yang menjadi kebiasaan.

Apa yang kita lakukan tidak lepas dari apa yang kita fahami. Megambil langkah-langkah cerdas terkait dengan apa yang kita pelajar dan ingin kita biasakan. Jika kita melakukan sesuatu tanpa dasar apa pentingnya bagi diri sendiri, rasanya tidak akan ada yang mau untuk membiasakan pekerjaan ringan sekalipun, apa lagi pekerjaan yang sulit.

Bangunan pengetahuan dan kesadaran amat penting dalam membangun kebiasaan yang akan diwariskan bagi diri sendiri maupun pada kelompok.  Mengorganisasi diri dan mengorganisasi sekelompok orang  sama pentingnya. Setiap diri ingin menampilkan harapan yang terbaik. Kesehatan yang baik, penampilan yang baik dan kualitas diri yang baik.  Apa-apa yang mendukung pada apa yang menjadi harapan, atau pun apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya akan dijalankan dengan senang  hati.

Karena itu apa  pun yang dilakukan manfaat dari apa yang dibuat kembali kepada diri sendiri. Minum beberapa gelas air saat bangun tidur adalah kebiasaan yang mendukung bagi kesehatan diri.  Lantas apa yang kaitannya tulisan ini dengan tradisi ilmiah. Tentu belum ada kaitan-kaitan yang memang belum saya buat.

Kebiasaan untuk sebuah perilaku memiliki pola yang sama, yang membedakan jenis pekerjaan yang dibiasakan. Jika membiasakan hidup sehat, seseorang akan sadar apakah hari ini sudah minum dua liter air, maka dalam kesehariannya ada pola yang dibiasakan untuk memenuhi kebiasaan ini. Begitu pula kebiasaan dalam akademik, menjadikan sesuatu sebagai tradisi, itulah kebiasaan yang akan muncul dalam kesehariannya,  itulah kaitannya. Apa yang dibiasakan dalam tradisi ilmiah, menurut saya inilah penjelasannya;

