Terbang dan Berpetualang

Sekeras apa pun keadaan yang dihadapi
maka komitmenlah yang membuatnya kuat dan bertahan.

Dalam setiap perbuatan yang kita lakukan tersimpan niat yang mendasarinya. Tidak ada orang yang mengetahui niat sesungguhnya dalam diri setiap orang. Hanya orang itulah yang memahami niat yang sebenarnya. Meskipun niat itu tersembunyi jauh dalam lubuk batin seseorang, namun niat dapat menyembul dalam gambaran perilaku dan kecenderungan seseorang dalam bertindak.

Niat baik dan niat busuk akan mengeluarkan aura dalam interaksi, kegiatan yang berjalan, mengambil sebuah keputusan, arah pemikiran atau lainnya. Niat itu yang akan memberikan bias auranya dari setiap laku kita. Saya tidak akan membahasi niat busuk, karena tidak ada yang patut menghakimi niat seseorang, kecuali dirinya sendiri dan akibat dari perilakunya sendiri. Sebaiknya kita belajar meluruskan niat dan membangun niat yang baik dalam setiap perbuatan dan hidup ini.

“berangkatlah kalian dengan niat dakwah” ini penggalan pesan yang disampaikan kepada para mahasiswa yang akan melakukan praktek dan pengabdian di lapangan yang bertempat di luar negeri, tepatnya Negara Thailand Selatan. Mengapa pesan ini penting disampikan? Apa dampaknya jika ditekadkan dalam diri seseorang?

Di tempat yang baru, tidak semua keadaan yang dihadapi akan nyaman. Banyak terdapat kemungkinan yang terburuk dalam hidup, namun tidak sedikit hal-hal yang manis yang mungkin dirasakan. Semua kembali kepada bagaimana niat dan sikap diri seseorang dalam menghadapi keadaan tersebut.

Niat dakwah adalah niat yang indah dan manis bagi siapapun yang merasakannya dengan ketulusan hati. Apa sesungguhnya niat dakwah? Niat ini hanya tercatat dalam batin terdalam seseorang tentang apa yang dilakukannya sepenuhnya hanya karena Allah, niat mengajak untuk bersama-sama mencintai kebaikan, kebenaran dan bersungguh-sungguh melakukannya. Tidak peduli pedih, sakit dan kesulitan apapun. Karena memang tidak mudah menghadapi keadaan dengan tetap bersahaja, kecuali orang yang memiliki komitmen.

Percaya di mana pun bumi dipijak, Allah selalu ada. Karunia Allah terhampar dimanapun kita berada. Berikan yang terbaik, dan jangan berharap mereka yang membalas segala kebaikan kita. Kembalikan segalanya kepada yang Maha menentukan. Percaya bahwa segalanya tidak akan disia-siakan.

Jadilah seorang petualang, pengembara yang tidak memiliki tujuan kecuali tujuan kembali dalam keadaan dan niat yang terbaik dalam diri. Tidak ada kepentingan yang menungganggi yang bersifat sementara dan merusak keadaan. Belajarlah dalam setiap langkah, ambil yang terbaik. Segalanya akan berpulang kepada diri sendiri.

Pesan ini tidak hanya bagi mahasiswa yang hendak berangkat KKN keluar negeri, tetapi ini juga menjadi pesan bagi saya pribadi dalam menjalankan tugas dan peran. Segalanya diniatkan untuk ibadah, mencintai kebaikan, bersungguh-sungguh menegakan kebenaran. Allah yang Maha Mengetahui dan bermohon kepada Allah untuk tetap berkomitmen pada jalan-Nya.

At home, 18 Nopember 2016. When the other sleeping and dreaming at 02.37

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s