Kekuatan dalam Pendidikan

Senyatanya kehidupan ini dijalani untuk kebahagiaan. Proses pendidikan dijalani sejak usia dini hingga pendidikan tinggi tidak boleh melupakan kebahagiaan murid-muridnya. Capaian kemampuan akademik memang penting, namun jauh lebih penting adalah bagaimana mengantarkan kebahagiaan para muridnya.

Kebahagiaan diraih bukan sebuah proses yang instan dan parsial, tetapi melibatkan semua pihak yang ada dalam komponen pendidikan.

Anak-anak yang bahagia datang ke sekolah tentu berawal dari rumah yang penghuninya juga bahagia. Mereka punya cara dalam mensikapi masalah anak-anak. Anak berangkat dengan percaya diri dan bahagia. Orangtua melepas anak belajar dengan percaya dan bahagia.

Sekolah yang menumbuhkan suasana bahagia adalah sekolah yang di dalamnya ada guru, kepala sekolah dan pegawai lainnya yang menyambut dan melayani dengan bahagia. Mereka sehat jiwanya, mampu menstimulasi perkembangan dan kebutuhan anak.

Apa guna nilai akademik tinggi namun tertekan dalam hidup? Apa guna jabatan tinggi tapi tidak sehat secara rohani, depresi dan banyak marah?

Sadar akan pentingnya meluaskan tujuan pendidikan ini, menciptakan kepandaian akademik dan non akademik.

Di banyak negara yang telah berhasil dalam aspek pendidikan menjadi cermin, bahwa ada negara yang maju secara akademik, mampu menguasai Ilmu dan teknologi namun rapuh dalam kejiawaannya. Mereka hampa tanpa tujuan yang hakiki, hidup tidak menikmati, dan kecemasan tinggi. Dampaknya angka bunuh diri pun bisa tinggi pula karena hidup tidak bahagia dan hilang arah.

Di bagian negara lain, orang telah mafhum dengan keberhasilannya dalam dunia pendidikan, diperhitungkan negara lain capaian akademiknya, juga memiliki tingkat kebahagiaa hidup yang tinggi pula. Apa pangkal kesuksesannya?

Dari beberapa yang dapat saya fahami, kekuatan pendidikan untuk menciptakan keberhasilan dan kebahagiaan murid-muridnya adalah GURU

Orang yang hendak menjadi guru harus memilki niat yang baik, akademik yang hebat dan jiwa yang sehat.

Status sebagai guru bukan berarti profesi yang terus bekerja hingga pensiun, menajalankan tugas mengajar tetapi mengabaikan diri sebagai pembelajar yang tiada henti.

Guru bertindak berdasarkan hasil analisis dari masalah yang dihadapi. Kerja penelitian bukan sesuatu yang terpisah dari pekerjaan, tetapi menjadi satu kesatuan dalam profesi.

Secara teoritis pendidikan di negara ini memiliki konsep yang sejalan dengan apa yang dilakukan oleh negara yang sukses dalam aspek pendidikan, tetapi secara fakta apa yang dilakukan belum mewakili dari besarnya populasi penduduk negeri ini.

Banyak guru sejati, namun jika dibandingkan dengan luas wialayah negeri, guru sejati masih berimbang dan bahkan tertutupi oleh guru yang bermasalah. Masalah dalam pendidikan,masalah dalam pengajaran, masalah dalam sosial, dan banyak masalah lainnya.

Bila serius ingin memperbaiki pendidikan, maka guru sebagai pangkalnya. Guru memiliki keluasan akses dan waktu untuk belajar. Bukan hanya menghabiskan waktu mengajar hingga lelah dan tak ada waktu meningkatkan kemampuan diri.

Guru memerlukan dukungan dan bantuan agar mampu menjalankan kewajibannya dan mengantarkan keberhasilan akademik dan kebahagiaan murid-murid.

#cinta#guru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s