  1. Tradisi ilmiah adalah kebiasaan yang telah mengakar dan membudaya baik pada seseorang maupun sekelompok orang dengan aktivitas yang dikatakan ilmiah.
  2. Kegiatan ilmiah itu bukan klenik, kegiatan ilmiah itu terkait dengan aktivitas yang dibangun secara sistematis, logis yang terkait dengan kegiatan akademik yang ditopang berdasarkan data penelitian. Jadi tidak ada cerita tanpa dasar atau omong kosong. Apa yang dikatakan berdasarkan rujukan yang jelas dan pemikiran yang sistematis dan logis.
  3. Tradisi ilmiah dapat tumbuh subur dalam dunia akademik, seperti sekolah atau pun kampus. Tetapi tidak salah jika dalam keluarga atau dalam diri sendiri memiliki tradisi ilmiah.
  4. Dimana pun tempatnya siapapun orangnya tradisi ilmiah ini tidak akan jauh berbeda jenis, langkah dan tahapannya.
  5. Meskipun pendidikan formal bukan satu-satunya jalan dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tertentu, artinya kita dapat pengetahun dan keterampilan diluar pendidikan formal, namun struktur dan sistematisasi kompetensi apa yang dapat diperoleh maka jalur pendidikan formal dinilai efektif.
  6. Dalam proses pendidikan formal dari mulai Sekolah Dasar hingga S tiga alias Doktor, secara perlahan dan pasti terdapat proses akademik dan tradisi ilmiah yang melekat. Bagaimana melestarikan kebiasaan ilmiah yang tumbuh dan ditempa saat pendidikan, Apakah selepas pendidikan formal kebiasaan akademik menjadi makin jadi dan makin kuat? Karena tidak sedikit yang seiring waktu terkikis masa. Masalah ini kembali kepada diri sendiri dan lingkungan.
  7. Langkah konkrit tradisi ilmiah akan terlihat pada aktivitas berikut ini;
  • Kegiatan membaca
  • Kegiatan Penelitian
  • Kegiatan Publikasi hasil Penelitian
  • Kegiatan diskusi ilmiah
  • Kegiatan pendukung dalam melakukan kegiatan di atas.
  1. Kapan waktunya baca, seharian berjibaku dengan pekerjaan, malam lelah, besok sudah berangkat kantor lagi! Keluhan macam ini seolah hanya orang ini yang sibuk, orang lain santai-santai. Tidak ada ruang bagi orang yang tidak mau menafaatkan kesempatan sekecil apapun untuk keluar dari rutinitas. Banyak cara dapat dilakukan untuk membaca selain secara sengaja memiliki waktu khusus untuk membaca. Waktu menunggu dan dalam perjalanan adalah waktu yang tepat untuk hanyut dalam terbenam dalam pemikiran dan ide  sebuh bacaan yang kita baca.  Bagi yang hobi di depan laptop kegiatan membaca bukan halangan, karena jutaan ribu file yang bisa kita baca secara online, baik itu jurnal penelitian, e-book, atau lainnya. So, tentukan fokus yang hendak dibaca, ditengah rimba  belantara kita harus memiliki arah untuk berjalan dan menikmati perjalanan.
  2. Kegiatan penelitian pada dasarnya hal yang sederhana yang biasa dilakukan oleh seseorang saat menemukan masalah dan kemudian mendapat jawaban dengan jalan yang shahih. Inilah jalan penelitian. Ada jalan yang tepat dalam setiap penyelesaian masalah. Karena itu pengetahuan dasar metodologi penelitian adalah hal yang mendasar untuk dikuasi bagi setiap peneliti. Di dunia ini ada kategori metode penelitian dengan beragam jenisnya seperti kuntitatif, kualitatif, dan action reserach. Kuantitatif adalah penelitian yang terkait dengan hitungan statistik seperti menguji hubungan, pengaruh dan penenlitian pengembangan. Dalam kualitatif terdapat beragam jenis seperti kualitati deskriptif, fenomenologi, etnografi, studi kasus dan lainnya. Action reserach terdapat beragam jenis seperti classroom action reserach, participatory action research dan lainnya. Butuh waktu dan aplikasi untuk berkenalan dengan setiap jenis penelitian tersebut.
  3. Publikasi ilmiah adalah proses lanjutan dari pekerjaan penelitian. So tidak ada publikasi ilmiah tanpa kegiatan penelitian. Publikasi ibarat kita menempatkan sebuah barang dagangan yang akan kita jual. Di tempat mana kita akan menyimpannya. Karena itu terdapat gerai atau lapak yang bergenngsi dan bahkan abal-abal. Tempat menentukan produk yang akan kita tempatkan. Dalam hal ini tentu wadahnya jurnal. Dalam hal ini perlu meniliki jurnal yang bereputasi dan jurnal predator. Namun demikian apa pun tempatnya, niatkan saja publikasi itu adalah perluasan amal yang dengan itu orang lain dapat menikmati tulisan dan terbantu dalam mempertahankan eksistensi jurnal. Jurnal tanpa produksi artikel lambat laun bisa terkubur dalam kenangan.
  4. Kegiatan diskusi dan ngopi bareng sambil membicarakan hal-hal ringan sebenarnya menjadi pemantik dalam mengembangkan ide serta kreativitas seseorang. Apalagi diskusi yang berat perlu ditambah selain ngopi..hehe..  bukan itu maksudnya, tetapi persiapan yang terencana dan terfokus akan suatu bahasan sesuai dengan misi atau visi dari suatu komunitas. Diskusi tidak perlu repot selalu seting ruangan, menentukan  ruangan dan proses perjalan di tempat diskusi. Diskusi bisa dilakukan secara daring, asal ada komitmen bersama, tujuan  yang jelas, maka komunikasi bisa terbangun. Namun jika kopdar bisa memungkinkan tentu lebih terasa, ada interaksi fisik yang lain dari sekedar daring.
  5. Pendukung lain secara tidak langsung telah tersebut dalam pembahasan di atas, seperti kemampuan metodologi dalam menujang penelitian, kemampuan membaca juga perlu dukungan bahasa, jika literatur yang dibaca bukan bahasa kebiasaan kita. Kemampuan menulis juga kegiatan dasar yang sangat mendukung.

 

Sadar tidak sadar, mau tidak mau bagi yang berada dalam dunia pendidikan, seperti sekolah dan perguruan tinggi tradisi ilmiah ini perlu ditumbuh suburkan. Mulai dalam diri sendiri dan temukan orang-orang yang memiliki komitmen sama. Bersama mengubah wajah diri dan lingkungan kita. Semangat

 

 

Bogor, 21 Nopember 2016. #04.00 am.

Advertisements

Terbang dan Berpetualang

Sekeras apa pun keadaan yang dihadapi
maka komitmenlah yang membuatnya kuat dan bertahan.

Dalam setiap perbuatan yang kita lakukan tersimpan niat yang mendasarinya. Tidak ada orang yang mengetahui niat sesungguhnya dalam diri setiap orang. Hanya orang itulah yang memahami niat yang sebenarnya. Meskipun niat itu tersembunyi jauh dalam lubuk batin seseorang, namun niat dapat menyembul dalam gambaran perilaku dan kecenderungan seseorang dalam bertindak.

Niat baik dan niat busuk akan mengeluarkan aura dalam interaksi, kegiatan yang berjalan, mengambil sebuah keputusan, arah pemikiran atau lainnya. Niat itu yang akan memberikan bias auranya dari setiap laku kita. Saya tidak akan membahasi niat busuk, karena tidak ada yang patut menghakimi niat seseorang, kecuali dirinya sendiri dan akibat dari perilakunya sendiri. Sebaiknya kita belajar meluruskan niat dan membangun niat yang baik dalam setiap perbuatan dan hidup ini.

“berangkatlah kalian dengan niat dakwah” ini penggalan pesan yang disampaikan kepada para mahasiswa yang akan melakukan praktek dan pengabdian di lapangan yang bertempat di luar negeri, tepatnya Negara Thailand Selatan. Mengapa pesan ini penting disampikan? Apa dampaknya jika ditekadkan dalam diri seseorang?

Di tempat yang baru, tidak semua keadaan yang dihadapi akan nyaman. Banyak terdapat kemungkinan yang terburuk dalam hidup, namun tidak sedikit hal-hal yang manis yang mungkin dirasakan. Semua kembali kepada bagaimana niat dan sikap diri seseorang dalam menghadapi keadaan tersebut.

Niat dakwah adalah niat yang indah dan manis bagi siapapun yang merasakannya dengan ketulusan hati. Apa sesungguhnya niat dakwah? Niat ini hanya tercatat dalam batin terdalam seseorang tentang apa yang dilakukannya sepenuhnya hanya karena Allah, niat mengajak untuk bersama-sama mencintai kebaikan, kebenaran dan bersungguh-sungguh melakukannya. Tidak peduli pedih, sakit dan kesulitan apapun. Karena memang tidak mudah menghadapi keadaan dengan tetap bersahaja, kecuali orang yang memiliki komitmen.

Percaya di mana pun bumi dipijak, Allah selalu ada. Karunia Allah terhampar dimanapun kita berada. Berikan yang terbaik, dan jangan berharap mereka yang membalas segala kebaikan kita. Kembalikan segalanya kepada yang Maha menentukan. Percaya bahwa segalanya tidak akan disia-siakan.

Jadilah seorang petualang, pengembara yang tidak memiliki tujuan kecuali tujuan kembali dalam keadaan dan niat yang terbaik dalam diri. Tidak ada kepentingan yang menungganggi yang bersifat sementara dan merusak keadaan. Belajarlah dalam setiap langkah, ambil yang terbaik. Segalanya akan berpulang kepada diri sendiri.

Pesan ini tidak hanya bagi mahasiswa yang hendak berangkat KKN keluar negeri, tetapi ini juga menjadi pesan bagi saya pribadi dalam menjalankan tugas dan peran. Segalanya diniatkan untuk ibadah, mencintai kebaikan, bersungguh-sungguh menegakan kebenaran. Allah yang Maha Mengetahui dan bermohon kepada Allah untuk tetap berkomitmen pada jalan-Nya.

At home, 18 Nopember 2016. When the other sleeping and dreaming at 02.37